DPRD Surabaya Minta Polisi Hukum Tegas Para Siswa SMAN 11 yang Keroyok Remaja hingga Tewas
- Penulis : Ade Resty
- | Selasa, 09 Jun 2026 11:00 WIB
selalu.id - Kasus pengeroyokan yang menewaskan Thomas Julius Kristianto, remaja 18 tahun asal Manukan, Surabaya oleh sejumlah siswa SMAN 11, mendapat perhatian serius DPRD Surabaya.
Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko meminta para pelaku dijatuhi hukuman tegas agar memberikan efek jera dan mencegah terulangnya kekerasan di kalangan pelajar.
Baca Juga: Surabaya Jadi Percontohan Nasional Program Indonesia-UEA Cegah Sampah Plastik ke Laut
Yona mengapresiasi langkah cepat Satreskrim Polrestabes Surabaya yang berhasil mengungkap kasus tersebut dan menangkap para tersangka dalam waktu singkat.
“Saya menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polrestabes Surabaya yang berhasil mengungkap kasus ini dengan cepat. Tragedi ini menjadi preseden buruk bagi dunia pendidikan dan pergaulan remaja di Surabaya,” ungkapnya, Selasa (9/6/2026).
Yona mengatakan sebagian besar tersangka telah memasuki usia yang dapat dimintai pertanggungjawaban hukum. Karena itu, proses hukum harus berjalan tanpa adanya perlakuan khusus terhadap para pelaku.
“Mereka rata-rata sudah bukan di bawah umur. Proses hukum harus tetap berjalan dan pelaku harus dihukum tegas agar menjadi efek jera,” tegasnya.
Selain menyoroti proses hukum, Yona menilai kasus tersebut menjadi peringatan serius bagi seluruh pihak terkait maraknya kekerasan di lingkungan pelajar.
Ia mendorong Pemerintah Kota Surabaya memperkuat langkah pencegahan melalui edukasi hukum di sekolah.
Baca Juga: Ternyata, Ini Penyebab Aliran Air di Tambaksari Surabaya Tidak Lancar
Program sosialisasi seperti Satpol PP Goes to School perlu diperluas untuk memberikan pemahaman kepada siswa mengenai konsekuensi hukum dari tindakan kekerasan.
“Banyak remaja yang belum memahami bahwa tindakan kriminal bisa berdampak panjang terhadap masa depan mereka. Edukasi hukum harus diperkuat agar kasus serupa tidak kembali terjadi,” jelas Yona.
Yona menegaskan, tindakan kekerasan yang berujung hilangnya nyawa tidak hanya merugikan korban dan keluarga, tetapi juga menghancurkan masa depan pelaku.
Karena itu, upaya pencegahan melalui pendidikan karakter dan kesadaran hukum harus menjadi perhatian bersama.
Baca Juga: Masa Depanku Direnggut: Kisah Sedih Gadis Surabaya Dilecehkan sang Pelatih
Kasi Humas Polrestabes Surabaya, AKP Hadi Ismanto membenarkan adanya kasus tersebut. Katanya, para terduga pelaku saat ini masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik.
“Sudah diamankan dan sekarang sedang menjalani penyidikan di Unit Resmob,” katanya.
Hingga kini, penyidik Polrestabes Surabaya masih mendalami motif serta rangkaian peristiwa yang menyebabkan Thomas mengalami luka berat hingga akhirnya meninggal dunia.
Editor : Zein Muhammad