Kamis, 13 Agu 2026 01:18 WIB

Kesaksian Tetangga dan Sosok Pria di Balik Tewasnya Janda Jombang di Surabaya

Polisi saat melakukan identifikasi dan olah TKP tewasnya janda asal Jombang di rumah kontrakan di Putat Jaya Surabaya. (Dok. Istimewa).
Polisi saat melakukan identifikasi dan olah TKP tewasnya janda asal Jombang di rumah kontrakan di Putat Jaya Surabaya. (Dok. Istimewa).

selalu.id - Kasus pembunuhan terhadap SN, wanita asal Jombang, yang ditemukan telanjang bersimbah darah dalam rumah kontrakan di Jalan Putat Jaya Gang Lebar A, Surabaya, terus didalami polisi.

Wanita 51 tahun tersebut diketahui merupakan seorang janda. Ia tewas dengan tujuh luka tusuk yang tersebar di beberapa bagian tubuhnya.

Baca Juga: Manjakan Tamu di HUT RI ke-81, ASTON Inn Jemursari Surabaya Siapkan Promo Menginap hingga Upgrade Kamar Gratis

Rani, salah satu tetangga SN, mengungkapkan bahwa telah mengenal perempuan paruh baya tersebut sudah lebih dari 6 tahun. 

"Mbak Har (SN) kontrak sebelum 2020, sebelum anak saya lulus kuliah. Dia sempat pergi dari sini lalu menikah. Setelah bercerai, kembali lagi ke kontrakan ini dan menjalani aktivitas seperti biasa,” ungkapnya, Jumat (26/6/2026).

Sepengetahuan Rani dan warga lainnya, selama ini SN diketahui memiliki hubungan asmara dengan seorang laki-laki berinisial Y yang disebut asal Menganti, Gresik.

“Pacarannya sudah lama. Sekitar satu tahun. Mas Y itu sering nginep di sini kok,” jelasnya.

Menurut Rani, hubungan janda asal Jombang itu dengan Y terlihat adem ayem. SN sangat mencintai Y. Tidak pernah ada pertengkaran.

"Setahu saya gak pernah berantem. Karena sayangnya nemen (banget) Mbak Har ke Y," ujarnya.

Seingat Rani, sebelum ditemukan tak bernyawa dengan sejumlah luka tusuk, SN terlihat keluar bersama Y pada Selasa (23/6/2027). 

“Terakhir ketemu ya dari toko, lalu masuk. Dia belanja. Dia sama cowoknya bawa tempat sampah,”bebernya.

Baca Juga: LPSK Sosialisasi UU Nomor 3 Tahun 2026 di Surabaya, Tekankan Percepatan Restitusi Korban Sejak Penyidikan

Setelah itu, Rani mengaku sudah tidak tahu aktivitas korban lagi.

Tidak terlihat selama beberapa hari, Rani dan warga sekitar mengira SN sedang bekerja atau pulang ke kampung halamannya. Ia sempat mengirimkan pesan kepada SN lewat aplikasi WhatsApp tapi tidak dibalas.

"Saya WA gak dibales. Terus tiba-tiba besoknya ditemukan sudah meninggal. Kaget dan syok. Orangnya baik. Mudah-mudahan Mbak Har (SN) husnul khotimah," tutur Rani.

Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Edy Herwiyanto sebelumnya menyebut bahwa korban tewas dengan tujuh luka tusuk.

"Tujuh luka tusuk itu ada di bagian dada, perut dan tangan," sebut Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Edy Herwiyanto, Sabtu (27/6/2026).

Baca Juga: Wali Kota Eri Minta Figur Cak dan Ning Surabaya jaga Attitude dan Akhlak Buntut Kasus Dugaan Aborsi

Edy mengatakan bahwa berdasarkan luka tusuk tersebut, korban diduga kuat adalah korban pembunuhan.

"Kuat dugaan memang korban meninggal karena dibunuh dengan menggunakan benda tajam," jelasnya.

Saat ini, Satreskrim Polrestabes Surabaya masih memburu pelaku dan mendalami motif dugaan pembunuhan tersebut.

Polisi berharap hasil autopsi dan pemeriksaan para saksi dapat mengungkap secara terang kasus kematian SN yang menggegerkan warga Putat Jaya Gang Lebar A, Sawahan, Surabaya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Dua Motor Tabrakan di Kebontunggul Mojokerto, 3 Orang Tewas dan Satu Kritis

Saat ini, kecelakaan maut tersebut tengah didalami kepolisian setempat untuk mengungkap penyebabnya. Sementara semua korban sudah ditangani di rumah sakit.

Bantah Rugikan Negara Rp83,2 Miliar, Tiga Mantan Pejabat Pelindo 3 Tegaskan Tak Terima Suap

Atas dasar itu, tim penasihat hukum meminta majelis hakim Tipikor Surabaya membebaskan ketiga terdakwa dari seluruh tuduhan, memulihkan nama baik.

Komplotan Pembobol Brankas Universitas KH Abdul Chalim Mojokerto Rp1 M Dibekuk, Satu Pelaku Ditembak

Kini, polisi masih terus mengembangkan kasus tersebut, juga termasuk memburu dua pelaku lain dari komplotan ini yang masih kabur.

CitraLand Surabaya Akui Adanya Pengelolaan Air Mandiri Karena PDAM Belum Mampu

Meski begitu, CitraLand siap bekerja sama jika kapasitas PDAM sudah mampu penuhi kebutuhan air kawasan sekaligus tidak mengurangi pasokan untuk masyarakat.

Pelapor Desak Polisi Pakai UU Perguruan Tinggi-Sisdiknas dalam Kasus Dugaan Ijazah Palsu Anggota DPRD Bojonegoro

Nantinya, ia juga akan melampirkan temuan baru berupa Salinan Keputusan Gubernur Jawa Timur terkait pengangkatan anggota DPRD Bojonegoro periode 2024–2029.

Perjuangan Polisi Menembus Pegunungan Mambi, Tandu Nenek Sakit 8 Km demi Selamatkan Nyawa

Dalam aksi kemanusiaan ini, bukan peralatan medis canggih yang polisi siapkan, melainkan hanya selembar sarung kusam dan sebatang bambu tebal untuk menandu.