Minggu, 18 Okt 2026 20:23 WIB

Astaga, SPPG yang Bikin Ratusan Siswa Surabaya Keracunan Ternyata Belum Kantongi SLHS

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 13 Mei 2026 19:07 WIB
Dinkes Surabaya saat menjelaskan temuan SPPG saat hearing bersama DPRD Surabaya. (Foto: Ade/selalu.id).
Dinkes Surabaya saat menjelaskan temuan SPPG saat hearing bersama DPRD Surabaya. (Foto: Ade/selalu.id).

selalu.id - Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tembok Dukuh, Bubutan, Surabaya, ternyata belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) yang menjadi syarat operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala Dinkes Surabaya, dr Billy Daniel Messakh mengatakan, hasil inspeksi kesehatan lingkungan (IKL) yang dilakukan pada 11 Mei 2026 menunjukkan nilai 81,85 persen dengan kategori Tidak Memenuhi Syarat (TMS).

Baca Juga: Gandeng Dinkes Surabaya, Midtown Hotels Bekali 44 Warga Binaan Keterampilan Bisnis Kopi

“Hasil ini menunjukkan masih ada persyaratan higiene sanitasi pangan yang belum terpenuhi pada operasional SPPG,” ungkap Billy saat hearing di DPRD Surabaya, Rabu (13/5/2026).

Selain belum memiliki SLHS, tim inspeksi juga menemukan sejumlah catatan di area dapur. Di antaranya tempat pencucian daging yang menggunakan air mengalir biasa, serta adanya celah pada sekat bagian bawah bangunan yang dinilai berpotensi menjadi akses tikus masuk ke area pengolahan makanan.

Billy menegaskan, kondisi tersebut menjadi bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan pangan di dapur MBG.

Membuat ratusan siswa dari sejumlah sekolah di wilayah kerja Puskesmas Tembok Dukuh mengalami gejala mual dan muntah usai menyantap menu MBG.

Baca Juga: Top 5 Berita: Ayam Krispi hingga Keracunan MBG di Mojokerto

"Gejala muncul dalam waktu relatif cepat, sekitar 30 hingga 60 menit setelah makanan dikonsumsi bersama," jelasnya.

Karena itu, dugaan sementara mengarah pada tiga kemungkinan penyebab, yakni kontaminasi kimiawi pada makanan, toksin staphylococcus aureus, atau toksin Bacillus cereus tipe emetik.

Namun demikian, Dinkes menegaskan penyebab pasti masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan dan sampel klinis pasien.

Baca Juga: 15 Siswa SMP Diduga Keracunan MBG di Mojokerto

Dinkes Surabaya mencatat total korban terdampak mencapai 210 orang. Sebanyak 135 orang menjalani penanganan di RS IBI, terdiri dari 128 pasien rawat jalan dan tujuh pasien rawat inap. Sementara lainnya dirawat di puskesmas serta fasilitas kesehatan lain.

Dari keseluruhan kasus, sebanyak 202 orang mengalami gejala ringan dan delapan pasien masuk kategori gejala sedang.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Dramatis! Bermain 10 Pemain, Deltras FC Ditahan Imbang Persis Solo 3-3

Tambahan satu poin ini tetap mengamankan posisi Deltras FC di puncak klasemen sementara dengan koleksi 14 poin. SedangkanPersis di peringkat 7 dengan enam poin.

Pemprov Jatim dan ICCN Pacu Ekosistem Ekonomi Kreatif Tembus Pasar Global

Penguatan ekosistem serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dinilai menjadi kunci utama untuk membuka peluang usaha dan menyerap tenaga kerja.

PDIP Tergetkan Sapu Bersih Kemenangan di Dapil 5 Surabaya pada Pemilu 2029

Armuji menantang seluruh kader PDIP di Dapilb5 Surabaya untuk menyapu bersih kemenangan di wilayah sasaran konsolidasi partai pada Pemilu 2029.

Polres Pasuruan Gerebek Narkoba di Prigen, Bekuk 4 Orang dan Sita Sabu-Ekstasi

Tim saat ini masih terus mendalami peran masing-masing individu serta mengejar potensi keterlibatan jaringan atau pelaku lain di balik kasus ini.

Wujudkan Gerakan Indonesia ASRI, Kader GMD Jatim Bersih-bersih Pantai dan Bagikan Sembako di Probolinggo

Para kader berharap nilai gotong royong dan kesadaran menjaga kebersihan kawasan pesisir dapat terus diperkuat oleh masyarakat lokal secara berkelanjutan.

Bawa Kukis Black ke PRJ Surabaya 2026, Kokola Tawarkan Promo Serba Rp10 Ribu hingga Emas

Fian berharap PRJ Surabaya terus berlangsung dan semakin berkembang. Area festival bisa diperluas dan melibatkan para UMKM.