Festival Kopi hingga UMKM Jatim, Pj Sekda Jember: Ini jadi Bagian Sejarah Peradaban!
- Penulis : Ahmad Nurul Wijaya
- | Jumat, 15 Mei 2026 20:11 WIB
selalu.id - Festival Kopi, Tembakau dan UMKM Jatim atau Jatim Speciality Coffee, Tobacco and UMKM resmi digelar di Alun-Alun Jember, Jumat (15/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari itu dibuka langsung oleh Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Jember, Ahmad Imam Fauzi.
Baca Juga: Dari Beasiswa Rp59 Miliar hingga Sekolah Rakyat, Langkah Pemkab Jember Dongkrak Kualitas Pendidikan
Dalam sambutannya, Fauzi menyampaikan bahwa kopi, tembakau, dan UMKM merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan masyarakat, bahkan memiliki kaitan erat dengan sejarah lahirnya gagasan besar dan persatuan bangsa.
Menurutnya, banyak ide dan pemikiran penting lahir dari interaksi masyarakat di warung kopi maupun ruang-ruang UMKM yang menjadi tempat berkumpul dan berdiskusi.
“Kopi, tembakau, dan warung atau UMKM tidak bisa dipisahkan dari sejarah berdirinya sebuah negara. Banyak ide dan gagasan lahir dari tiga komponen ini,” jelasnya.
Fauzi menyebut, kolaborasi antara kopi, tembakau, dan UMKM mampu menciptakan ruang persatuan dan menjadi embrio lahirnya berbagai kerja kebangsaan.
Karena itu, ia berharap festival tersebut tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga mampu membangun ekosistem ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan.
“Festival seperti ini harus menjadi ekosistem untuk meningkatkan UMKM. Ke depan, kegiatan seperti ini bisa dikolaborasikan dengan program Pemkab Jember. Tahun ini merupakan pelaksanaan ketiga dan Pemkab Jember siap mendukung,” tegasnya.
Baca Juga: Langkah Sigap Pemkab Jember Tangani 29 Siswa Keracunan Program MBG di Bangsalsari
Sementara itu, Ketua LSM MAKI (Masyarakat Anti Korupsi Indonesia), Heru Subagio, selaku penyelenggara kegiatan mengatakan festival sengaja digelar di Alun-Alun Jember agar lebih mudah diakses dan dinikmati seluruh lapisan masyarakat.
Ia juga menepis anggapan bahwa penyelenggaraan festival berbarengan dengan acara Karnaval SCTV merupakan bagian dari agenda bersama. Menurutnya, hal tersebut hanya kebetulan semata.
“Ini tahun ketiga MAKI menggelar kegiatan ini. Tahun pertama di KCM, kedua di Gedung Balai Serba Guna, dan sekarang di Alun-Alun Jember. Kalau bersamaan dengan Karnaval SCTV, itu kebetulan karena acara kami sudah dirancang jauh hari sebelumnya,” jelas Heru.
Heru menambahkan, pihaknya menyediakan sebanyak 40 stan gratis bagi pelaku UMKM yang ingin ikut berpartisipasi dalam festival tersebut.
Baca Juga: Pemkab Jember Masifkan Progam Bunga Desaku Mini dalam Permudah Layanan ke Masyarakat
Stan gratis diberikan khusus kepada pelaku UMKM, sedangkan instansi pemerintah dikenakan biaya tersendiri.
“Ada 40 stan UMKM yang ikut dalam festival ini dan semuanya gratis, kecuali yang digunakan dinas dari provinsi maupun kabupaten,” paparnya.
Selain pameran kopi, tembakau, dan produk UMKM, festival juga dimeriahkan sejumlah kegiatan lain seperti jalan santai yang diperkirakan diikuti lebih dari 7.000 peserta serta lomba karaoke antar organisasi perangkat daerah (OPD). (ADV).
Editor : Zein Muhammad