Senin, 19 Okt 2026 23:15 WIB

Ketika Provinsi NTB Belajar Strategi Penanganan Stunting dari Pemkot Mojokerto

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat memaparkan strategi penanganan stunting. (Dok. Diskominfo Mojokerto).
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat memaparkan strategi penanganan stunting. (Dok. Diskominfo Mojokerto).

selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto menjadi tempat belajar strategi penanganan cara menekan angka stunting oleh Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Diketahui bersama, Pemkot Mojokerto berhasil menekan angka stunting hingga di bawah satu persen atau lebih tepatnya 0,92 persen.

Baca Juga: 5 Tahun Beroperasi, Pabrik Kosmetik Ilegal Rp 16 Miliar di Mojokerto Dibongkar BPOM

Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri bahkan datang langsung bersama rombongan Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) NTB untuk mempelajari strategi penanganan stunting yang diterapkan Pemerintah Kota Mojokerto.

Kunjungan studi tiru tersebut diterima Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari bersama jajaran Pemerintah Kota Mojokerto di Sabha Mandala Madya Balaikota Mojokerto, Rabu (13/5/2026).

Wagub NTB mengaku sengaja memilih Kota Mojokerto karena dinilai berhasil menurunkan angka stunting secara signifikan melalui kolaborasi lintas sektor dan berbagai inovasi yang dijalankan hingga tingkat bawah.

“Kami hadir di sini ingin mengetahui langsung, Kota Mojokerto dengan sejumlah intervensi dan program keroyokan yang dilaksanakan secara bersama mendapatkan angka penurunan stunting yang cukup tinggi. Kami tertarik untuk hadir dan rupanya salah satu yang menjadi keunggulan Kota Mojokerto adalah banyaknya inovasi,” ungkapnya.

Indah mengatakan, keberhasilan sebuah program tidak hanya ditentukan besarnya anggaran, tetapi juga kesungguhan pemimpin dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

“Kesungguhan hati, pola pendekatan dan sentuhan langsung dari pimpinan sampai ke tingkat bawah jauh lebih penting untuk menunjukkan kesuksesan dari setiap program,” jelasnya.

Indah tak lupa mengapresiasi kepemimpinan Ning Ita yang dinilai mampu menghadirkan berbagai capaian nyata bagi masyarakat.

“Saya bangga dapat mengunjungi Kota Mojokerto yang dipimpin oleh seorang perempuan, kita melihat realita apa saja prestasi yang sudah ditorehkan,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menjelaskan, Kota Mojokerto memilih fokus membangun kualitas sumber daya manusia melalui penguatan layanan kesehatan dan inovasi masyarakat yang dilakukan secara terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Baca Juga: Green Action, Pemuda Kota Mojokerto Tanam Pohon di Taman Bahari Mojopahit

Dalam penanganan stunting, Pemerintah Kota Mojokerto melakukan intervensi berkelanjutan mulai dari pemantauan kesehatan remaja putri, pendampingan calon pengantin, pemeriksaan ibu hamil, pendampingan ibu pasca salin, hingga pemantauan tumbuh kembang anak balita.

Berbagai inovasi juga dijalankan untuk memperkuat upaya tersebut, di antaranya program Canting Gula Mojo, Gempa Genting, serta penguatan peran kader motivator kesehatan di seluruh wilayah Kota Mojokerto.

Dalam penanganan stunting, Kota Mojokerto mencatat tren penurunan setiap tahun. Berdasarkan data ePPGBM, prevalensi stunting turun dari 4,84 persen pada 2021 menjadi 3,12 persen pada 2022, kemudian 2,04 persen pada 2023, turun lagi menjadi 1,54 persen pada 2024, 1,07 persen pada 2025, hingga mencapai 0,92 persen pada 2026.

Atas capaian tersebut, Pemerintah Kota Mojokerto memperoleh insentif fiskal dari pemerintah pusat sebesar Rp6,3 miliar.

“Penurunan stunting Kota Mojokerto signifikan setiap tahun dan akhir 2025 kami mendapat insentif fiskal Rp6,3 miliar dari pemerintah pusat,” sebut Ning Ita.

Baca Juga: Rekomendasi 5 Wisata Air Terjun di Mojokerto yang Cocok Buat Healing dan Bikin Betah

Keberhasilan itu, tidak lepas dari peran ribuan kader kesehatan yang menjadi ujung tombak pendampingan masyarakat hingga tingkat lingkungan.

“Kami punya 1.619 kader motivator kesehatan, 99 persen perempuan, yang menjadi ‘tentara’ penggerak kesehatan masyarakat,” katanya.

Selain itu, Kota Mojokerto juga telah menjalankan program pemenuhan gizi masyarakat melalui program Gempa Genting sebelum program Makan Bergizi Gratis (MBG) diterapkan pemerintah pusat.

“Sebelum program MBG berjalan, Kota Mojokerto sudah lebih dulu menerapkan pola penyediaan makanan bergizi melalui program Gempa Genting,” tandas Ning Ita.

Kunjungan studi tiru tersebut diharapkan menjadi awal penguatan kolaborasi antardaerah dalam percepatan penurunan stunting di Indonesia.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Jaga Kamtibmas, Kapolres Nganjuk Instruksikan Kapolsek Jajaran Cek Rutin SPBU

Langkah ini dilakukan untuk memantau langsung stok BBM, terutama jenis bersubsidi, sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal.

Diam-diam Prabowo Panggil Tito dan Dudung untuk Rapat Terbatas, Ada Apa?

Rapat terbatas ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi lintas kementerian yang sebelumnya digelar di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat.

Krisis Air Bersih dan Gagal Panen Mengancam Indonesia, Ini Peringatan BMKG

Tren ini memperparah penyusutan curah hujan tahunan hingga 2–3 persen per dekade, khususnya di wilayah selatan khatulistiwa, disertai kenaikan muka air laut.

Kapolri Ungkap Keterlibatan Perusahaan Asing dalam Kasus Karhutla, Bidik Tersangka Baru

Langkah tegas ini menjadi sinyal kuat bahwa penegakan hukum kasus karhutla tidak hanya menyasar pelaku di lapangan, melainkan juga menyasar korporasi asing.

Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Wali Kota Eri Bilang Gini

Ruang aman untuk mendengar cerita, arahan, dan perhatian emosional dinilai jauh lebih krusial agar anak merasa terlindungi di rumah sendiri.

Korban Tewas dalam Kebakaran Bromo Kini jadi Lima Orang, Ini Identitasnya

Gugurnya Munawi menambah daftar panjang pahlawan pemadam karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).