Sabtu, 13 Jun 2026 18:30 WIB

DPRD Surabaya Minta Polisi Hukum Tegas Para Siswa SMAN 11 yang Keroyok Remaja hingga Tewas

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 09 Jun 2026 11:00 WIB
Foto Thomas Julius Kristianto semasa hidup. (Dok. Selalu.id).
Foto Thomas Julius Kristianto semasa hidup. (Dok. Selalu.id).

selalu.id - Kasus pengeroyokan yang menewaskan Thomas Julius Kristianto, remaja 18 tahun asal Manukan, Surabaya oleh sejumlah siswa SMAN 11, mendapat perhatian serius DPRD Surabaya.

Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko meminta para pelaku dijatuhi hukuman tegas agar memberikan efek jera dan mencegah terulangnya kekerasan di kalangan pelajar.

Baca Juga: Surabaya Jadi Percontohan Nasional Program Indonesia-UEA Cegah Sampah Plastik ke Laut

Yona mengapresiasi langkah cepat Satreskrim Polrestabes Surabaya yang berhasil mengungkap kasus tersebut dan menangkap para tersangka dalam waktu singkat.

“Saya menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polrestabes Surabaya yang berhasil mengungkap kasus ini dengan cepat. Tragedi ini menjadi preseden buruk bagi dunia pendidikan dan pergaulan remaja di Surabaya,” ungkapnya, Selasa (9/6/2026).

Yona mengatakan sebagian besar tersangka telah memasuki usia yang dapat dimintai pertanggungjawaban hukum. Karena itu, proses hukum harus berjalan tanpa adanya perlakuan khusus terhadap para pelaku.

“Mereka rata-rata sudah bukan di bawah umur. Proses hukum harus tetap berjalan dan pelaku harus dihukum tegas agar menjadi efek jera,” tegasnya.

Selain menyoroti proses hukum, Yona menilai kasus tersebut menjadi peringatan serius bagi seluruh pihak terkait maraknya kekerasan di lingkungan pelajar.

Ia mendorong Pemerintah Kota Surabaya memperkuat langkah pencegahan melalui edukasi hukum di sekolah.

Baca Juga: Ternyata, Ini Penyebab Aliran Air di Tambaksari Surabaya Tidak Lancar

Program sosialisasi seperti Satpol PP Goes to School perlu diperluas untuk memberikan pemahaman kepada siswa mengenai konsekuensi hukum dari tindakan kekerasan.

“Banyak remaja yang belum memahami bahwa tindakan kriminal bisa berdampak panjang terhadap masa depan mereka. Edukasi hukum harus diperkuat agar kasus serupa tidak kembali terjadi,” jelas Yona.

Yona menegaskan, tindakan kekerasan yang berujung hilangnya nyawa tidak hanya merugikan korban dan keluarga, tetapi juga menghancurkan masa depan pelaku.

Karena itu, upaya pencegahan melalui pendidikan karakter dan kesadaran hukum harus menjadi perhatian bersama.

Baca Juga: Masa Depanku Direnggut: Kisah Sedih Gadis Surabaya Dilecehkan sang Pelatih

Kasi Humas Polrestabes Surabaya, AKP Hadi Ismanto membenarkan adanya kasus tersebut. Katanya, para terduga pelaku saat ini masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik.

“Sudah diamankan dan sekarang sedang menjalani penyidikan di Unit Resmob,” katanya.

Hingga kini, penyidik Polrestabes Surabaya masih mendalami motif serta rangkaian peristiwa yang menyebabkan Thomas mengalami luka berat hingga akhirnya meninggal dunia.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Porkab Karate Sidoarjo Dibuka, Ratusan Atlet Disiapkan untuk Porprov 

Pembukaan Porkab Sidoarjo 2026 Cabang Olahraga Karate di GOR Delta Sidoarjo. (Foto: Ariyanto/selalu.id) 

Di Bulan Bung Karno, Armuji Tantang Kader Gen Z PDIP Surabaya jadi Anggota Dewan

Armuji, menegaskan bahwa Gen-Z memiliki peran strategis dalam menentukan masa depan partai maupun bangsa.

Pertama Kali Pasca Islah, Subandi-Mimik Pamer Kekompakan di Depan Publik Sidoarjo

Sebelumnya, kedua belah pihak bahkan sempat saling melayangkan laporan ke pihak kepolisian atas pertikaian itu.

Semarak Piala Dunia 2026, Warga Desa Medali di Mojokerto Pasang 48 Bendera Kontestan

Sebanyak 48 bendera yang berlaga di piala dunia itu didapatkan dari anggaran yang diperoleh dari iuran secara sukarela.

Sekretariat DPRD Jatim Kembangkan Tanaman Hidroponik, Sri Wahyuni Mengapresiasi

Di area depan ruangan Fraksi PDI-P, terlihat deretan tanaman hidroponik yang ditanam menggunakan media pipa paralon tersusun rapi.

Peringati Harganas ke-33, KB Permanen di Jember Sasar 234 Perempuan dan 25 Laki-laki

Target akseptor MOW di Jember berkisar 250 peserta dan kini hampir seluruhnya telah terpenuhi.