Minggu, 01 Nov 2026 10:30 WIB

Pria 64 Tahun Dinobatkan Jadi Wisudawan Tertua di ITS

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 27 Mar 2022 18:17 WIB
Wisudawan Tertua ITS, Indrajaja
Wisudawan Tertua ITS, Indrajaja

selalu.id - Wisudawan yang bernama, Indrajaja, dari Departemen Teknik Sipil Institut Teknologi Nopember (ITS) berhasil menamatkan studi magisternya di Usia 64 tahun dan dinobatkan menjadi wisudawan tertua yang ke 125 ITS, Minggu (27/3/2022).

Hampir selama 40 tahun berkecimpung di dunia konstruksi, lelaki yang akrab disapa Indra ini merasa banyak sekali perkembangan ilmu baru yang ingin dipelajarinya.

Baca Juga: Melihat dari Dekat Pasar Induk Surabaya: Fasilitas Lengkap, Bebas Biaya Sewa Lapak

Berangkat dari tekad tersebut, mantan Direktur Utama PT Nindya Karya ini memutuskan untuk melanjutkan studi di Teknik Sipil Manajemen Konstruksi ITS.

Hal ini sekaligus menjadi langkah awal akan keinginannya untuk menjadi pengajar di bidang yang selama ini ia geluti.

Indra menuturkan mengenai kendala yang dialami selama menjalani masa studi. Ia mengklaim perkembangan teknologi informasi menjadi halangan paling besar baginya.

Kemampuan menulis ilmiah yang jarang digunakan lantaran bekerja sebagai praktisi lapangan juga menjadi kendala lain yang cukup membuatnya kesusahan.

Beruntungnya, Indra memiliki minat membaca yang besar sehingga membantu dalam menyelesaikan masa studi. Selain itu, dukungan dari keluarga dan rekan kerja turut mengobarkan semangat Indra dalam menyusun tesis.

"Ditolak hampir sepuluh kali oleh dosen pembimbing. Tapi untungnya keluarga mendorong untuk terus maju," ungkap Indra.

Selain dukungan keluarga, tekad kuat dari seorang Indra juga menjadi faktor penting keberhasilannya lulus dalam kurun waktu tiga semester.

Baca Juga: Pelaku yang Loncat ke Sungai Usai Bacok Pemobil di Surabaya Belum Ditemukan

Ia mengingatkan diri sendiri untuk merasa malu saat ingin menyerah dan menegaskan kembali bahwa apa yang sudah ia mulai juga harus ia selesaikan.

Berkat perjuangannya, mantan Komisaris Utama PT Amarta Karya ini berhasil meraih IPK 3,92 dengan predikat cumlaude.

Untuk menyelesaikan studi magisternya, lelaki asli Surabaya ini mengangkat tesis berjudul Faktor-faktor yang Menyebabkan Kegagalan maupun Keberhasilan dari Pelaksanaan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi di Indonesia.

Tesis ini dibuat karena rasa prihatin akan banyaknya kecelakaan kerja di proyek-proyek pembangunan infrastruktur.

Baca Juga: Cekcok Berujung Pembacokan di Surabaya, 1 Pelaku Belum Ditemukan usai Lompat Sungai

"Kecelakaan ini sangat merugikan, jadi harus ada perhatian dari seluruh pihak yang terkait," ujarnya mengingatkan.

Lelaki kelahiran 1958 ini berharap tesis yang ditulisnya dapat bermanfaat bagi manajemen keselamatan konstruksi di Indonesia.

Ia juga berniat untuk mengajarkan ilmunya kepada junior dan rekan kerjanya yang berada di perusahaan konstruksi.

Indra berpesan kepada generasi muda untuk memanfaatkan waktu belajar sebaik mungkin agar ilmu yang diperoleh dapat segera diaplikasikan dalam dunia nyata untuk kemajuan bangsa dan negara. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Harga Emas Antam Hari Ini: Jual dan Beli Turun Bunda, Ini Rinciannya 

Pergerakan harga emas Antam Logam Mulia umumnya dipengaruhi oleh harga emas global serta nilai tukar rupiah.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Waspada Orang Kedua, Tapi Keberuntungan dan Uang Masih Oke

Ramalan zodiak hari ini meliputi seputar percintaan, keuangan dan karier bisa menjadi prediksi peruntungan di masa depan.

Sah! Hairul Syapril Sholeh Nahkoda Baru IKAPMII Jember 2026–2031

Kepengurusan baru ini diharapkan menjadi momentum memperkuat soliditas alumni sekaligus meningkatkan peran IKAPMII dalam kehidupan sosial dan pembangunan daerah

Bantu Pemulihan Pasokan Air Bersih, SIER Salurkan Dua Tandon Air bagi Warga Terdampak Kebakaran Gunung Arjuno

selalu.id - PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) terus menunjukkan kepeduliannya terhadap kebutuhan dasar masyarakat melalui program Tanggung Jawab

Bupati Jember Gus Fawait Turun Gunung Sosialisasikan Layanan Bunga Desaku

Gus Fawait menegaskan bahwa pengurusan administrasi kependudukan, khususnya Kartu Tanda Penduduk (KTP), tidak dipungut biaya.

Melihat Tradisi Tedak Sinten di Nganjuk, Sebar Uang Koin hingga Jadi Rebutan

selalu.id - Warga Dusun Kepuhtelu, Desa Balongrejo, Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk masih melestarikan tradisi adat Jawa Piton-Piton atau yang juga dikenal