Kamis, 03 Sep 2026 13:03 WIB

Festival Kopi hingga UMKM Jatim, Pj Sekda Jember: Ini jadi Bagian Sejarah Peradaban!

Festival Kopi, Tembakau dan UMKM Jatim atau Jatim Speciality Coffee, Tobacco and UMKM resmi digelar di Alun-Alun Jember. (Dok. Diskominfo Jember).
Festival Kopi, Tembakau dan UMKM Jatim atau Jatim Speciality Coffee, Tobacco and UMKM resmi digelar di Alun-Alun Jember. (Dok. Diskominfo Jember).

selalu.id - Festival Kopi, Tembakau dan UMKM Jatim atau Jatim Speciality Coffee, Tobacco and UMKM resmi digelar di Alun-Alun Jember, Jumat (15/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari itu dibuka langsung oleh Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Jember, Ahmad Imam Fauzi.

Baca Juga: Pengumuman Beasiswa Cinta Bergema Jember, 7.566 Mahasiswa Lolos Administrasi

Dalam sambutannya, Fauzi menyampaikan bahwa kopi, tembakau, dan UMKM merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan masyarakat, bahkan memiliki kaitan erat dengan sejarah lahirnya gagasan besar dan persatuan bangsa.

Menurutnya, banyak ide dan pemikiran penting lahir dari interaksi masyarakat di warung kopi maupun ruang-ruang UMKM yang menjadi tempat berkumpul dan berdiskusi.

“Kopi, tembakau, dan warung atau UMKM tidak bisa dipisahkan dari sejarah berdirinya sebuah negara. Banyak ide dan gagasan lahir dari tiga komponen ini,” jelasnya.

Fauzi menyebut, kolaborasi antara kopi, tembakau, dan UMKM mampu menciptakan ruang persatuan dan menjadi embrio lahirnya berbagai kerja kebangsaan.

Karena itu, ia berharap festival tersebut tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga mampu membangun ekosistem ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan.

“Festival seperti ini harus menjadi ekosistem untuk meningkatkan UMKM. Ke depan, kegiatan seperti ini bisa dikolaborasikan dengan program Pemkab Jember. Tahun ini merupakan pelaksanaan ketiga dan Pemkab Jember siap mendukung,” tegasnya.

Baca Juga: Pemkab Jember Fokuskan APBD 2026 untuk Kesehatan hingga Pendidikan 

Sementara itu, Ketua LSM MAKI (Masyarakat Anti Korupsi Indonesia), Heru Subagio, selaku penyelenggara kegiatan mengatakan festival sengaja digelar di Alun-Alun Jember agar lebih mudah diakses dan dinikmati seluruh lapisan masyarakat.

Ia juga menepis anggapan bahwa penyelenggaraan festival berbarengan dengan acara Karnaval SCTV merupakan bagian dari agenda bersama. Menurutnya, hal tersebut hanya kebetulan semata.

“Ini tahun ketiga MAKI menggelar kegiatan ini. Tahun pertama di KCM, kedua di Gedung Balai Serba Guna, dan sekarang di Alun-Alun Jember. Kalau bersamaan dengan Karnaval SCTV, itu kebetulan karena acara kami sudah dirancang jauh hari sebelumnya,” jelas Heru.

Heru menambahkan, pihaknya menyediakan sebanyak 40 stan gratis bagi pelaku UMKM yang ingin ikut berpartisipasi dalam festival tersebut.

Baca Juga: Cerita Manis Riezda Indo Dairy, Berdayakan Warga Lokal Lewat Peternakan Sapi Perah

Stan gratis diberikan khusus kepada pelaku UMKM, sedangkan instansi pemerintah dikenakan biaya tersendiri.

“Ada 40 stan UMKM yang ikut dalam festival ini dan semuanya gratis, kecuali yang digunakan dinas dari provinsi maupun kabupaten,” paparnya.

Selain pameran kopi, tembakau, dan produk UMKM, festival juga dimeriahkan sejumlah kegiatan lain seperti jalan santai yang diperkirakan diikuti lebih dari 7.000 peserta serta lomba karaoke antar organisasi perangkat daerah (OPD). (ADV).

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Hingga 28 Agustus 2026, dari total pagu anggaran mencapai Rp1,9 triliun, BPKAD baru merealisasikan anggaran sebesar Rp11 miliar.

Potensi Pendapatan PDAM Hilang, DPRD Surabaya Bakal Panggil Pengelola Air Mandiri di Perumahan Elit

Machmud membeberkan, sejumlah pengelola kawasan perumahan elit memproduksi air sendiri dan menetapkan tarif secara sepihak kepada para penghuninya.

Sering Bikin Bahaya, Arus Lalu Lintas Embong Gayam dan Embong Sawo Surabaya Kini Dibalik

Selama masa uji coba, Dishub Surabaya tidak hanya memfokuskan pemantauan pada Jalan Basuki Rahmat, tetapi juga mengevaluasi kawasan sekitarnya secara berkala.

‎Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai Probolinggo Targetkan Penerimaan Rp1,4 Triliun

Selain pemberantasan rokok ilegal, Bea Cukai Probolinggo juga memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait aturan barang bawaan penumpang dari luar negeri.

Ternyata, Ada 21 SPPG MBG di Sidoarjo Belum Berizin

Imbas keracunan massal santri, Pemkab Sidoarjo mendesak agar pengawasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada program MBG benar-benar diperketat.

Wakapolda Metro Jaya Dekananto Eko Purwono Resmi Sandang Pangkat Irjen Pol

Salah satu keberhasilan paling menonjol saat memimpin Dinas Intelkam Polda Jatim adalah penanganan konflik antar perguruan pencak silat.