Sabtu, 12 Sep 2026 18:48 WIB

Bahagianya Para Pedagang Kaki Lima di JFC 2026, Jualannya Laris Manis

Endang, penjual jajanan Rangen saat melayani pembeli pada acara JFC 2026 (Foto: Nurul/selalu.id).
Endang, penjual jajanan Rangen saat melayani pembeli pada acara JFC 2026 (Foto: Nurul/selalu.id).

selalu.id - Jember Fashion Carnaval (JFC) 2026 kembali membuktikan diri bukan hanya sebagai ajang seni dan budaya berkelas internasional, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat. 

Membludaknya pengunjung yang memadati pusat Kota Jember selama rangkaian kegiatan berlangsung membawa berkah bagi para pelaku usaha mikro dan pedagang kaki lima.

Baca Juga: Peduli Inovasi Ekonomi Kreatif, Pemkab Jember Raih Penghargaan Nasional

Sejak pembukaan rangkaian JFC pada Jumat (24/7/2026) hingga puncak acara pada Minggu (26/7/2026), kawasan sekitar Alun-Alun Jember, Pendopo Wahyawibawagraha, hingga jalur karnaval dipenuhi ribuan warga dan wisatawan. Kondisi tersebut membuat aktivitas jual beli meningkat tajam.

Salah satu pedagang yang merasakan dampaknya adalah Endang (51), penjual rangen, jajanan tradisional khas Jember, asal Desa Panti. Ia mengaku penjualannya meningkat signifikan selama berlangsungnya JFC.

Endang yang telah menekuni usaha tersebut sejak 2019 mengatakan dagangannya hampir selalu habis setiap hari karena tingginya jumlah pembeli.

"Sejak hari Jumat sampai Minggu ini ramai sekali. Pembeli datang terus bergantian sehingga dagangan saya cepat habis. Alhamdulillah, rezekinya jauh lebih baik dibanding hari biasa," ungkapnya, Minggu (26/7/2026).

Menurut Endang, JFC selalu menjadi momen yang paling dinantikan para pedagang kecil. Kehadiran ribuan pengunjung setiap tahun memberikan peluang besar untuk meningkatkan pendapatan keluarga.

Baca Juga: Pembahasan KUA-PPAS 2027 Rampung, Pemkab Jember dan DPRD Sepakati Target Pendapatan Rp4,5 Triliun

"Kalau ada JFC seperti ini, kami ikut merasakan manfaatnya. Semoga acara ini terus ada setiap tahun karena sangat membantu pedagang kecil seperti kami," katanya.

Hal yang sama diungkapkan Agus Sodikin, pedagang gorengan dan kopi yang berjualan di sekitar Pendopo Wahyawibawagraha. Warga Kelurahan Jember Lor, Kecamatan Patrang, itu mengaku omzet usahanya meningkat hingga tiga kali lipat selama penyelenggaraan JFC.

"Alhamdulillah, gorengan dan kopi yang saya jual laris. Omzet bisa naik sekitar tiga kali lipat dibanding hari biasa karena pengunjung sangat banyak," katanya.

Ramainya transaksi selama JFC menunjukkan bahwa penyelenggaraan event berskala internasional tidak hanya berdampak pada sektor pariwisata, tetapi juga memberikan efek berganda bagi perekonomian daerah.

Baca Juga: Kabar Baik! 8.190 PPPK Paruh Waktu Jember Diperpanjang, Siap Dialihkan jadi Penuh Waktu

Meningkatnya jumlah wisatawan ikut menggerakkan roda ekonomi masyarakat, mulai dari pedagang makanan tradisional, minuman, parkir, jasa transportasi, hingga berbagai pelaku UMKM yang memanfaatkan momentum tersebut untuk meningkatkan pendapatan.

Keberhasilan JFC 2026 dalam menarik ribuan pengunjung diharapkan terus menjadi motor penggerak ekonomi lokal. 

Selain memperkuat citra Jember sebagai destinasi wisata kreatif, ajang tahunan ini juga membuka peluang usaha yang lebih luas bagi masyarakat serta memperkuat peran UMKM sebagai tulang punggung perekonomian daerah. (ADV).

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Sambil Menyelam Minum Air, Remaja Mojokerto Curi 6 Tabung Elpiji di Tempat Kerja

“Yang bersangkutan saat ini sudah diamankan di mapolres untuk diproses lebih lanjut,” urai Iptu Suhartanto.

Mau Ubah Desil? Ini Arahan dari Pemkot Mojokerto

Keluhan yang paling banyak disampaikan masyarakat yakni berkaitan dengan desil yang terlalu tinggi.

Adu Banteng Dua Motor di Trowulan Mojokerto, Satu Pelajar Tewas

Sepeda motor Honda C-70 diduga berjalan terlalu ke kanan. Pada saat bersamaan, dari arah berlawanan melaju sepeda motor Yamaha Vega R.

Kekeringan di Tuban-Bojonegoro Menahun, Pemprov Didesak Ubah Penanganan untuk Jangka Panjang

"Bagaimana air bisa ditampung, disimpan, dan didistribusikan sehingga tersedia ketika musim kemarau," tegas Ony.

Konsolidasi Akbar FSPMI Bahas UU Cipta Kerja, yang Datang Kapolri

Kapolri menekankan pentingnya menjaga iklim investasi tetap aman dan kondusif.

Identitas Korban Tewas dan Luka Laka Hiace di Tol Jombang-Mojokerto

Tiga orang tewas di lokasi kejadian dan satu meninggal saat perjalanan evakuasi ke RSUD Jombang.