Rabu, 28 Okt 2026 07:47 WIB

Bahagianya Para Pedagang Kaki Lima di JFC 2026, Jualannya Laris Manis

Endang, penjual jajanan Rangen saat melayani pembeli pada acara JFC 2026 (Foto: Nurul/selalu.id).
Endang, penjual jajanan Rangen saat melayani pembeli pada acara JFC 2026 (Foto: Nurul/selalu.id).

selalu.id - Jember Fashion Carnaval (JFC) 2026 kembali membuktikan diri bukan hanya sebagai ajang seni dan budaya berkelas internasional, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat. 

Membludaknya pengunjung yang memadati pusat Kota Jember selama rangkaian kegiatan berlangsung membawa berkah bagi para pelaku usaha mikro dan pedagang kaki lima.

Baca Juga: Kunjungi MPP Jember, MenPAN-RB Puji Langkah Strategis Integrasi 279 Layanan Publik

Sejak pembukaan rangkaian JFC pada Jumat (24/7/2026) hingga puncak acara pada Minggu (26/7/2026), kawasan sekitar Alun-Alun Jember, Pendopo Wahyawibawagraha, hingga jalur karnaval dipenuhi ribuan warga dan wisatawan. Kondisi tersebut membuat aktivitas jual beli meningkat tajam.

Salah satu pedagang yang merasakan dampaknya adalah Endang (51), penjual rangen, jajanan tradisional khas Jember, asal Desa Panti. Ia mengaku penjualannya meningkat signifikan selama berlangsungnya JFC.

Endang yang telah menekuni usaha tersebut sejak 2019 mengatakan dagangannya hampir selalu habis setiap hari karena tingginya jumlah pembeli.

"Sejak hari Jumat sampai Minggu ini ramai sekali. Pembeli datang terus bergantian sehingga dagangan saya cepat habis. Alhamdulillah, rezekinya jauh lebih baik dibanding hari biasa," ungkapnya, Minggu (26/7/2026).

Menurut Endang, JFC selalu menjadi momen yang paling dinantikan para pedagang kecil. Kehadiran ribuan pengunjung setiap tahun memberikan peluang besar untuk meningkatkan pendapatan keluarga.

Baca Juga: Operasi Patuh Semeru 2026, Polisi Bagikan Cokelat untuk Pengendara di Jember

"Kalau ada JFC seperti ini, kami ikut merasakan manfaatnya. Semoga acara ini terus ada setiap tahun karena sangat membantu pedagang kecil seperti kami," katanya.

Hal yang sama diungkapkan Agus Sodikin, pedagang gorengan dan kopi yang berjualan di sekitar Pendopo Wahyawibawagraha. Warga Kelurahan Jember Lor, Kecamatan Patrang, itu mengaku omzet usahanya meningkat hingga tiga kali lipat selama penyelenggaraan JFC.

"Alhamdulillah, gorengan dan kopi yang saya jual laris. Omzet bisa naik sekitar tiga kali lipat dibanding hari biasa karena pengunjung sangat banyak," katanya.

Ramainya transaksi selama JFC menunjukkan bahwa penyelenggaraan event berskala internasional tidak hanya berdampak pada sektor pariwisata, tetapi juga memberikan efek berganda bagi perekonomian daerah.

Baca Juga: Bupati Fawait Minta Koni Jember Targetkan Kebangkitan Prestasi di Porprov Jatim 2027

Meningkatnya jumlah wisatawan ikut menggerakkan roda ekonomi masyarakat, mulai dari pedagang makanan tradisional, minuman, parkir, jasa transportasi, hingga berbagai pelaku UMKM yang memanfaatkan momentum tersebut untuk meningkatkan pendapatan.

Keberhasilan JFC 2026 dalam menarik ribuan pengunjung diharapkan terus menjadi motor penggerak ekonomi lokal. 

Selain memperkuat citra Jember sebagai destinasi wisata kreatif, ajang tahunan ini juga membuka peluang usaha yang lebih luas bagi masyarakat serta memperkuat peran UMKM sebagai tulang punggung perekonomian daerah. (ADV).

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Waspada Cuaca Ekstrem di Nganjuk Beberapa Hari ke Depan, Ini Imbauan BMKG

Waspadai bencana susulan, mulai dari pohon tumbang, banjir genangan di kawasan perkotaan, hingga ancaman tanah longsor.

Jomblo Merapat, Ini Tips Bahagia dari Psikolog

Banyaknya pasangan di suatu area ternyata tak berdampak langsung pada kebahagiaan warga lajang. Kepuasan hidup mereka relatif stabil.

PLTS Terapung Terbesar ke-2 RI di Malang Siap Aliri Listrik Akhir 2026

Percepatan ini menjadi komitmen PLN NP dalam memperkuat bauran energi baru terbarukan (EBT) dan mengawal transisi energi nasional.

Viral BPJS Kesehatan Dikabarkan Mau Dihapus, Ini Faktanya

BPJS Kesehatan meminta masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh spekulasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

Mitsubishi Pajero Rilis SUV Terbaru, Intip Kecagihan dan Harganya

Diproduksi langsung di fasilitas Mitsubishi Motors Laem Chabang, Provinsi Chonburi, Thailand menawarkan Pajero terbaru dalam tiga pilihan varian.

Pengelola Pasar Tanjungsari Surabaya Minta Pemkot Tak Tebang Pilih Terapkan Perda

Proses distribusi komoditas dari berbagai wilayah dinilai tidak selalu bisa menyesuaikan ketentuan waktu yang berlaku.