Kamis, 05 Nov 2026 16:18 WIB

Kelakar Plh Walkot Surabaya Armuji Soal Teror Pocong yang Kini Viral

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 01 Jun 2026 15:31 WIB
Teror pocong di kawasan Mulyorejo Surabaya. (Dok. Tangkapan layar).
Teror pocong di kawasan Mulyorejo Surabaya. (Dok. Tangkapan layar).

selalu.id - Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Surabaya, Armuji menanggapi fenomena video pocong yang viral di media sosial.

Di tengah maraknya konten horor yang beredar, ia mengajak warga untuk tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi.

Baca Juga: DPRD Surabaya Sebut Teror Pocong AI Bukti Rendahnya Literasi Digital

Armuji menilai banyak konten yang beredar saat ini bisa dibuat melalui teknologi kecerdasan buatan (AI) sehingga masyarakat perlu lebih kritis dalam menyikapinya.

“Kalau itu cuma aplikasi atau AI, ya jangan dibesar-besarkan. Sekarang semua bisa dilakukan melalui teknologi. Teknologi jangan sampai mengelabui kita dan jangan sampai kita terjebak dengan hal-hal semacam itu. Karena itu kan hoaks, jadi tidak perlu kita tanggapi secara serius,” jelasnya, Senin (1/6/2026).

Saat dimintai imbauan terkait isu pocong yang ramai diperbincangkan warga, politisi PDI Perjuangan itu menjawab dengan gaya khasnya yang penuh guyonan.

“Imbauannya ya, koen gak usah wedi karo pocong lah (kamu gak perlu takut dengan pocong lah),” ungkapnya.

Candaan Armuji berlanjut ketika wartawan menanyakan kemungkinan masih adanya teror pocong di Surabaya. Dengan spontan, ia melontarkan jawaban yang kembali mengundang gelak tawa.

Baca Juga: Viral Teror Pocong Ketuk Pintu Tengah Malam di Mulyorejo Surabaya

“Gak ono pocong. Lek ono, karo wong-wong iso diparani temen, iso dilebokno botol engko poconge iku (Tidak ada pocong. Kalau ada, sama orang-orang bisa disamperin beneran. Bisa dimasukkan botol nanti pocongnya itu),” kelakarnya.

Meski disampaikan dengan nada bercanda, Armuji menegaskan masyarakat harus semakin cerdas memilah informasi di era digital.

Menurutnya, perkembangan teknologi membuat berbagai konten rekayasa dapat dibuat menyerupai kejadian nyata sehingga berpotensi menimbulkan keresahan jika dipercaya mentah-mentah.

Karena itu, Armuji mengimbau warga untuk selalu mengedepankan logika dan fakta sebelum mempercayai atau menyebarkan informasi yang beredar di media sosial.

“Jangan sampai teknologi mengelabui kita,” tegasnya.

Diketahui, ramainya konten bernuansa horor yang belakangan beredar di berbagai platform media sosial dan menjadi perbincangan publik. Armuji berharap warga tidak mudah panik serta lebih bijak menyikapi setiap informasi yang belum jelas kebenarannya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Pungli Calon Pegawai Dishub Surabaya, Eri Cahyadi: Ini Mencoreng Nama Surabaya!

Oknum aparatur sipil negara (ASN) Sri Lestari alias Tari mengakui menerima uang dari sejumlah calon tenaga kerja.

Jasa Pelubangan Plastik Mulsa Banjir Orderan Jelang Musim Tanam Melon di Nganjuk

Ukuran pelubangan dapat disesuaikan dengan permintaan pelanggan, sehingga memudahkan petani dalam mempersiapkan lahan sebelum memasuki masa tanam.

SPDP Diterima Kejari Tanjung Perak Surabaya, Go Bozze Gozali Mengaku Tak Tahu

"Belum ada. Saya tidak tahu kalau ada itu (SPDP)," kata Go Bozze Gozali.

Kapolda Jatim Tegaskan Komitmen Kawal Hak Buruh saat Silaturahmi ke KSPI

Kapolda Jatim meminta KSPI terus menyampaikan perkembangan penetapan upah minimum menjelang 21 November 2026.

Sindikat Scamming Internasional Dibongkar di Mojokerto, 23 WNA Diimingi Gaji 1000 US Dolar

Polsek Trawas lalu mengamankan dan berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Mojokerto.

Empat Pelamar Dishub Surabaya Diduga Kena Pungli, DPRD Desak Usut Jaringan Calo

Kasus tersebut mencuat setelah empat pelamar kerja kontrak diduga dimintai uang masing-masing Rp20 juta.