Jumat, 04 Sep 2026 18:45 WIB

DPRD Surabaya Sebut Teror Pocong AI Bukti Rendahnya Literasi Digital

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 01 Jun 2026 17:52 WIB
Anggota Komisi A DPRD Surabaya Azhar Kahfi. (Dok. Ade/selalu.id).
Anggota Komisi A DPRD Surabaya Azhar Kahfi. (Dok. Ade/selalu.id).

selalu.id - Viralnya teror pocong yang sempat membuat warga Surabaya resah ternyata menjadi alarm bagi rendahnya literasi digital masyarakat.

Anggota Komisi A DPRD Surabaya, Azhar Kahfi menilai banyak warga masih mudah mempercayai informasi yang beredar di media sosial tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu.

Baca Juga: Marak Pemotongan Unggas Ilegal di Permukiman Padat Surabaya, DPRD Bilang Begini

Fenomena teror pocong yang sempat menghebohkan warga Surabaya belakangan diketahui berasal dari gambar hasil rekayasa kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Meski bukan kejadian nyata, konten tersebut sempat memicu keresahan publik setelah tersebar luas di media sosial.

Azhar Kahfi mengatakan kasus tersebut menunjukkan pentingnya penguatan literasi digital di tengah pesatnya perkembangan teknologi AI.

“Kasus ini menunjukkan bahwa teknologi bisa digunakan untuk hal positif maupun negatif. Ketika masyarakat langsung percaya tanpa verifikasi, maka informasi palsu sangat mudah menciptakan kepanikan,” jelasnya, Senin (1/6/2026).

Menurut Azhar Kahfi, penyebaran konten rekayasa AI yang menimbulkan keresahan publik tidak dapat dianggap sebagai sekadar candaan. Sebab, informasi yang memicu ketakutan masyarakat berpotensi mengganggu ketertiban umum.

“Kalau sudah menimbulkan keresahan dan mengganggu ketertiban masyarakat, tentu ini bukan lagi persoalan iseng. Ada dampak sosial yang harus menjadi perhatian bersama,” katanya.

Politisi Partai Gerindra ini pun mendorong Pemerintah Kota Surabaya bersama aparat penegak hukum memperkuat edukasi literasi digital kepada masyarakat.

Baca Juga: Ketika Korban Penganiayaan di Surabaya Diintimidasi dan Ditawari Uang Damai Rp150 Juta

Langkah tersebut dinilai penting agar warga mampu membedakan informasi asli dengan konten hasil manipulasi digital.

“Edukasi harus terus dilakukan karena sekarang teknologi AI semakin mudah diakses. Masyarakat perlu dibekali kemampuan membedakan mana informasi asli dan mana yang merupakan hasil manipulasi digital,” papar dia.

Azhar Kahfi mengaku mengapresiasi kreativitas masyarakat dalam memanfaatkan teknologi digital dan media sosial.

Namun, ia mengingatkan kebebasan berekspresi tetap harus mempertimbangkan kenyamanan dan ketertiban lingkungan.

Karena itu, pihaknya mengimbau masyarakat menghentikan pembuatan konten pocong yang berpotensi menimbulkan keresahan, baik dilakukan secara langsung maupun menggunakan teknologi AI.

Baca Juga: Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

“Konten yang mengganggu ketertiban, membuat takut, atau mengusik kenyamanan orang lain merupakan bentuk pelanggaran etika sosial. Mari berkarya melalui konten yang positif, edukatif, dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar,” jelasnya.

Azhar Kahfi juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas kebenarannya.

Menurutnya, sikap kritis dan kebiasaan memverifikasi informasi menjadi kunci untuk mencegah penyebaran hoaks di era digital.

“Jangan sampai masyarakat sibuk mempercayai isu-isu mistis yang belum jelas kebenarannya, sementara ada potensi gangguan keamanan lain yang justru luput dari perhatian. Yang paling penting adalah tetap tenang, kritis, dan melakukan pengecekan fakta sebelum menyebarkan informasi,” pungkas dia.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Pemkot Surabaya Matangkan RDTR 2026, Bebaskan Lahan Warga yang 'Terjebak' Proyek Mangkrak

Saat ini, Pemkot mematangkan tahap penjaringan masukan akhir dari para pemangku kepentingan.

Kemenag Jatim dan Baznas Kirim 27 Ton Bantuan Logistik untuk Korban Bencana di NTT

Pengiriman ini merupakan hasil kolaborasi bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jatim dan Forum Zakat (FOZ) Jatim.

Ternyata Banyak Sarjana di Surabaya Belum Update KK, Disdukcapil Wanti-wanti Begini

Irvan menekankan, kesadaran memperbarui data kependudukan kian krusial menyongsong era integrasi data nasional dan pengembangan Digital Public Infrastructure.

Korban Keracunan MBG Sidoarjo Tembus 730 Orang, BGN-SPPG Malah Mangkir di Hearing DPRD

Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo, Usman, mendesak audit dan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh dapur penyedia program MBG.

Sambut Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Cabang Mojokerto Beri Kejutan Haru untuk Nasabah

Momen tahunan ini dimanfaatkan sebagai wadah menyapa langsung sekaligus mendekatkan diri dengan nasabah setia.

Tak Cuma Fisik, Dinkes Sidoarjo Gelar Rapid Asesmen Jiwa Pulihkan Trauma Santri Keracunan MBG

Langkah rapid asesmen ini menegaskan komitmen Pemkab Sidoarjo bahwa penanganan darurat MBG dilakukan secara menyeluruh hingga aspek psikologis korban pulih.