Sabtu, 05 Sep 2026 20:51 WIB

Viral Teror Pocong Ketuk Pintu Tengah Malam di Mulyorejo Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 26 Mei 2026 15:32 WIB
Tangkapan layar video pocong yang meneror warga di kawasan Mulyorejo Surabaya. (Dok. Tangkapan layar).
Tangkapan layar video pocong yang meneror warga di kawasan Mulyorejo Surabaya. (Dok. Tangkapan layar).

selalu.id - Beredar video pocong mengetuk rumah warga di kawasan Mulyorejo Utara, Surabaya pada malam hari, viral di media sosial.

Dalam video yang diperoleh selalu.id dari grup WhatsApp (WA), warga menyebut itu adalah teror dari pocong jadi-jadian.

Baca Juga: Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

Warga pun diminta tidak membuka pintu apabila ada yang mengetuk rumah di atas pukul 00.00 WIB, karena dikhawatirkan berkaitan dengan tindak kriminal.

“Lokasinya di Jalan Mulyorejo Utara No.172, Surabaya. Jika ada orang mengetuk pintu di atas pukul 00.00 WIB, disarankan tidak langsung membuka pintu karena dikhawatirkan berkaitan dengan tindak kriminal dan membawa senjata tajam,” tulis pesan dalam video itu.

Menanggapi viralnya isu tersebut, Ketua Fraksi PKS DPRD Surabaya, Cahyo Siswo Utomo mengimbau masyarakat agar tidak panik dan tetap bersikap rasional dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial.

Menurutnya, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan lingkungan tanpa harus terjebak ketakutan berlebihan terhadap isu yang belum tentu benar.

“Kalau melihat khasnya warga Surabaya ya, ‘Suro’ itu wani, ‘Boyo’ itu bahaya. Jadi warga Surabaya saya rasa berani menghadapi bahaya,” kata Cahyo, Selasa (26/5/2026).

Anggota Komisi A DPRD Surabaya ini menilai viralnya isu teror pocong justru harus menjadi momentum menghidupkan kembali budaya siskamling dan kepedulian antarwarga di lingkungan kampung.

Baca Juga: Aturan Jam Operasional Pasar Tanjungsari 77 Surabaya Diprotes, Saleh Mukadar: Pemerintah Mau Ganti Rugi Kalau Buah Rusak

Ia meminta warga kembali aktif melakukan ronda malam dan saling menjaga keamanan lingkungan bersama RT maupun RW setempat.

“Intinya kita sama-sama menjaga Surabaya ini. Tingkatkan keamanan kampung masing-masing, saling rukun dengan warga dan tetangga agar bisa saling menjaga,” ujarnya.

Selain itu, Cahyo juga meminta Pemerintah Kota Surabaya memperhatikan faktor pendukung keamanan lingkungan seperti penerangan jalan umum (PJU) dan pemasangan CCTV di titik rawan.

Menurutnya, kawasan minim pencahayaan berpotensi menimbulkan rasa takut di masyarakat sekaligus membuka peluang tindak kriminal pada malam hari.

Baca Juga: Marak Pemotongan Unggas Ilegal di Permukiman Padat Surabaya, DPRD Bilang Begini

“Saya juga berpesan kepada Pemkot Surabaya agar titik-titik yang masih gelap atau remang-remang segera diperhatikan. Selain pengawasan Satpol PP, perlu tambahan PJU dan CCTV terutama di daerah rawan kejahatan,” jelasnya.

Cahyo menegaskan masyarakat harus bijak menerima informasi viral di media sosial dan tidak mudah mempercayai kabar yang belum terverifikasi.

"Kewaspadaan tetap penting dilakukan, namun harus disertai sikap tenang agar tidak memicu kepanikan di tengah masyarakat," tuturnya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Kebakaran Landa Pabrik Rokok di Jabon Sidoarjo

Petugas mencatat area gudang yang hangus terbakar diperkirakan mencapai 700 meter persegi.

Hadiri Raker Gabungan DPP Apeksi, Wali Kota Mojokerto Ning Ita: TKD Harus Fleksibel

Ning Ita menegaskan Apeksi akan terus mendorong agar relasi pusat dan daerah dibangun dengan prinsip kuat, adil, dan adaptif.

DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

“Masih banyak ternyata anak-anak yang butuh sekolah karena biaya. Sementara ternyata desilnya di atas 5,” kata Imam.

Menyoal Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo, Kemenag RI Dorong Upaya Investigasi

Wamenag menegaskan, program MBG tetap dibutuhkan dan diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi pesantren dan madrasah.

Kenang Setahun Wafatnya Affan Kurniawan, Forkopimda Sidoarjo Bagi Beras ke Seribu Driver Ojol

Bantuan bertepatan dengan satu tahun wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol asal Jakarta yang meninggal dunia setahun lalu dalam aksi ujuk rasa.

Libatkan 25.613 Peserta, Tajemtra 2026 Pecah Rekor 

Para peserta menempuh perjalanan kurang lebih 30 KM hingga finish di kawasan Alun-alun Jember.