Kamis, 24 Sep 2026 12:45 WIB

Dinilai Daerah Maju, LAN RI Pilih Kota Mojokerto Laboratorium Kepemimpinan

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari sambut peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan LXVI dari LAN RI. (Dok. Humas Pemkot Mojokerto).
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari sambut peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan LXVI dari LAN RI. (Dok. Humas Pemkot Mojokerto).

selalu.id - Meski wilayahnya terbilang mungil dan minim kekayaan alam, Kota Mojokerto menjadi pilihan bagi peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan LXVI dari LAN RI dalam rangka Kunjungan Lapangan Pendalaman Policy Brief. 

Hal tersebut tak lepas berbagai kebijakan yang diterapkan di Kota Mojokerto, sehingga kota kecil ini menyulap keterbatasan menjadi segudang prestasi.

Baca Juga: Korban KM Virgo asal Mojokerto Pulang, Keluarga Guyurkan Air Kembang

Kepada para peserta PKN Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari memaparkan bahwa di Kota Mojokerto umkm merupakan tulang punggung perekonomian daerah. 

Oleh karena itu afirmasi terhadap UMKM harus terus diperkuat agar mampu bertahan, tumbuh, dan naik kelas di tengah berbagai tantangan global.

Pemerintah Kota Mojokerto secara konsisten melaksanakan berbagai program penguatan umkm, antara lain melalui pelatihan upscalling, pelatihan packaging dan branding, pelatihan digital marketing, coaching clinic, fasilitasi promosi melalui berbagai event regional maupun nasional, serta fasilitasi sertifikasi produk secara berkelanjutan.

“Khusus untuk sektor makanan dan minuman, dari total 4.649 UMKM, sebanyak 3.430 usaha atau 73,8 persen telah memiliki sertifikat halal. Sedangkan 1.219 usaha lainnya terus kami fasilitasi melalui skema self declare bekerja sama dengan bpjph,” terang Ning Ita sapaan akrab Wali kota Mojokerto di Ruang Sabha Mandala Madya, Balaikota Mojokerto, Kamis (25/6/2026).

Keberhasilan berbagai upaya penguatan ekonomi kerakyatan tersebut turut tercermin dari capaian pertumbuhan ekonomi kota mojokerto yang terus menunjukkan tren positif. 

Pada tahun 2025, pertumbuhan ekonomi kota mojokerto mencapai 5,34 persen, meningkat dibandingkan tahun 2024 yang sebesar 5,32 persen. 

Bahkan, pada triwulan i tahun 2026, pertumbuhan ekonomi kota mojokerto mampu mencapai 6,05 persen, berada di atas capaian pertumbuhan ekonomi nasional maupun provinsi jawa timur. 

Capaian ini menunjukkan bahwa strategi penguatan umkm, koperasi, industri kecil dan menengah, serta pengembangan ekonomi kreatif yang dilaksanakan secara kolaboratif telah memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kinerja perekonomian daerah.

Baca Juga: Ternyata, Soal Ini Kantor BPN Kota Mojokerto Digeledah KPK

"Tentu capaian ini tidak menjadikan kami berpuas diri. Justru hal tersebut menjadi motivasi bagi pemerintah kota mojokerto untuk terus memperkuat fondasi ekonomi daerah agar semakin adaptif, inklusif, dan berdaya tahan dalam menghadapi berbagai tantangan dan disrupsi global,” tegas Ning Ita.

Deputi Bidang Penyelenggaraan Pengembangan Kapasitas ASN Lembaga Administrasi Negara RI, Tri Widodo Wahyu Utomo menerangkan bahwa PKN ini adalah sebuah pelatihan untuk membentuk karakter dan kapasitas seorang pemimpin, dan Kota Mojokerto dapat disebut sebagai laboratorium kepemimpinan.

"Artinya bagaimana kebijakan yang disusun oleh para pemimpinnya itu bisa diimplementasikan dan menghasilkan dampak bagi kemajuan daerah maupun kesejahteraan masyarakatnya,” terangnya.

