Astaga, SPPG yang Bikin Ratusan Siswa Surabaya Keracunan Ternyata Belum Kantongi SLHS
- Penulis : Ade Resty
- | Rabu, 13 Mei 2026 19:07 WIB
selalu.id - Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tembok Dukuh, Bubutan, Surabaya, ternyata belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) yang menjadi syarat operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala Dinkes Surabaya, dr Billy Daniel Messakh mengatakan, hasil inspeksi kesehatan lingkungan (IKL) yang dilakukan pada 11 Mei 2026 menunjukkan nilai 81,85 persen dengan kategori Tidak Memenuhi Syarat (TMS).
Baca Juga: Emak-emak HMD Gemas Surabaya Gelar Aksi Dukung Program MBG, Cuma Pura-pura atau Terpaksa?
“Hasil ini menunjukkan masih ada persyaratan higiene sanitasi pangan yang belum terpenuhi pada operasional SPPG,” ungkap Billy saat hearing di DPRD Surabaya, Rabu (13/5/2026).
Selain belum memiliki SLHS, tim inspeksi juga menemukan sejumlah catatan di area dapur. Di antaranya tempat pencucian daging yang menggunakan air mengalir biasa, serta adanya celah pada sekat bagian bawah bangunan yang dinilai berpotensi menjadi akses tikus masuk ke area pengolahan makanan.
Billy menegaskan, kondisi tersebut menjadi bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan pangan di dapur MBG.
Membuat ratusan siswa dari sejumlah sekolah di wilayah kerja Puskesmas Tembok Dukuh mengalami gejala mual dan muntah usai menyantap menu MBG.
Baca Juga: Respon DPRD dan Pemkab Sidoarjo saat Didemo Soal Program MBG
"Gejala muncul dalam waktu relatif cepat, sekitar 30 hingga 60 menit setelah makanan dikonsumsi bersama," jelasnya.
Karena itu, dugaan sementara mengarah pada tiga kemungkinan penyebab, yakni kontaminasi kimiawi pada makanan, toksin staphylococcus aureus, atau toksin Bacillus cereus tipe emetik.
Namun demikian, Dinkes menegaskan penyebab pasti masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan dan sampel klinis pasien.
Baca Juga: ProGIB Geruduk DPRD Jember: Dukung Program MBG, Minta Koruptor Ditindak Tegas
Dinkes Surabaya mencatat total korban terdampak mencapai 210 orang. Sebanyak 135 orang menjalani penanganan di RS IBI, terdiri dari 128 pasien rawat jalan dan tujuh pasien rawat inap. Sementara lainnya dirawat di puskesmas serta fasilitas kesehatan lain.
Dari keseluruhan kasus, sebanyak 202 orang mengalami gejala ringan dan delapan pasien masuk kategori gejala sedang.
Editor : Zein Muhammad