Minggu, 02 Agu 2026 16:02 WIB

TPK Ternate Pastikan Keandalan Operasional dan Keselamatan Lewat Management Walkthrough

Operasional TPK Ternate. (Dok. Pelindo Terminal Petikemas).
Operasional TPK Ternate. (Dok. Pelindo Terminal Petikemas).

selalu.id - PT Pelindo Terminal Petikemas melalui Terminal Petikemas (TPK) Ternate melaksanakan kegiatan Management Walkthrough sebagai upaya memastikan keandalan operasional, keselamatan kerja, serta kesiapan fasilitas terminal dalam mendukung kelancaran arus logistik di wilayah Maluku Utara.

Kegiatan tersebut dilakukan dengan meninjau langsung berbagai area operasional terminal, mulai dari lapangan penumpukan, akses dan fasilitas pendukung, workshop peralatan, hingga proses operasional yang sedang berlangsung. 

Baca Juga: Pembukaan Rute dan Layanan Baru Dongkrak Arus Peti Kemas Nasional

Melalui pemantauan lapangan secara langsung, manajemen dapat mengidentifikasi potensi risiko, kebutuhan perbaikan, serta peluang peningkatan kualitas layanan secara berkelanjutan.

Dalam kegiatan tersebut, manajemen menemukan sejumlah aspek yang memerlukan tindak lanjut, salah satunya penyempurnaan beberapa signage atau rambu operasional di area terminal guna meningkatkan aspek keselamatan dan efektivitas operasional. 

Seluruh temuan akan ditindaklanjuti melalui program perbaikan yang terukur sesuai standar operasional perusahaan.

Terminal Head TPK Ternate, Anwar Pae mengatakan bahwa Management Walkthrough menjadi sarana penting bagi manajemen untuk memastikan seluruh proses bisnis berjalan sesuai standar sekaligus mendorong budaya perbaikan berkelanjutan di lingkungan terminal.

Baca Juga: Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

"Melalui Management Walkthrough, kami dapat melihat secara langsung kondisi fasilitas, proses kerja, serta kebutuhan perbaikan yang ada di lapangan. Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan, keselamatan kerja, dan keandalan operasional terminal," jelasnya.

Anwar mengatakan kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari langkah antisipatif perusahaan dalam memastikan kesiapan infrastruktur dan fasilitas terminal pasca sejumlah kejadian gempa bumi yang terjadi di wilayah Maluku Utara dalam beberapa bulan terakhir.

"Kami ingin memastikan seluruh fasilitas dan aktivitas operasional di TPK Ternate tetap berada dalam kondisi aman dan siap mendukung kelancaran distribusi logistik. Evaluasi secara langsung di lapangan menjadi langkah penting untuk menjaga standar layanan kepada pengguna jasa," paparnya.

Baca Juga: Dukung Aktivitas Ekonomi Masyarakat, TPK Perawang Serahkan Bantuan Tenda Lipat untuk UMKM

TPK Ternate secara rutin melaksanakan pemantauan dan evaluasi operasional sebagai bagian dari upaya menjaga keandalan layanan kepelabuhanan. 

Langkah tersebut sejalan dengan komitmen manajemen untuk menghadirkan operasional terminal yang aman, efisien, dan mampu mendukung konektivitas logistik serta pertumbuhan ekonomi di kawasan timur Indonesia.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Arus Bawah PSHT Jatim Buka Ruang Rekonsiliasi dengan M1R, Fokus Kejar Pelaku Pembacokan

Saat ini, fokus utama komunitas Arus Bawah PSHT adalah mendorong aparat segera menangkap seluruh pelaku yang diduga terlibat dalam aksi kekerasan.

KMP Mutiara Sentosa 2 Terbakar di Laut Sumenep, 250 Penumpang Dievakuasi

Operasi evakuasi ratusan penumpang masih berlangsung. Belum ada laporan resmi terkait korban jiwa maupun penyebab pasti munculnya kobaran api.

Perketat Peredaran Miras, Pemkab Sidoarjo Libatkan Seluruh Camat dalam Operasi Gabungan

Temuan di Graha Kota menjadi salah satu yang paling menonjol dalam operasi itu. Dari bagian depan, bangunan tersebut tampak beroperasi sebagai toko vape.

Sasar 400 UMKM di 9 Kecamatan, Anggaran Program Bedah Warung di Sidoarjo Naik jadi Rp10 Juta

Penyesuaian nominal tersebut dilakukan seiring dimulainya periode Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang baru.

Perketat Pengawasan Miras, Pemkab Sidoarjo Tutup Tiga Tempat Penjualan di KNV

Berdasarkan dokumen yang ditunjukkan kepada petugas, izin usaha yang dimiliki hanya sebagai distributor, bukan untuk kegiatan penjualan ritel.

Menko AHY Resmikan 166 Rumah Revitalisasi Kampung Nelayan di Campurejo Gresik

“Bukan hanya rumah yang dibangun, tetapi juga ada saluran air bersih, IPAL, tandon air, jalan-jalan lingkungan, dan berbagai fasilitas," kata AHY.