Selasa, 20 Okt 2026 05:48 WIB

DPRD Surabaya Sebut Teror Pocong AI Bukti Rendahnya Literasi Digital

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 01 Jun 2026 17:52 WIB
Anggota Komisi A DPRD Surabaya Azhar Kahfi. (Dok. Ade/selalu.id).
Anggota Komisi A DPRD Surabaya Azhar Kahfi. (Dok. Ade/selalu.id).

selalu.id - Viralnya teror pocong yang sempat membuat warga Surabaya resah ternyata menjadi alarm bagi rendahnya literasi digital masyarakat.

Anggota Komisi A DPRD Surabaya, Azhar Kahfi menilai banyak warga masih mudah mempercayai informasi yang beredar di media sosial tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu.

Baca Juga: Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Wali Kota Eri Bilang Gini

Fenomena teror pocong yang sempat menghebohkan warga Surabaya belakangan diketahui berasal dari gambar hasil rekayasa kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Meski bukan kejadian nyata, konten tersebut sempat memicu keresahan publik setelah tersebar luas di media sosial.

Azhar Kahfi mengatakan kasus tersebut menunjukkan pentingnya penguatan literasi digital di tengah pesatnya perkembangan teknologi AI.

“Kasus ini menunjukkan bahwa teknologi bisa digunakan untuk hal positif maupun negatif. Ketika masyarakat langsung percaya tanpa verifikasi, maka informasi palsu sangat mudah menciptakan kepanikan,” jelasnya, Senin (1/6/2026).

Menurut Azhar Kahfi, penyebaran konten rekayasa AI yang menimbulkan keresahan publik tidak dapat dianggap sebagai sekadar candaan. Sebab, informasi yang memicu ketakutan masyarakat berpotensi mengganggu ketertiban umum.

“Kalau sudah menimbulkan keresahan dan mengganggu ketertiban masyarakat, tentu ini bukan lagi persoalan iseng. Ada dampak sosial yang harus menjadi perhatian bersama,” katanya.

Politisi Partai Gerindra ini pun mendorong Pemerintah Kota Surabaya bersama aparat penegak hukum memperkuat edukasi literasi digital kepada masyarakat.

Baca Juga: Perda Air Limbah Disetujui, Fraksi Gerindra Minta Tarif Sanitasi Adil

Langkah tersebut dinilai penting agar warga mampu membedakan informasi asli dengan konten hasil manipulasi digital.

“Edukasi harus terus dilakukan karena sekarang teknologi AI semakin mudah diakses. Masyarakat perlu dibekali kemampuan membedakan mana informasi asli dan mana yang merupakan hasil manipulasi digital,” papar dia.

Azhar Kahfi mengaku mengapresiasi kreativitas masyarakat dalam memanfaatkan teknologi digital dan media sosial.

Namun, ia mengingatkan kebebasan berekspresi tetap harus mempertimbangkan kenyamanan dan ketertiban lingkungan.

Karena itu, pihaknya mengimbau masyarakat menghentikan pembuatan konten pocong yang berpotensi menimbulkan keresahan, baik dilakukan secara langsung maupun menggunakan teknologi AI.

Baca Juga: Kasus Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Polisi Tunggu Hasil Toksikologi

“Konten yang mengganggu ketertiban, membuat takut, atau mengusik kenyamanan orang lain merupakan bentuk pelanggaran etika sosial. Mari berkarya melalui konten yang positif, edukatif, dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar,” jelasnya.

Azhar Kahfi juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas kebenarannya.

Menurutnya, sikap kritis dan kebiasaan memverifikasi informasi menjadi kunci untuk mencegah penyebaran hoaks di era digital.

“Jangan sampai masyarakat sibuk mempercayai isu-isu mistis yang belum jelas kebenarannya, sementara ada potensi gangguan keamanan lain yang justru luput dari perhatian. Yang paling penting adalah tetap tenang, kritis, dan melakukan pengecekan fakta sebelum menyebarkan informasi,” pungkas dia.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Jaga Kamtibmas, Kapolres Nganjuk Instruksikan Kapolsek Jajaran Cek Rutin SPBU

Langkah ini dilakukan untuk memantau langsung stok BBM, terutama jenis bersubsidi, sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal.

Diam-diam Prabowo Panggil Tito dan Dudung untuk Rapat Terbatas, Ada Apa?

Rapat terbatas ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi lintas kementerian yang sebelumnya digelar di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat.

Krisis Air Bersih dan Gagal Panen Mengancam Indonesia, Ini Peringatan BMKG

Tren ini memperparah penyusutan curah hujan tahunan hingga 2–3 persen per dekade, khususnya di wilayah selatan khatulistiwa, disertai kenaikan muka air laut.

Kapolri Ungkap Keterlibatan Perusahaan Asing dalam Kasus Karhutla, Bidik Tersangka Baru

Langkah tegas ini menjadi sinyal kuat bahwa penegakan hukum kasus karhutla tidak hanya menyasar pelaku di lapangan, melainkan juga menyasar korporasi asing.

Korban Tewas dalam Kebakaran Bromo Kini jadi Lima Orang, Ini Identitasnya

Gugurnya Munawi menambah daftar panjang pahlawan pemadam karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Sidak SPBU, Polres Probolinggo Tegaskan Stok BBM Aman dan Bantah Isu Panic Buying

Sejauh ini, sedikitnya 11 SPBU telah dipantau oleh tim gabungan, termasuk dari Satreskrim Polres Probolinggo, dan ditegaskan stok BBM aman.