Jumat, 03 Jul 2026 20:46 WIB

Bentar Lagi ada Sekolah Sampah di Surabaya, Berikut Kegunaannya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 13 Mei 2026 09:00 WIB
Poster sekolah sampah di Surabaya. (Dok. Tangkapan layar).
Poster sekolah sampah di Surabaya. (Dok. Tangkapan layar).

selalu.id - Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Eri Irawan menginisiasi program “Sekolah Sampah” sebagai upaya mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah mulai dari rumah tangga.

Program ini digagas di tengah tingginya timbulan sampah harian di Surabaya yang mencapai sekitar 1.800 ton per hari.

Baca Juga: DPRD Surabaya Ingatkan Camat hingga Kepala OPD Tak Main-main dalam Pelayanan

Menurut Eri, persoalan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat melalui kebiasaan memilah dan mengolah sampah sejak dari sumbernya.

“Persoalan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat. Kebiasaan memilah sampah rumah tangga menjadi langkah awal yang sangat penting untuk mengurangi beban TPA, menyelamatkan bumi kita, sekaligus meningkatkan nilai guna sampah,” jelasnya, Rabu (13/5/2026).

Eri menyebut ada sekitar 60 persen sampah harian di Surabaya merupakan sampah organik seperti limbah dapur dan sisa makanan. Jika tidak dikelola dengan baik, sampah tersebut berpotensi menghasilkan gas metana yang memperparah krisis iklim.

Karena itu, Eri menilai orientasi pengelolaan sampah harus diubah dari yang selama ini bertumpu di hilir atau tempat pembuangan akhir (TPA), menjadi berbasis hulu, yakni rumah tangga, sekolah, serta lingkungan RT/RW.

Edisi perdana “Sekolah Sampah” dijadwalkan berlangsung pada 23 Mei 2026 dan selanjutnya akan digelar rutin setiap bulan.

Baca Juga: Kabar Baik, DPRD Surabaya Siapkan Reperda Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

Dalam kegiatan itu, peserta akan mendapat edukasi perubahan perilaku dalam mengelola sampah, termasuk teknik memilah sampah sejak dari rumah.

Selain materi teori, peserta juga akan dikenalkan cara pengolahan sampah organik secara sederhana melalui komposter, biopori, dan budidaya maggot skala rumah tangga.

Setiap peserta juga akan mendapatkan komposter atau biopori gratis untuk diterapkan di lingkungan masing-masing.

Baca Juga: Gebrakan DPRD Surabaya Selesaikan Konflik Pengelolaan Apartemen, Pengembang Jangan Main-main

Panitia membuka pendaftaran peserta secara daring dan memprioritaskan warga yang aktif dalam kegiatan kemasyarakatan seperti kader PKK, pengurus RT/RW, majelis taklim, karang taruna, hingga Kader Surabaya Hebat.

“Peserta diharapkan menjadi change driver atau penggerak perubahan dalam pengelolaan sampah di wilayahnya setelah mengikuti Sekolah Sampah,” kata politisi PDI Perjuangan tersebut.

Program ini juga menjadi dukungan terhadap kebijakan Pemerintah Kota Surabaya dalam memperkuat pemilahan sampah berbasis sumber, termasuk melalui program Kampung Pancasila dan pembagian fasilitas komposter serta biopori ke RT dan RW.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Ngawurnya Pembuangan Limbah Tetes PT Enero di Mojokerto, Baunya Menyengat

Pembuangan limbah tetes itu dikeluhkan oleh warga yang juga membuka warung sekitar lokasi lantaran bau limbah yang dibuang sangat menyengat.

Fenomena Bediding di Surabaya Diprediksi Berlangsung hingga Agustus 2026, Ini Imbauan BMKG

BMKG memperkirakan kondisi ini akan terus berlangsung seiring berjalannya musim kemarau, hingga mencapai puncaknya pada Agustus 2026. 

Kemenag Jatim Ajak Guru Kristen Bentuk Generasi Berkarakter dan Pembawa Damai 

Bahtiar mengajak seluruh peserta Munas untuk terus menjaga semangat pelayanan yang tulus, rendah hati, dan berorientasi pada kemuliaan Tuhan.

Rakernas Apeksi di Medan, Wali Kota Mojokerto: Perkuat Kolaborasi Bangun Kota Tangguh!

Kata Ning Ita, tantangan pembangunan kota diperlukan kerja sama yang erat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat.

Sederet Komitmen Pemkab Sidoarjo dalam Percepatan Pembentukan Program KDKMP

Program nasional tersebut dinilai masih membutuhkan pengawalan lintas sektor agar penyelesaian pembangunan di sejumlah titik dapat berjalan sesuai target.

Mayat Misterius dalam Sumur di Probolinggo Itu Wanita, Korban Pembunuhan?

Saat ini, pihak kepolisian tengah melakukan serangkaian penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban termasuk mencari identitasnya.