Sekuriti Perumahan di Surabaya Tewas Bersimbah Darah: Ada 6 Luka Tusuk, HP Raib
- Penulis : Moris Mangke
- | Senin, 11 Mei 2026 17:20 WIB
selalu.id - Sekuriti perumahan Darmo Satelit, Sukomanunggal, Surabaya, yang ditemukan tewas bersimbah darah, itu diduga kuat dibunuh.
Saat dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), ditubuh sekuriti berinisial DK (44), warga Perak, Surabaya, itu ditemukan enam luka tusuk.
Baca Juga: 7 Fakta Pembunuhan Janda Jombang di Surabaya, Nomor 4 dan 5 Bikin Penasaran
“Lukanya ada di leher sebelah kanan, punggung sebelah kiri, lengan sebelah kiri belakang, sikut sebelah kiri, dada sebelah kanan, dan perut sebelah kiri,” sebut Kapolsek Sukomanunggal, Kompol M Akhyar saat dikonfirmasi, Senin (11/5/2026).
Akhyar menyebut, saat olah TKP, tidak ditemukan ponsel milik korban. Ada dugaan dibawa oleh terduga pelaku.
Namun, barang-barang lainnya milik korban seperti sepeda motor masih ditemukan di sekitar lokasi.
"Sepeda motornya ada di samping TKP, kuncinya masih nyantol. Penyebabnya kita belum tahu, begitupun motifnya. Modus operandinya juga belum tahu. Kenapa kok hanya handphone korban yang hilang. Ini masih dilakukan penyelidikan," jelasnya.
Saat ini polisi masih melakukan serangkaian penyelidikan lebih lanjut dan mencari keberadaan terduga pelaku.
Baca Juga: Polisi Periksa 6 Saksi dalam Kasus Pembunuhan Janda Jombang di Surabaya
"CCTV-nya nggak ada. Karena gedung itu sudah lama mangkrak sekitar 5-6 tahunan mangkrak. Belum terdeteksi pelakunya," kata mantan Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya itu.
Sekuriti itu ditemukan tewas di pos penjagaan Perumahan Darmo Satelit I, Sukomanunggal, Surabaya, Senin (11/5/2026) pagi.
Saat ditemukan, korban dalam kondisi tergeletak dengan luka berdarah di beberapa bagian tubuh.
Kusnul, salah satu petugas kebersihan di lokasi, mengatakan korban pertama kali ditemukan oleh sesama sekuriti saat pergantian shift pagi sekitar pukul 07.00 WIB.
Baca Juga: Ini Dia Tampang Pelaku Pembunuhan Sekuriti di Surabaya, Motifnya Bikin Ngelus Dada
“Ditemukan sekitar jam 7 tadi. Yang menemukan itu sesama sekuriti. Jadi waktu mau tukar shift pagi, kok lampunya belum dimatikan. Pas masuk ke pos, korban sudah tergeletak,” ungkapnya.
Menurut Kusnul, korban dikenal sebagai pribadi yang baik dan tidak pernah memiliki masalah dengan warga sekitar selama bekerja sebagai petugas keamanan.
“Sudah empat tahun jadi sekuriti. Orangnya baik, sopan. Kalau shift siang sering kasih makan anak-anak kebersihan. Dievakuasi jam 10 tadi,” jelasnya.
Editor : Zein Muhammad