Rabu, 16 Sep 2026 21:52 WIB

Surabaya Utara jadi Penyumbang Terbanyak Nikah Usia Muda

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 16 Jun 2026 15:43 WIB
Kepala DP3APPKB Surabaya, Ida Widayati. (Dok. Pemkot Surabaya).
Kepala DP3APPKB Surabaya, Ida Widayati. (Dok. Pemkot Surabaya).

selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengungkap strategi di balik turunnya angka pengajuan dispensasi kawin (diska) hingga 61,63 persen. 

Salah satu langkah yang dilakukan adalah memberikan pendampingan khusus di wilayah yang masih memiliki kultur pernikahan usia muda, terutama di kawasan Surabaya Utara.

Baca Juga: Dugaan Jual Beli Lapak di SWK Taman Prestasi Surabaya, Ini Pengakuan Pedagang Senior

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Surabaya, Ida Widayati mengatakan pendekatan pencegahan pernikahan dini dilakukan dengan menyesuaikan karakteristik masyarakat di masing-masing wilayah.

Menurut Ida, masih terdapat sejumlah kawasan yang memandang pendidikan tinggi bukan prioritas setelah anak menyelesaikan sekolah menengah. Kondisi tersebut mendorong pemerintah melakukan intervensi yang lebih intensif.

"Surabaya ini kan kota besar, ada 31 kecamatan dengan berbagai budaya masing-masing. Kita ketahui bersama bahwa untuk wilayah utara perlu sedikit pendampingan yang spesial. Karena mereka punya kultur bahwa kalau sudah sekolah selesai, ya sudah gak perlu sekolah tinggi-tinggi," kata Ida, Selasa (16/6/2026).

Untuk mengubah pola pikir tersebut, Pemkot Surabaya memperkuat edukasi hingga tingkat Rukun Warga (RW) melalui berbagai program, salah satunya Kampung Pancasila. 

Program ini digunakan untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan hak anak, termasuk hak memperoleh pendidikan dan meraih cita-cita.

Selain edukasi, Pemkot juga memperkuat perlindungan anak melalui pengawasan lingkungan dan sejumlah kebijakan pendukung. 

Salah satunya adalah penerapan surat edaran pembatasan jam malam bagi anak yang digagas Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.

"Pak Wali Kota memberikan surat edaran pembatasan jam malam. Itu salah satu portal-portal yang diberikan oleh Pemkot Surabaya agar pemenuhan hak anak ini bisa terlaksana," jelasnya.

Baca Juga: Tuntut Lebar Sungai Dikembalikan, Warga Keputih Surabaya Protes Sejumlah Pengembang Besar

Meski angka dispensasi kawin menurun, Pemkot Surabaya tetap memberikan pendampingan kepada pasangan yang mengajukan permohonan melalui kelas calon pengantin. 

Dalam program tersebut, peserta dibekali materi mengenai kesiapan psikologis, ekonomi, kesehatan hingga kesehatan reproduksi sebelum memasuki jenjang pernikahan.

Pencegahan juga dilakukan melalui sosialisasi di sekolah dan pondok pesantren dengan materi kesehatan reproduksi serta penggunaan internet secara sehat. 

Di sisi lain, layanan Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) dan program Bina Keluarga Remaja terus diperkuat untuk mencegah pernikahan usia anak.

Sementara itu, Ketua Pengadilan Agama (PA) Surabaya, Mufi Ahmad Baihaqi menyebut penurunan angka dispensasi kawin juga dipengaruhi oleh semakin ketatnya proses pemeriksaan permohonan.

Baca Juga: Mahasiswa UINSA Demo Tolak Muzakki Kembali Pimpin Kampus, Angkat Persoalan Dana Hingga UKT

Setiap pemohon dispensasi nikah kini diwajibkan mengantongi rekomendasi kesiapan reproduksi dari fasilitas kesehatan serta rekomendasi psikolog yang menjadi bahan pertimbangan majelis hakim.

"Setiap masyarakat yang ingin mengajukan dispensasi nikah, maka kami sarankan mutlak untuk mendapatkan rekomendasi siap reproduksi dari Dinas Kesehatan," jelas Mufi.

Ia menambahkan, mayoritas dispensasi kawin yang dikabulkan melibatkan calon mempelai yang telah berusia di atas 18 tahun dan mendekati usia minimal pernikahan, yakni 19 tahun.

Menurut Mufi, meningkatnya kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pendidikan dan kesiapan berumah tangga turut berkontribusi terhadap penurunan pengajuan dispensasi kawin di Surabaya.

"Sehingga ini yang dari data statistik menurunkan angka pengajuan dispensasi nikah di pengadilan," pungkas Mufi.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Sisi Gelap Warkop Jalan Kunti Surabaya, Pesan Kopi Bisa Sambil Nyabu

Dari pengungkapan ini, polisi menyita barang bukti 10 poket sabu seberat total 65,51 gram. Saat ini, kasusnya terus dilakukan pengembangan.

Indonesia Diprediksi Hujan Lebat dan Angin Kencang Besok, Ini Wilayahnya

Meski sebagian besar wilayah Indonesia tengah dikepung kemarau terik, potensi hujan lebat hingga angin kencang masih mengintai. BMKG mengimbau selalu waspada.

Turun Langsung Dengarkan Masukan Tenant, SIER Dapat Pujian Soal Keamanan Kawasan

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, SIER juga menyampaikan sejumlah pengembangan fasilitas dan layanan yang dapat mendukung kebutuhan tenant.

Diberhentikan Lewat WA, Relawan SPPG Porong Sidoarjo Pertanyakan Prosedur Evaluasi dan Hak BPJS

Relawan yang diberhentikan itu adalah Egidius Nehe alias Egis. Ia mengaku terkejut lantaran menerima pemberitahuan pemutusan tugas hanya melalui pesan WA.

Penduduk Surabaya Tembus 3 Juta, Dapil dan Kursi DPRD Berpeluang Dirombak

Kondisi ini dimanfaatkan DPRD Kota Surabaya untuk mengawal peluang penambahan lima kursi legislatif pada Pemilihan Legislatif (Pileg) mendatang.

Bukan Sekadar Ambil Alih, Ini Rencana PDAM Surabaya Masuk Perumahan Air Mandiri

Langkah ini diambil guna memastikan kesetaraan akses air bersih di Kota Surabaya.