Update Keracunan MBG di Surabaya, Pukesmas Sebut Korbannya Capai 200 Siswa
- Penulis : Ade Resty
- | Senin, 11 Mei 2026 14:40 WIB
selalu.id - Kepala Puskesmas Tembok Dukuh Surabaya, drg Tyas Pranadani menyebut bahwa korban dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG), ada sekitar 200 siswa.
Tyas menjelaskan sejumlah sekolah dilaporkan mengalami keluhan kesehatan dan mendapat penanganan di Puskesmas Tembok Dukuh.
Baca Juga: Demi Target 250 Emas Porprov Jatim 2027, KONI Kota Surabaya Gelar Tes Narkoba
Jumlah itu, kata dia, masih bersifat sementara karena pendataan terus dilakukan.
“Kalau dari data yang kami dapat sementara ini, karena memang datanya masih belum fix ya, masih ada laporan, ada yang masih kita hitung ulang. Sejauh ini hampir 200 siswa,” sebutnya kepada wartawan, Senin (11/5/2026).
Menurut Tyas, siswa yang terdampak berasal dari sekitar 12 sekolah yang menerima distribusi makanan dari dapur umum atau SPPG yang sama. Sekolah tersebut terdiri dari jenjang TK, SD hingga SMP.
“Itu ada SD, ada TK, ada SMP. Jadi random,” jelasnya.
Gejala yang paling banyak dikeluhkan siswa yakni mual, muntah, dan pusing setelah menyantap makanan MBG.
“Gejalanya mual muntah kebanyakan. Pusing, mual, muntah setelah makan makanan dari MBG,” katanya.
Dari total siswa terdampak, sekitar 100 anak dibawa ke Rumah Sakit IBI untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Baca Juga: Gara-gara ini, Rumah Makan AG Ny Suharti Harus Berurusan dengan Bapenda Surabaya
Sementara lainnya ditangani langsung di sekolah maupun di Puskesmas Tembok Dukuh.
“Ada yang kami datangi di sekolah karena gejalanya masih ringan, masih memungkinkan kita tangani di tempat. Ada juga yang datang ke puskesmas,” beber Tyas.
Meski jumlah siswa cukup banyak, pihaknya memastikan seluruh pasien dalam kondisi tidak serius (gejala ringan) dan belum ada yang harus menjalani rawat inap.
“Belum ada rawat inap, semuanya hampir alhamdulillah gejalanya ringan. Banyak juga yang sudah pulang,” tegasnya.
Terkait penyebab dugaan keracunan, pihak puskesmas masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
Baca Juga: Polisi Gagalkan Tawuran Dua Kelompok Remaja di Surabaya, Amankan 7 Orang dan Sita Sajam
Sampel makanan telah diambil dan akan diuji bersama Dinas Kesehatan Surabaya di BBLK.
Dugaan sementara, keluhan muncul setelah menu MBG menyajikan daging yang sebelumnya tidak biasa diberikan.
Namun hal tersebut masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut.
“Masih belum tahu penyebabnya, masih kita cek ulang. Sampel sudah kami ambil di lokasi,” tandas Tyas.
Editor : Zein Muhammad