Senin, 19 Okt 2026 14:42 WIB

BPJS Nonaktif hingga Banjir Masih jadi Masalah Serius di Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 29 Mei 2026 16:25 WIB
Wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Aning Rahmawati saat reses. (Dok. DPRD Surabaya).
Wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Aning Rahmawati saat reses. (Dok. DPRD Surabaya).

selalu.id - Masa reses dimanfaatkan Wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Aning Rahmawati untuk menyerap berbagai persoalan yang dikeluhkan warga di sejumlah wilayah Kota Pahlawan.

Mulai dari persoalan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang menghambat akses bantuan pemerintah hingga masalah sampah dan banjir menjadi sorotan utama.

Baca Juga: Geliat Budaya dan Ekonomi Warga Surabaya dari Panggung Fasum Perumahan

Politisi Fraksi PKS ini menyebut, keluhan paling banyak disampaikan warga terkait penerapan DTSEN yang dinilai belum akurat.

Akibatnya, sejumlah warga kesulitan mengakses program pemerintah meski dinilai layak menerima bantuan.

“Banyak warga yang sebenarnya berhak, tetapi terkendala karena pengelompokan desil DTSEN. Ini berdampak pada akses BPJS, beasiswa, hingga program rumah tidak layak huni,” kata Aning, Jumat (29/5/2026).

Di kawasan Keputih, kata dia, warga mengeluhkan BPJS nonaktif sehingga pelayanan kesehatan terganggu. Bahkan, ada laporan warga tidak langsung mendapatkan perawatan karena terkendala administrasi kepesertaan.

Selain itu, warga Bulak juga menyampaikan persoalan bantuan rumah tidak layak huni (Rutilahu) yang dinilai belum tepat sasaran. Keluhan lain muncul terkait penghuni rusunawa yang dinilai sudah tidak memenuhi syarat tetapi masih menempati unit hunian.

Aning menegaskan akan memperjuangkan warga agar tidak kehilangan hak hanya karena persoalan akurasi data DTSEN.

“Jangan sampai masyarakat kecil gagal mendapat layanan dasar karena persoalan data administratif,” jelasnya.

Baca Juga: 40 Rumah di Jalan Ubi Surabaya Terancam Kehilangan Akses Jalan, DPRD Bilang Begini

Tak hanya soal bantuan sosial, persoalan sengketa tanah juga banyak disampaikan warga, terutama di Bulak dan Siwalankerto. Menurutnya, konflik lahan yang tidak terselesaikan membuat sejumlah RT/RW tidak bisa mengakses pembangunan dari APBD.

Aning pun meminta kelurahan dan kecamatan lebih aktif menjadi mediator agar persoalan pertanahan tidak berlarut-larut dan menghambat pembangunan kampung.

Dalam reses tersebut, warga juga mengeluhkan tata kelola persampahan Kota Surabaya. Mulai dari kebijakan TPS tanpa gerobak sampah hingga keterlambatan pengangkutan akibat keterbatasan armada.

“Keluhan soal sampah hampir muncul di banyak titik reses. Warga menilai sarana prasarana persampahan masih kurang,” katanya.

Baca Juga: DPRD Surabaya Soroti Drainase Tunjungan Tersumbat Lemak dan Minta Pembuang Ditindak Tegas

Selain itu, persoalan banjir kampung, minimnya dana kelurahan untuk infrastruktur, kebutuhan penerangan jalan umum (PJU), hingga isu pemekaran wilayah turut menjadi perhatian warga.

Aspirasi lain datang dari pelaku UMKM di Siwalankerto yang membutuhkan bantuan gerobak usaha, serta persoalan administrasi kependudukan yang menyebabkan anak terancam tidak bisa sekolah karena akta belum diterbitkan.

Aning memastikan seluruh aspirasi warga akan dikawal dan dibahas bersama Pemkot Surabaya dalam forum DPRD, termasuk untuk penyusunan Perubahan APBD 2026 maupun APBD 2027.

“Semua masukan warga akan kami kawal agar menjadi perhatian pemerintah kota dan tidak berhenti hanya saat reses,” pungkasnya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Kapolda Jatim Atur Lalu Lintas di Surabaya

Jalan Ahmad Yani, Taman Bungkul, Jalan Wonokromo, Jalan Ciliwung, Jalan Jagir, serta Bundaran CITO Surabaya.

Kuota Haji Jatim Tetap, Kemenhaj: Jemaah Harus Sehat untuk Dapat Surat Istithaah

Jemaah yang dinyatakan tidak sehat oleh tim kesehatan tidak akan diterbangkan, dan tidak ada jalan lain untuk memaksakan keberangkatan.

RSD Soebandi Jember Gelar Skrining Gratis, Target 10 Ribu Peserta Jember Cinta Kesehatan

Masyarakat dari kabupaten lain di Jawa Timur yang membutuhkan penanganan medis juga dipersilakan ikut.

Hari jadi Humas Polri ke-75, Polda Jatim Jalin Sinergi Komunitas Ojol Jaga Kamtibmas

Kapolda Jatim, Wakapolda, dan seluruh pejabat utama turut turun langsung ke lapangan untuk berdialog dengan para pengemudi ojol.

5 Tahun Beroperasi, Pabrik Kosmetik Ilegal Rp 16 Miliar di Mojokerto Dibongkar BPOM

Dalam penggerebekan pada 8 Oktober 2026, BPOM menyita barang bukti senilai Rp 16 miliar.

Tinjau Pustu Klatakan, Gus Fawait Targetkan Puskesmas Jember Berstandar ISO 2000

Agenda tersebut juga dirangkai dengan persiapan peluncuran program Home Care di Desa Darungan.