Minggu, 19 Jul 2026 07:53 WIB

Tragedi Keracunan MBG 201 Siswa di Surabaya, BGN Akui ada Kesalahan SOP

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 13 Mei 2026 14:30 WIB
Perwakilan BGN Jawa Timur, Kusmawati saat hearing di DPRD Surabaya. (Foto: Ade/selalu.id).
Perwakilan BGN Jawa Timur, Kusmawati saat hearing di DPRD Surabaya. (Foto: Ade/selalu.id).

selalu.id - Badan Gizi Nasional (BGN) mengakui adanya kesalahan penerapan standar operasional prosedur (SOP) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tembok Dukuh, Surabaya.

Akibat kesalahan itu, sebanyak 201 siswa keracunan usai menyantap menu makanan dari program makan bergizi gratis (MBG).

Baca Juga: Emak-emak HMD Gemas Surabaya Gelar Aksi Dukung Program MBG, Cuma Pura-pura atau Terpaksa?

Perwakilan BGN Jawa Timur, Kusmawati mengakui tidak adanya pengawas gizi di lokasi saat bahan baku makanan datang dan dilakukan pengecekan kualitas.

“Memang terjadi kesalahan penerapan SOP. SOP yang ditentukan BGN itu sudah baik, namun di SPPG yang bersangkutan terjadi kesalahan penerapan. Di antaranya, pengawas gizi tidak ada di tempat saat kualitas bahan baku datang,” jelasnya saat hearing bersama DPRD Surabaya, Rabu (13/5/2026).

Kusmawati mengatakan bahwa kondisi tersebut membuat tim belum bisa memastikan apakah dugaan kerusakan makanan terjadi sejak bahan baku diterima atau justru saat proses pengolahan di dapur.

“Jadi kita belum bisa memastikan kerusakan itu terjadi pada kualitas bahan asalnya atau pada proses pengolahannya,” ungkapnya.

Selain itu, BGN juga menyoroti persoalan pengambilan sampel makanan yang dinilai tidak sesuai prosedur.

Baca Juga: Respon DPRD dan Pemkab Sidoarjo saat Didemo Soal Program MBG

Saat kejadian, menu MBG terdiri dari nasi putih, krengsengan daging, tahu goreng, buncis, dan buah jeruk. Namun sampel yang masih bisa diuji laboratorium hanya daging.

Kusmawati menjelaskan, sampel makanan sempat dikeluarkan dari lemari pendingin tanpa penanganan khusus sehingga kualitasnya berubah.

“Harusnya ketika dikeluarkan ada treatment khusus dan dimasukkan ke cooler box, tidak dibiarkan di suhu ruangan. Akibatnya, hanya daging yang masih bisa diambil sampelnya,” paparnya.

BGN menyebut hasil laboratorium hingga kini belum keluar sehingga penyebab pasti insiden tersebut belum dapat dipastikan.

Baca Juga: ProGIB Geruduk DPRD Jember: Dukung Program MBG, Minta Koruptor Ditindak Tegas

Dalam kesempatan itu, Kusmawati juga menyampaikan permintaan maaf atas kejadian yang disebut sebagai kasus pertama MBG di Surabaya.

“Dengan segala kerendahan hati kami memohon maaf. Ini menjadi catatan bagi kami untuk jauh lebih waspada dan lebih hati-hati dalam penerapan SOP,” tuturnya.

BGN mencatat, total korban terdampak mencapai 201 siswa dari 10 sekolah. Sebanyak tujuh siswa sempat menjalani rawat inap, sementara lainnya telah dipulangkan ke rumah setelah mendapat penanganan medis.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Demi Target 250 Emas Porprov Jatim 2027, KONI Kota Surabaya Gelar Tes Narkoba

Langkah itu juga menjadi bentuk pencegahan terhadap penyalahgunaan narkotika di kalangan atlet yang tengah dipersiapkan menghadapi Porprov Jatim 2027.

Krisis Air Bersih, Warga Kunjorowesi Mojokerto Bergantung Sisa Air Hujan

Akibat krisis air bersih ini, warga Dusun Kandangan harus bergantung pada sisa air hujan yang disimpan di kolam penampungan air atau tandon.

Gara-gara ini, Rumah Makan AG Ny Suharti Harus Berurusan dengan Bapenda Surabaya

Bapenda meminta perusahaan menyerahkan sejumlah dokumen administrasi, keuangan, dan perpajakan.

Diperas, Kehilangan Kerja dan Foto Syurnya Tersebar: Ibu di Sidoarjo Awalnya Hanya Pinjam Rp200 Ribu

"Dari pembayaran bunga itu saja, total yang sudah dibayarkan Rp1,5 juta. Tapi hutang pokok belum lunas,” aku IR kepada awak media.

Foto Syur Tersebar di Grup WA, Ibu Muda di Sidoarjo Cari Keadilan ke Polda Jatim

Kasus ini bermula saat RI sangat membutuhkan biaya pengobatan darurat untuk anak pertamanya yang mengidap penyakit Autoimun dan ASD.

Perkuat Konsolidasi di Jawa Timur, Ali Mufthi Pastikan Golkar Hadir Melayani Rakyat

Ali menjelaskan seluruh aspirasi yang diterima dari masyarakat nantinya akan diperjuangkan melalui kader-kader Golkar.