Selasa, 28 Jul 2026 19:03 WIB

TPS Raih 4 Penghargaan Dalam Kinerja dan Penerapan Manajemen Risiko

PT Terminal Petikemas Surabaya saat mendapatkan empat penghargaan di ajang Human Capital & Legal. (Dok. TPS for selalu.id).
PT Terminal Petikemas Surabaya saat mendapatkan empat penghargaan di ajang Human Capital & Legal. (Dok. TPS for selalu.id).

selalu.id - PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) kembali menorehkan prestasi gemilang dengan meraih pengakuan atas kinerja unggul di lingkungan Subholding Pelindo Terminal Petikemas (SPTP).

Perusahaan tidak hanya sukses membawa pulang penghargaan pada ajang Risk Award SPTP 2025, tetapi juga dinobatkan sebagai penerima penghargaan dalam Human Capital & Legal Forum 2026 dengan gelar “The Most Productive Terminal Award Based on BOPO” untuk kategori Anak Perusahaan.

Baca Juga: Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Penghargaan ini merupakan hasil nyata dari upaya berkelanjutan TPS dalam menjaga efisiensi operasional serta menjaga tingkat produktivitas yang optimal, yang salah satunya terukur melalui indikator rasio Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO).

Keberhasilan tersebut juga tidak lepas dari komitmen perusahaan dalam menerapkan sistem manajemen risiko secara disiplin, terintegrasi, dan menyeluruh di setiap lini bisnis.

Dalam ajang Risk Award SPTP 2025 yang hasilnya diumumkan pada Rabu (3/6/2026) lalu, TPS berhasil mengumpulkan tiga penghargaan di tingkat anak perusahaan sebagai bentuk apresiasi atas konsistensi penerapan tata kelola risiko yang baik.

Prestasi tersebut meliputi: juara 2 Kategori RINDU (Risk Individu), yang diraih oleh Cahya Ardie Firmansyah; Juara 3 Kategori KANGEN (Kejuaraan Antar Risk Agent), yang disabet oleh tim PT Terminal Petikemas Surabaya, dan juara 2 Kategori INTIM (Improvement Implementation), juga diraih oleh PT Terminal Petikemas Surabaya.

Sebagai informasi, kategori RINDU menilai seberapa besar kontribusi individu dalam memperkuat budaya sadar risiko di lingkungan kerja.

Sementara itu, kategori KANGEN berfokus pada pengujian kompetensi petugas pengelola risiko dalam menerapkan standar tata kelola yang berlaku, dan kategori INTIM mengukur keberhasilan perusahaan dalam menerapkan program perbaikan berkelanjutan pada sistem manajemen risiko organisasi.

Baca Juga: Dukung Aktivitas Ekonomi Masyarakat, TPK Perawang Serahkan Bantuan Tenda Lipat untuk UMKM

Pencapaian ini semakin menegaskan bahwa predikat sebagai terminal paling produktif bukan hanya didukung oleh efisiensi kerja semata, melainkan juga ditopang oleh kebiasaan dan kesadaran seluruh elemen perusahaan dalam mengelola risiko.

Kedisiplinan dalam mengidentifikasi, mengelola, dan mengurangi potensi risiko secara terstruktur menjadi pondasi utama dalam menjaga keandalan layanan, menekan biaya operasional, serta menjaga kestabilan kinerja jangka panjang perusahaan.

Sekretaris Perusahaan PT Terminal Petikemas Surabaya, Erika Asih Palupi menjelaskan bahwa keseimbangan antara produktivitas dan pengelolaan risiko menjadi kunci utama bagi perusahaan untuk bertahan dan berkembang di tengah dinamika industri kepelabuhanan yang semakin beragam dan menantang.

“Penghargaan ini menjadi bukti nyata bahwa kedisiplinan dan konsistensi dalam mengelola risiko memiliki hubungan yang erat dengan pencapaian kinerja yang baik," katanya, Senin (8/6/2026).

Baca Juga: Pelindo Terminal Petikemas Raih Dua Penghargaan dalam Ajang Green and Smart Port 2026

"Di TPS, kami terus membangun budaya kerja yang menjadikan manajemen risiko sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari setiap proses bisnis yang dijalankan. Hal ini kami lakukan agar mampu menjaga efisiensi, meningkatkan daya saing, serta senantiasa memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh pelanggan kami,” tambahnya.

Pihak manajemen juga menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh keluarga besar TPS atas keterlibatan aktif dan tanggung jawab yang telah dijalankan dalam setiap aspek pengelolaan bisnis.

Ke depannya, TPS berkomitmen untuk terus memperkuat penerapan sistem Tata Kelola, Risiko, dan Kepatuhan (GRC) secara terintegrasi, serta terus mendorong terciptanya inovasi dan peningkatan produktivitas demi mendukung pertumbuhan usaha yang berkelanjutan dan bernilai tambah.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Temukan Pedestrian Rusak hingga Masalah Pupuk, Wabup Sidoarjo Minta OPD Gerak Cepat

Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana meminta perbaikan segera dilakukan agar tidak menimbulkan risiko bagi masyarakat.

IKA Unair Jember Resmi Dikukuhkan, Siap Dukung Program Pemkab

Pemerintah Kabupaten Jember berkomitmen menerapkan tata kelola pemerintahan yang profesional dengan mengedepankan kinerja sebagai dasar pengambilan keputusan.

Forkopimda Sidoarjo Siap Berantas Prostitusi hingga Miras Ilegal

Selain menindak toko miras tanpa izin, Pemkab Sidoarjo juga akan mengevaluasi lokasi usaha yang telah mengantongi izin namun diduga melanggar ketentuan daerah.

Bahagianya Para Pedagang Kaki Lima di JFC 2026, Jualannya Laris Manis

Endang, salah satu penjual Rangen mengatakan dagangannya hampir selalu habis setiap hari karena tingginya jumlah pembeli selama acara JFC 2026.

PDIP Surabaya Masih Bungkam soal Kadernya yang Diduga Asik Ngegim saat Rapat Paripurna

Bahkan, anggota dewan itu diduga terus melanjutkan permainannya hingga Ketua DPRD Surabaya Syaifuddin Zuhri mengetuk palu tanda berakhirnya rapat paripurna.

Harga Emas Antam Hari Ini: Jual dan Beli Kembali Kompak Turun, Segini Rinciannya

Sedangkan dalam sebulan terakhir harga emas Antam juga turun dengan rentang Rp2.769.000-2.992.000 per gram.