Tri menuturkan kemajuan-kemajuan Kota Mojokerto yang luar biasa termasuk pertumbuhan ekonomi yang bahkan jauh lebih lebih tinggi daripada rata-rata Jawa Timur maupun rata-rata nasional. 

Kehidupan sosial, ekonomi dari rakyat yang bergerak luar biasa sehingga menjadikan kota Mojokerto sebagai simpul dari pertumbuhan ekonomi di wilayah Jawa Timur bahkan juga di Indonesia akan menjadi best practice bagi para peserta.

Baca Juga: KPK Geledah Kantor BPN Kota Mojokerto Usut Kasus Suap HGB

“Kami ingin menggali best practices yang ada di sini untuk kemudian kita analisis, kita kembangkan menjadi sebuah rekomendasi kebijakan yang nanti akan kita sampaikan kepada stakeholder kebijakan di tingkat pusat terutama,” katanya.

Wali Peserta PKN Tingkat I Angkatan LXVI (66) Tahun 2026 LAN RI, Hendriyanto Hadi Tjahyono menjelaskan rekomendasi kebijakan yang untuk angkatan ini spesifik untuk tiga hal, menguatkan UMKM, kemudian tata kelola koperasi Desa Merah Putih, dan yang ketiga itu hilirisasi industri kecil menengah.

“Untuk penyusunan policy brief terkait dengan tiga aspek tadi itu kami melihat bahwa di Mojokerto ini banyak contoh-contoh, best practice itulah makanya kita datang ke Mojokerto,” jelas Widyaiswara Ahli Utama pada Lembaga Administrasi Negara.

Sebagai informasi tambahan, dalam rangkaian Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan LXVI Tahun 2026 ini, para peserta dijadwalkan melakukan kunjungan lapangan ke beberapa lokus strategis, yakni Sentra IKM Maja Barama Wastra dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Gunung Gedangan. 

Kota Mojokerto sendiri bukan kali pertama menjadi tujuan studi lapangan, sebab pada tahun 2024 lalu, kota ini juga telah menjadi lokus bagi Studi Lapangan Peserta PKA Angkatan III.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Influenza A Naik di Surabaya, Dinkes Minta Warga Tak Merespon Berlebihan

Rumah sakit milik Pemkot Surabaya memperkuat koordinasi dengan pihak berwenang sekaligus memastikan kesiapan tenaga medis.

Dukung Deltras Naik Kasta, Subandi Dorong Profesionalisme dan Keterbukaan Manajemen

Posisi manajer dan jajaran pengelola klub harus diisi orang yang memiliki pengalaman serta kemampuan memadai di bidang sepak bola.

Soiree Rooftop Bar Gelar Soiree Gigs Vol 2 Akhir Pekan Ini, Ada Silampukau hingga DJ Gatra

Agenda musik akhir pekan ini bakal berlangsung pada Sabtu, 26 September 2026, mulai pukul 18.00 WIB.

Oknum ASN Jember Dilaporkan ke Itjen Kemenag Buntut Nikah Siri, Modusnya Bikin Ngelus Dada

Oknum ASN itu berinisial AFA, yang bertugas di salah satu Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) di Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember.

Pungli Rekrutmen Pemkot Surabaya: Jangan Cuma Tangkap Kroco, Seret Penikmat Aliran Dananya!

Jika dalam proses pemeriksaan ditemukan aliran uang atau keterlibatan pihak lain, termasuk pejabat di atasnya, kasus tersebut harus ditelusuri sesuai ketentuan.

Kekeringan di Jatim Makin Parah, Fraksi PKS Sentil Pemprov: Jangan Cuma Sibuk Bagi-bagi Air!

Saat ini, krisis kekeringan di Jawa Timur kian meluas, dengan 24 kabupaten/kota telah menetapkan status siaga maupun tanggap darurat.