Kamis, 03 Sep 2026 11:47 WIB

Bentar Lagi ada Sekolah Sampah di Surabaya, Berikut Kegunaannya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 13 Mei 2026 09:00 WIB
Poster sekolah sampah di Surabaya. (Dok. Tangkapan layar).
Poster sekolah sampah di Surabaya. (Dok. Tangkapan layar).

selalu.id - Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Eri Irawan menginisiasi program “Sekolah Sampah” sebagai upaya mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah mulai dari rumah tangga.

Program ini digagas di tengah tingginya timbulan sampah harian di Surabaya yang mencapai sekitar 1.800 ton per hari.

Baca Juga: Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Menurut Eri, persoalan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat melalui kebiasaan memilah dan mengolah sampah sejak dari sumbernya.

“Persoalan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat. Kebiasaan memilah sampah rumah tangga menjadi langkah awal yang sangat penting untuk mengurangi beban TPA, menyelamatkan bumi kita, sekaligus meningkatkan nilai guna sampah,” jelasnya, Rabu (13/5/2026).

Eri menyebut ada sekitar 60 persen sampah harian di Surabaya merupakan sampah organik seperti limbah dapur dan sisa makanan. Jika tidak dikelola dengan baik, sampah tersebut berpotensi menghasilkan gas metana yang memperparah krisis iklim.

Karena itu, Eri menilai orientasi pengelolaan sampah harus diubah dari yang selama ini bertumpu di hilir atau tempat pembuangan akhir (TPA), menjadi berbasis hulu, yakni rumah tangga, sekolah, serta lingkungan RT/RW.

Edisi perdana “Sekolah Sampah” dijadwalkan berlangsung pada 23 Mei 2026 dan selanjutnya akan digelar rutin setiap bulan.

Baca Juga: Potensi Pendapatan PDAM Hilang, DPRD Surabaya Bakal Panggil Pengelola Air Mandiri di Perumahan Elit

Dalam kegiatan itu, peserta akan mendapat edukasi perubahan perilaku dalam mengelola sampah, termasuk teknik memilah sampah sejak dari rumah.

Selain materi teori, peserta juga akan dikenalkan cara pengolahan sampah organik secara sederhana melalui komposter, biopori, dan budidaya maggot skala rumah tangga.

Setiap peserta juga akan mendapatkan komposter atau biopori gratis untuk diterapkan di lingkungan masing-masing.

Baca Juga: Atasi Kebocoran PAD, DPRD Surabaya Gagas Retribusi Parkir Dihapus dan Digabung Pajak Kendaraan

Panitia membuka pendaftaran peserta secara daring dan memprioritaskan warga yang aktif dalam kegiatan kemasyarakatan seperti kader PKK, pengurus RT/RW, majelis taklim, karang taruna, hingga Kader Surabaya Hebat.

“Peserta diharapkan menjadi change driver atau penggerak perubahan dalam pengelolaan sampah di wilayahnya setelah mengikuti Sekolah Sampah,” kata politisi PDI Perjuangan tersebut.

Program ini juga menjadi dukungan terhadap kebijakan Pemerintah Kota Surabaya dalam memperkuat pemilahan sampah berbasis sumber, termasuk melalui program Kampung Pancasila dan pembagian fasilitas komposter serta biopori ke RT dan RW.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Pengumuman Beasiswa Cinta Bergema Jember, 7.566 Mahasiswa Lolos Administrasi

Pemkab Jember nantinya hanya akan menyaring sekitar 4.200 mahasiswa sesuai batas kuota yang tersedia.

Sering Bikin Bahaya, Arus Lalu Lintas Embong Gayam dan Embong Sawo Surabaya Kini Dibalik

Selama masa uji coba, Dishub Surabaya tidak hanya memfokuskan pemantauan pada Jalan Basuki Rahmat, tetapi juga mengevaluasi kawasan sekitarnya secara berkala.

‎Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai Probolinggo Targetkan Penerimaan Rp1,4 Triliun

Selain pemberantasan rokok ilegal, Bea Cukai Probolinggo juga memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait aturan barang bawaan penumpang dari luar negeri.

Ternyata, Ada 21 SPPG MBG di Sidoarjo Belum Berizin

Imbas keracunan massal santri, Pemkab Sidoarjo mendesak agar pengawasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada program MBG benar-benar diperketat.

Wakapolda Metro Jaya Dekananto Eko Purwono Resmi Sandang Pangkat Irjen Pol

Salah satu keberhasilan paling menonjol saat memimpin Dinas Intelkam Polda Jatim adalah penanganan konflik antar perguruan pencak silat. 

Langkah Sigap PDS Bantu Warga Terdampak Gempa Flores di Tiga Wilayah NTT

Sekretaris Perusahaan PDS, Bayu Widyafrasta menegaskan bahwa aksi cepat ini merupakan komitmen dan kepedulian nyata perusahaan terhadap warga terdampak bencana.