Senin, 10 Agu 2026 04:20 WIB

Dinilai Daerah Maju, LAN RI Pilih Kota Mojokerto Laboratorium Kepemimpinan

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari sambut peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan LXVI dari LAN RI. (Dok. Humas Pemkot Mojokerto).
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari sambut peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan LXVI dari LAN RI. (Dok. Humas Pemkot Mojokerto).

selalu.id - Meski wilayahnya terbilang mungil dan minim kekayaan alam, Kota Mojokerto menjadi pilihan bagi peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan LXVI dari LAN RI dalam rangka Kunjungan Lapangan Pendalaman Policy Brief. 

Hal tersebut tak lepas berbagai kebijakan yang diterapkan di Kota Mojokerto, sehingga kota kecil ini menyulap keterbatasan menjadi segudang prestasi.

Baca Juga: Curiga Gundukan Tanah, Pemilik Rumah di Mojokerto Temukan Jasad Bayi Terbungkus Kain Merah 

Kepada para peserta PKN Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari memaparkan bahwa di Kota Mojokerto umkm merupakan tulang punggung perekonomian daerah. 

Oleh karena itu afirmasi terhadap UMKM harus terus diperkuat agar mampu bertahan, tumbuh, dan naik kelas di tengah berbagai tantangan global.

Pemerintah Kota Mojokerto secara konsisten melaksanakan berbagai program penguatan umkm, antara lain melalui pelatihan upscalling, pelatihan packaging dan branding, pelatihan digital marketing, coaching clinic, fasilitasi promosi melalui berbagai event regional maupun nasional, serta fasilitasi sertifikasi produk secara berkelanjutan.

“Khusus untuk sektor makanan dan minuman, dari total 4.649 UMKM, sebanyak 3.430 usaha atau 73,8 persen telah memiliki sertifikat halal. Sedangkan 1.219 usaha lainnya terus kami fasilitasi melalui skema self declare bekerja sama dengan bpjph,” terang Ning Ita sapaan akrab Wali kota Mojokerto di Ruang Sabha Mandala Madya, Balaikota Mojokerto, Kamis (25/6/2026).

Keberhasilan berbagai upaya penguatan ekonomi kerakyatan tersebut turut tercermin dari capaian pertumbuhan ekonomi kota mojokerto yang terus menunjukkan tren positif. 

Pada tahun 2025, pertumbuhan ekonomi kota mojokerto mencapai 5,34 persen, meningkat dibandingkan tahun 2024 yang sebesar 5,32 persen. 

Bahkan, pada triwulan i tahun 2026, pertumbuhan ekonomi kota mojokerto mampu mencapai 6,05 persen, berada di atas capaian pertumbuhan ekonomi nasional maupun provinsi jawa timur. 

Capaian ini menunjukkan bahwa strategi penguatan umkm, koperasi, industri kecil dan menengah, serta pengembangan ekonomi kreatif yang dilaksanakan secara kolaboratif telah memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kinerja perekonomian daerah.

Baca Juga: Truk, Mobil, dan Motor Tabrakan di Mojokerto, Satpam Koperasi jadi Korban Meninggal Dunia

"Tentu capaian ini tidak menjadikan kami berpuas diri. Justru hal tersebut menjadi motivasi bagi pemerintah kota mojokerto untuk terus memperkuat fondasi ekonomi daerah agar semakin adaptif, inklusif, dan berdaya tahan dalam menghadapi berbagai tantangan dan disrupsi global,” tegas Ning Ita.

Deputi Bidang Penyelenggaraan Pengembangan Kapasitas ASN Lembaga Administrasi Negara RI, Tri Widodo Wahyu Utomo menerangkan bahwa PKN ini adalah sebuah pelatihan untuk membentuk karakter dan kapasitas seorang pemimpin, dan Kota Mojokerto dapat disebut sebagai laboratorium kepemimpinan.

"Artinya bagaimana kebijakan yang disusun oleh para pemimpinnya itu bisa diimplementasikan dan menghasilkan dampak bagi kemajuan daerah maupun kesejahteraan masyarakatnya,” terangnya.

