Kamis, 03 Sep 2026 11:17 WIB

Astaga, SPPG yang Bikin Ratusan Siswa Surabaya Keracunan Ternyata Belum Kantongi SLHS

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 13 Mei 2026 19:07 WIB
Dinkes Surabaya saat menjelaskan temuan SPPG saat hearing bersama DPRD Surabaya. (Foto: Ade/selalu.id).
Dinkes Surabaya saat menjelaskan temuan SPPG saat hearing bersama DPRD Surabaya. (Foto: Ade/selalu.id).

selalu.id - Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tembok Dukuh, Bubutan, Surabaya, ternyata belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) yang menjadi syarat operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala Dinkes Surabaya, dr Billy Daniel Messakh mengatakan, hasil inspeksi kesehatan lingkungan (IKL) yang dilakukan pada 11 Mei 2026 menunjukkan nilai 81,85 persen dengan kategori Tidak Memenuhi Syarat (TMS).

Baca Juga: Ternyata, Ada 21 SPPG MBG di Sidoarjo Belum Berizin

“Hasil ini menunjukkan masih ada persyaratan higiene sanitasi pangan yang belum terpenuhi pada operasional SPPG,” ungkap Billy saat hearing di DPRD Surabaya, Rabu (13/5/2026).

Selain belum memiliki SLHS, tim inspeksi juga menemukan sejumlah catatan di area dapur. Di antaranya tempat pencucian daging yang menggunakan air mengalir biasa, serta adanya celah pada sekat bagian bawah bangunan yang dinilai berpotensi menjadi akses tikus masuk ke area pengolahan makanan.

Billy menegaskan, kondisi tersebut menjadi bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan pangan di dapur MBG.

Membuat ratusan siswa dari sejumlah sekolah di wilayah kerja Puskesmas Tembok Dukuh mengalami gejala mual dan muntah usai menyantap menu MBG.

Baca Juga: BGN Suspend SPPG Penyedia MBG yang Diduga Picu Keracunan Ratusan Santri Sidoarjo

"Gejala muncul dalam waktu relatif cepat, sekitar 30 hingga 60 menit setelah makanan dikonsumsi bersama," jelasnya.

Karena itu, dugaan sementara mengarah pada tiga kemungkinan penyebab, yakni kontaminasi kimiawi pada makanan, toksin staphylococcus aureus, atau toksin Bacillus cereus tipe emetik.

Namun demikian, Dinkes menegaskan penyebab pasti masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan dan sampel klinis pasien.

Baca Juga: Ini Nama Dapur SPPG yang Diduga Bikin Ratusan Santri di Sidoarjo Keracunan MBG

Dinkes Surabaya mencatat total korban terdampak mencapai 210 orang. Sebanyak 135 orang menjalani penanganan di RS IBI, terdiri dari 128 pasien rawat jalan dan tujuh pasien rawat inap. Sementara lainnya dirawat di puskesmas serta fasilitas kesehatan lain.

Dari keseluruhan kasus, sebanyak 202 orang mengalami gejala ringan dan delapan pasien masuk kategori gejala sedang.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Hingga 28 Agustus 2026, dari total pagu anggaran mencapai Rp1,9 triliun, BPKAD baru merealisasikan anggaran sebesar Rp11 miliar.

Pengumuman Beasiswa Cinta Bergema Jember, 7.566 Mahasiswa Lolos Administrasi

Pemkab Jember nantinya hanya akan menyaring sekitar 4.200 mahasiswa sesuai batas kuota yang tersedia.

Potensi Pendapatan PDAM Hilang, DPRD Surabaya Bakal Panggil Pengelola Air Mandiri di Perumahan Elit

Machmud membeberkan, sejumlah pengelola kawasan perumahan elit memproduksi air sendiri dan menetapkan tarif secara sepihak kepada para penghuninya.

Sering Bikin Bahaya, Arus Lalu Lintas Embong Gayam dan Embong Sawo Surabaya Kini Dibalik

Selama masa uji coba, Dishub Surabaya tidak hanya memfokuskan pemantauan pada Jalan Basuki Rahmat, tetapi juga mengevaluasi kawasan sekitarnya secara berkala.

‎Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai Probolinggo Targetkan Penerimaan Rp1,4 Triliun

Selain pemberantasan rokok ilegal, Bea Cukai Probolinggo juga memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait aturan barang bawaan penumpang dari luar negeri.

Wakapolda Metro Jaya Dekananto Eko Purwono Resmi Sandang Pangkat Irjen Pol

Salah satu keberhasilan paling menonjol saat memimpin Dinas Intelkam Polda Jatim adalah penanganan konflik antar perguruan pencak silat.