Senin, 02 Nov 2026 07:57 WIB

Tumbal Wedhus Kendit hingga Perjanjian Mematikan di Balik Pesugihan Gunung Kawi

Ilustrasi ritual di Gunung Kawi. (Dok. Google Gemini).
Ilustrasi ritual di Gunung Kawi. (Dok. Google Gemini).

selalu.id - Gunung Kawi tak lepas dengan kata pesugihan, ritual hingga mistisnya. Terletak di barat daya Kabupaten Malang, Gunung Kawi konon disebut-sebut menawarkan kekayaan instan dengan imbalan yang mengerikan.

Selama bertahun-tahun, tempat ini diselimuti aura gaib, menarik perhatian banyak orang yang mencari jalan pintas menuju kemakmuran.

Baca Juga: Misteri Pesugihan Gunung Kawi, Jalan Pintas Menuju Kemakmuran?

Meskipun para juru kunci dan pihak pengelola menegaskan bahwa tempat ini adalah lokasi ziarah, narasi tentang pesugihan tetap menjadi daya tarik misterius yang tak lekang oleh waktu.

Lantas, apa saja pesugihan paling tersohor (terkenal) di Gunung Kawi? Berikut rangkumannya:

Perjanjian Mematikan, Harta Dibalas Nyawa

Kepercayaan akan adanya pesugihan tak lepas dari pemahaman "harta dibalas nyawa". Mitos yang beredar di masyarakat menyebutkan bahwa kekayaan yang diperoleh melalui jalan pesugihan harus dibayar dengan nyawa.

Menurut salah satu peneliti mahasiswa dari Universitas Brawijaya (UB), Harun Rasyid Al Habsyi, pengorbanan ini bervariasi tergantung motif pelaku.

"Kami memang menemukan istilah 'harta dibalas nyawa'. Pengorbanannya bervariasi, tergantung motif, karena ada yang mencari kekayaan, jabatan, hingga penglaris," ungkapnya.

Meski begitu, tidak ada bukti nyata yang mendukung klaim tersebut. Harun mengatakan, informasi ini hanya didapat dari penuturan warga lokal dan belum dapat dipastikan kebenarannya karena fokus utama penelitian mereka adalah aspek mental.

Baca Juga: Polda Jatim Perketat Pengamanan 1 Suro, Larang Bawa Atribut hingga Konvoi

Alih-alih menemukan bukti tumbal, studi itu justru menemukan adanya korelasi antara keyakinan kuat pada praktik tersebut dengan gangguan mental, khususnya psikosis.

Artinya, obsesi pada pesugihan bisa jadi merupakan kecenderungan psikologis tertentu yang mendorong seseorang mencari solusi irasional.

Tumbal 'Wedhus Kendit'

Merangkum dari berbagai sumber, salah satu elemen paling terkenal dari mitos pesugihan Gunung Kawi adalah penggunaan "wedhus kendit" sebagai tumbal.

Baca Juga: Misteri Malam Jumat Legi: Malamnya Makhluk Gaib hingga Dukun, Fakta atau Mitos?

Kambing ini memiliki ciri khas berupa corak berwarna putih melingkar di bagian perutnya, yang menyerupai sabuk.

Konon, kambing ini adalah syarat utama dalam ritual tertentu untuk mendapatkan kekayaan atau jabatan.

Ritual ini disebut-sebut dilakukan pada malam-malam keramat seperti malam Jumat Legi atau malam 1 Suro, dengan biaya yang tidak sedikit.

Praktik ini dipercaya melibatkan sosok pemandu spiritual yang disebut "pangoyeg". Di mana, pangoyeg dipercaya memiliki kekuatan untuk memperantarai permintaan manusia dengan entitas gaib.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Perkuat AI TechCo, Indosat Bukukan Laba Rp4,9 Triliun di Kuartal III 2026

Angka ini melonjak signifikan dibanding perolehan sepanjang 2025 yang sebesar USD28 juta, dan diproyeksikan menyentuh USD100 juta pada akhir 2026.

Bakal Dihadiri 13 Ribu Peserta, Ini Rangkaian dan Jadwal Milad ke-7 LSN di Alun-Alun Jember

Konsolidasi akbar ini menargetkan kehadiran sekitar 13 ribu peserta sekaligus memecahkan momentum pelantikan massal bagi ribuan pengurus LSN dan Srikandi LSN.

Sketsa YouTube Woko Channel jadi Film Layar Lebar "Piye To Kih?": Tayang di Bioskop 19 November

Cerita film ini tentang Mukidi setelah rencananya untuk menikah berantakan sampai ia bertemu Sukma, perempuan yang membawanya pada sebuah hubungan yang absurd.

Muaythai Jatim Mulai Petakan Regenerasi Atlet untuk PON 2028

Gebrakan ini dilakukan setelah Baso Juherman kembali terpilih secara aklamasi untuk memimpin Pengprov MI Jatim periode 2026–2031.

Gudang Minyak Goreng di Kemuning Sidoarjo Ludes Terbakar

Mengenai pemicu amukan api serta estimasi kerugian materiil, pihak Damkarmat Sidoarjo mengaku masih belum bisa memastikannya, begitupun penyebabnya.

Haul Akbar Sidoarjo 2026, Bupati Subandi Ajak Warga Perkuat Moral dan Persatuan

Bupati Sidoarjo Subandi mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga kebersamaan dan saling menghormati dalam kehidupan bermasyarakat.