Tri menuturkan kemajuan-kemajuan Kota Mojokerto yang luar biasa termasuk pertumbuhan ekonomi yang bahkan jauh lebih lebih tinggi daripada rata-rata Jawa Timur maupun rata-rata nasional. 

Kehidupan sosial, ekonomi dari rakyat yang bergerak luar biasa sehingga menjadikan kota Mojokerto sebagai simpul dari pertumbuhan ekonomi di wilayah Jawa Timur bahkan juga di Indonesia akan menjadi best practice bagi para peserta.

Baca Juga: Bahan Baku Tisu PT SPS di Sukoanyar Mojokerto Terbakar, 7 Mobil Pemadaman Dikerahkan

“Kami ingin menggali best practices yang ada di sini untuk kemudian kita analisis, kita kembangkan menjadi sebuah rekomendasi kebijakan yang nanti akan kita sampaikan kepada stakeholder kebijakan di tingkat pusat terutama,” katanya.

Wali Peserta PKN Tingkat I Angkatan LXVI (66) Tahun 2026 LAN RI, Hendriyanto Hadi Tjahyono menjelaskan rekomendasi kebijakan yang untuk angkatan ini spesifik untuk tiga hal, menguatkan UMKM, kemudian tata kelola koperasi Desa Merah Putih, dan yang ketiga itu hilirisasi industri kecil menengah.

“Untuk penyusunan policy brief terkait dengan tiga aspek tadi itu kami melihat bahwa di Mojokerto ini banyak contoh-contoh, best practice itulah makanya kita datang ke Mojokerto,” jelas Widyaiswara Ahli Utama pada Lembaga Administrasi Negara.

Sebagai informasi tambahan, dalam rangkaian Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan LXVI Tahun 2026 ini, para peserta dijadwalkan melakukan kunjungan lapangan ke beberapa lokus strategis, yakni Sentra IKM Maja Barama Wastra dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Gunung Gedangan. 

Kota Mojokerto sendiri bukan kali pertama menjadi tujuan studi lapangan, sebab pada tahun 2024 lalu, kota ini juga telah menjadi lokus bagi Studi Lapangan Peserta PKA Angkatan III.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Menyalakan Asa Generasi Muda: Soekarno Cup 2026 dan Jalan Menuju Panggung Dunia

Seluruh rangkaian pertandingan Soekarno Cup 2026 bisa disaksikan secara gratis, tanpa dipungut biaya masuk stadion. Turnamen digelar mulai 10-24 Agustus 2026.

Cita-cita Aisatus Zahira, Salah Satu Pelajar Sidoarjo untuk Jamnas Pramuka 2026

Bagi Aisa, kesempatan tersebut menjadi pengalaman yang tidak ingin disia-siakannya. “Semoga saya jadi pembina Pramuka terkenal,” ujar Aisa.

Pesta Siaga Sidoarjo: 1.000 Anak Belajar Keberanian dan Kerja Sama Lewat Petualangan

Mengusung konsep “Petualangan Pencarian Harta Karun Jenggala”, kegiatan dikemas melalui berbagai permainan dan tantangan.

Begini Modus Oknum THL Dishub-Satpol PP Surabaya Tipu Empat Korbannya

Seorang THL Dishub berinisial ARC bersama anggota Satpol PP berinisial F diduga menawarkan akses pekerjaan kepada sejumlah warga dengan meminta sejumlah uang.

Dituding Menyuruh Perempuan Aborsi, Mantan Cak Ning Surabaya Sekaligus Runner-up Raka Raki jadi Sorotan

Dugaan tersebut mencuat di media sosial setelah seorang perempuan mengunggah sejumlah informasi dan percakapan yang disebut melibatkan Raka Tio.

Survei PSC Ungkap PR Besar Kabupaten Jember, Dari Banjir hingga Kemacetan

Deni berharap hasil survei tersebut dapat menjadi referensi bagi Pemkab Jember, DPRD, akademisi, organisasi masyarakat sipil dan pemangku kepentingan lainnya.