Kamis, 05 Nov 2026 04:49 WIB

Pesan Khusus hingga Apresiasi DPRD usai Pemprov Jatim Raih Opini WTP 11 Kali

Ketua DPRD Jawa Timur, Musyafak Rouf (depan) bersama para wakil ketua DPRD Jatim dan Gubernur serta Wagub Jatim. (Dok. DPRD Jatim).
Ketua DPRD Jawa Timur, Musyafak Rouf (depan) bersama para wakil ketua DPRD Jatim dan Gubernur serta Wagub Jatim. (Dok. DPRD Jatim).

selalu.id - Ketua DPRD Jawa Timur, Musyafak Rouf mengapresiasi capaian Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur yang kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025.

Raihan ini menjadi yang ke-11 kali secara berturut-turut bagi Pemprov Jatim.

Baca Juga: Ekonomi Masih Tertekan, DPRD Jatim Minta Pemerintah Tunda Penambahan Pajak Baru

Musyafak menyebut predikat WTP tersebut merupakan kabar baik yang patut disyukuri oleh seluruh masyarakat Jawa Timur.

Menurutnya, capaian tersebut mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga tata kelola keuangan yang baik, transparan, dan akuntabel.

“WTP ini merupakan sebuah kenikmatan dan rasa syukur yang dalam bagi warga Jawa Timur dan pemerintah,” kata Musyafak usai rapat paripurna DPRD Jatim, Selasa (9/6/2026).

Meski demikian, ia menegaskan bahwa masih terdapat sejumlah rekomendasi dari BPK yang harus segera ditindaklanjuti.

DPRD Jawa Timur memastikan seluruh catatan dan rekomendasi tersebut dibahas serta diselesaikan sesuai amanat yang diberikan BPK RI.

“Rekomendasi-rekomendasi yang akan dibahas oleh DPRD akan segera kita tuntaskan dan kita selesaikan sebagaimana perintah dan amanat daripada BPK RI V yang tadi telah disampaikan,” jelasnya.

Politikus PKB ini menambahkan, DPRD Jatim menyambut positif opini WTP yang kembali diraih Pemprov Jatim. Ia berharap prestasi tersebut dapat terus dipertahankan dan menjadi landasan untuk memperkuat kualitas pengelolaan keuangan daerah pada masa mendatang.

Baca Juga: Apel Siaga Bencana di Jatim, Irjen Dekananto: Musim Hujan Diprediksi Datang Lebih Lambat

“Kami DPRD tentu merespons sangat baik atas status WTP yang telah diberikan oleh BPK. Mudah-mudahan ini bisa dipertahankan dan akan selalu menjadi kebaikan, akuntabilitas, profesionalisme, serta keterbukaan dalam pengelolaan anggaran dan APBD Jawa Timur di masa-masa yang akan datang,” papar Musyafak.

Sebelumnya, BPK RI menyerahkan LHP atas LKPD Jatim 2025. Atas hasil pemeriksaan LKPD Jatim 2025, BPK RI memberikan predikat WTP kepada Pemprov Jatim untuk kesekian kalinya.

Namun kendati mendapat WTP, BPK RI masih menemukan kelemahan pengendalian intern dan permasalahan terkait ketidakpatuhan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan.

Permasalahan tersebut antara lain, pertama pelaksanaan tiga paket pekerjaan dari belanja barang dan jasa, belanja modal gedung dan bangunan, serta belanja modal jalan, jaringan, dan irigasi belum tepat waktu pada tiga perangkat daerah dan belum dikenakan denda sehingga mengakibatkan kekurangan penerimaan.

Baca Juga: Kabar Gembira Warga Probolinggo, Gubernur Jatim Khofifah Gelontorkan Bantuan Rp19,6 M

Kedua, pengelolaan atas pelaksanaan Belanja Bantuan Keuangan Provinsi Jawa Timur kepada desa belum memadai, sehingga mengakibatkan kelebihan pembayaran atas kekurangan volume pekerjaan.

Terakhir soal Pengelolaan Jaminan Pertambangan Dinas ESDM belum memadai sehingga mengakibatkan kegiatan terkait pengelolaan jaminan kesungguhan, jaminan reklamasi dan jaminan pascatambang tidak terukur serta rawan disalahgunakan.

Disisi lain, Direktur Jenderal Pemeriksa Keuangan Negara V Widhi Widayat mengatakan, sesuai Pasal 20 Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara, Pemprov Jatim wajib menindaklanjuti atas temuan tersebut serta mengklarifikasi kepada BPK maksimal 60 hari setelah LHP diterima.

"Pemerintah Provinsi Jawa Timur wajib menindaklanjuti rekomendasi BPK dan memberikan jawaban atau penjelasan kepada BPK selambat-lambatnya 60 (enam puluh) hari setelah LHP diterima," tandas dia.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Tanda-tanda HP Disadap, Kenali 5 Ciri Ini dan Cara Mengatasinya Sebelum Data Bocor

Aksi peretasan ini tak hanya merampas privasi, namun berujung fatal pada pencurian data sensitif, seperti akun media sosial hingga kredensial perbankan.

Reaksi Presiden Prabowo saat Tahu Disadap Listyo Sigit Cs

Mensesneg Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa tindakan penyadapan semacam ini sangat mengkhawatirkan dan menjadi ancaman serius bagi kepentingan nasional.

Sukses Tekan Kasus Penyakit Menular, Wali Kota Mojokerto Ning Ita Sabet ATM Award 2026

Ning Ita menyebut capaian ini tidak lepas dari kerja bareng lintas sektor. Deteksi dini, kemudahan akses layanan, dan dukungan anggaran jadi fondasi utama.

Peringati HLUN 2026, Pemkab Sidoarjo Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Ramah Lansia

Wabup Sidoarjo Mimik Idayana menyampaikan bahwa perhatian terhadap kesejahteraan lansia harus diwujudkan dalam program kerja yang riil dan berdampak langsung.

Polresta Sidoarjo Bongkar Jaringan Narkoba Rp35 M, Pelakunya Petani hingga Pegawai Klinik

Dari pengungkapan ini, tim menyita barang bukti 1.765,13 gram sabu, 4,41 gram ganja, serta 2.018 butir ekstasi, dan meringkus 180 tersangka.

Wujud Kepedulian Sesama, PT SIER Gelar Aksi Donor Darah di Hari Pahlawan

SIER berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.