Minggu, 18 Okt 2026 18:20 WIB

Bentar Lagi ada Sekolah Sampah di Surabaya, Berikut Kegunaannya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 13 Mei 2026 09:00 WIB
Poster sekolah sampah di Surabaya. (Dok. Tangkapan layar).
Poster sekolah sampah di Surabaya. (Dok. Tangkapan layar).

selalu.id - Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Eri Irawan menginisiasi program “Sekolah Sampah” sebagai upaya mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah mulai dari rumah tangga.

Program ini digagas di tengah tingginya timbulan sampah harian di Surabaya yang mencapai sekitar 1.800 ton per hari.

Baca Juga: Pembagian Tong Komposter di Tengah PR Sampah Surabaya

Menurut Eri, persoalan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat melalui kebiasaan memilah dan mengolah sampah sejak dari sumbernya.

“Persoalan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat. Kebiasaan memilah sampah rumah tangga menjadi langkah awal yang sangat penting untuk mengurangi beban TPA, menyelamatkan bumi kita, sekaligus meningkatkan nilai guna sampah,” jelasnya, Rabu (13/5/2026).

Eri menyebut ada sekitar 60 persen sampah harian di Surabaya merupakan sampah organik seperti limbah dapur dan sisa makanan. Jika tidak dikelola dengan baik, sampah tersebut berpotensi menghasilkan gas metana yang memperparah krisis iklim.

Karena itu, Eri menilai orientasi pengelolaan sampah harus diubah dari yang selama ini bertumpu di hilir atau tempat pembuangan akhir (TPA), menjadi berbasis hulu, yakni rumah tangga, sekolah, serta lingkungan RT/RW.

Edisi perdana “Sekolah Sampah” dijadwalkan berlangsung pada 23 Mei 2026 dan selanjutnya akan digelar rutin setiap bulan.

Baca Juga: 40 Rumah di Jalan Ubi Surabaya Terancam Kehilangan Akses Jalan, DPRD Bilang Begini

Dalam kegiatan itu, peserta akan mendapat edukasi perubahan perilaku dalam mengelola sampah, termasuk teknik memilah sampah sejak dari rumah.

Selain materi teori, peserta juga akan dikenalkan cara pengolahan sampah organik secara sederhana melalui komposter, biopori, dan budidaya maggot skala rumah tangga.

Setiap peserta juga akan mendapatkan komposter atau biopori gratis untuk diterapkan di lingkungan masing-masing.

Baca Juga: DPRD Surabaya Soroti Drainase Tunjungan Tersumbat Lemak dan Minta Pembuang Ditindak Tegas

Panitia membuka pendaftaran peserta secara daring dan memprioritaskan warga yang aktif dalam kegiatan kemasyarakatan seperti kader PKK, pengurus RT/RW, majelis taklim, karang taruna, hingga Kader Surabaya Hebat.

“Peserta diharapkan menjadi change driver atau penggerak perubahan dalam pengelolaan sampah di wilayahnya setelah mengikuti Sekolah Sampah,” kata politisi PDI Perjuangan tersebut.

Program ini juga menjadi dukungan terhadap kebijakan Pemerintah Kota Surabaya dalam memperkuat pemilahan sampah berbasis sumber, termasuk melalui program Kampung Pancasila dan pembagian fasilitas komposter serta biopori ke RT dan RW.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Polres Pasuruan Gerebek Narkoba di Prigen, Bekuk 4 Orang dan Sita Sabu-Ekstasi

Tim saat ini masih terus mendalami peran masing-masing individu serta mengejar potensi keterlibatan jaringan atau pelaku lain di balik kasus ini.

Wujudkan Gerakan Indonesia ASRI, Kader GMD Jatim Bersih-bersih Pantai dan Bagikan Sembako di Probolinggo

Para kader berharap nilai gotong royong dan kesadaran menjaga kebersihan kawasan pesisir dapat terus diperkuat oleh masyarakat lokal secara berkelanjutan.

Senangnya Petani Tambakrejo Sambut KDKMP Sidoarjo, Tebus Pupuk Kini Makin Mudah

Selain pupuk, KDKMP diproyeksikan menjadi pusat penyaluran komoditas bersubsidi lainnya seperti beras SPHP, MinyaKita, hingga LPG 3 kilogram.

Wisata Hutan Kota Jeruk Surabaya: Murah, Indah, dan Cocok untuk Keluarga

Menjelang sore hari, para pengunjung disuguhkan lanskap persawahan yang asri sembari diiringi alunan musik akustik.

600 Penari Ramaikan Festival Munali Patah 2026 di Sidoarjo

Kegiatan ini melibatkan penari dari Sidoarjo, Pasuruan, Surabaya, Mojokerto, hingga Malang.

KSPSI Apresiasi Desk Ketenagakerjaan Kapolri dan Batalkan Aksi Buruh 20 Oktober

Desk Ketenagakerjaan sudah berdiri di 35 Polres yang tersebar di 14 Polda.