Kamis, 03 Sep 2026 11:16 WIB

Update Keracunan MBG di Surabaya, Pukesmas Sebut Korbannya Capai 200 Siswa

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 11 Mei 2026 14:40 WIB
Para siswa SD yang diduga keracunan MBG saat dirawat di pukesmas. (Dok. Tangkapan layar).
Para siswa SD yang diduga keracunan MBG saat dirawat di pukesmas. (Dok. Tangkapan layar).

selalu.id - Kepala Puskesmas Tembok Dukuh Surabaya, drg Tyas Pranadani menyebut bahwa korban dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG), ada sekitar 200 siswa.

Tyas menjelaskan sejumlah sekolah dilaporkan mengalami keluhan kesehatan dan mendapat penanganan di Puskesmas Tembok Dukuh.

Baca Juga: Ternyata, Ada 21 SPPG MBG di Sidoarjo Belum Berizin

Jumlah itu, kata dia, masih bersifat sementara karena pendataan terus dilakukan.

“Kalau dari data yang kami dapat sementara ini, karena memang datanya masih belum fix ya, masih ada laporan, ada yang masih kita hitung ulang. Sejauh ini hampir 200 siswa,” sebutnya kepada wartawan, Senin (11/5/2026).

Menurut Tyas, siswa yang terdampak berasal dari sekitar 12 sekolah yang menerima distribusi makanan dari dapur umum atau SPPG yang sama. Sekolah tersebut terdiri dari jenjang TK, SD hingga SMP.

“Itu ada SD, ada TK, ada SMP. Jadi random,” jelasnya.

Gejala yang paling banyak dikeluhkan siswa yakni mual, muntah, dan pusing setelah menyantap makanan MBG.

“Gejalanya mual muntah kebanyakan. Pusing, mual, muntah setelah makan makanan dari MBG,” katanya.

Dari total siswa terdampak, sekitar 100 anak dibawa ke Rumah Sakit IBI untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Baca Juga: BGN Suspend SPPG Penyedia MBG yang Diduga Picu Keracunan Ratusan Santri Sidoarjo

Sementara lainnya ditangani langsung di sekolah maupun di Puskesmas Tembok Dukuh.

“Ada yang kami datangi di sekolah karena gejalanya masih ringan, masih memungkinkan kita tangani di tempat. Ada juga yang datang ke puskesmas,” beber Tyas.

Meski jumlah siswa cukup banyak, pihaknya memastikan seluruh pasien dalam kondisi tidak serius (gejala ringan) dan belum ada yang harus menjalani rawat inap.

“Belum ada rawat inap, semuanya hampir alhamdulillah gejalanya ringan. Banyak juga yang sudah pulang,” tegasnya.

Terkait penyebab dugaan keracunan, pihak puskesmas masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

Baca Juga: Ini Nama Dapur SPPG yang Diduga Bikin Ratusan Santri di Sidoarjo Keracunan MBG

Sampel makanan telah diambil dan akan diuji bersama Dinas Kesehatan Surabaya di BBLK.

Dugaan sementara, keluhan muncul setelah menu MBG menyajikan daging yang sebelumnya tidak biasa diberikan.

Namun hal tersebut masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut.

“Masih belum tahu penyebabnya, masih kita cek ulang. Sampel sudah kami ambil di lokasi,” tandas Tyas.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Hingga 28 Agustus 2026, dari total pagu anggaran mencapai Rp1,9 triliun, BPKAD baru merealisasikan anggaran sebesar Rp11 miliar.

Pengumuman Beasiswa Cinta Bergema Jember, 7.566 Mahasiswa Lolos Administrasi

Pemkab Jember nantinya hanya akan menyaring sekitar 4.200 mahasiswa sesuai batas kuota yang tersedia.

Potensi Pendapatan PDAM Hilang, DPRD Surabaya Bakal Panggil Pengelola Air Mandiri di Perumahan Elit

Machmud membeberkan, sejumlah pengelola kawasan perumahan elit memproduksi air sendiri dan menetapkan tarif secara sepihak kepada para penghuninya.

Sering Bikin Bahaya, Arus Lalu Lintas Embong Gayam dan Embong Sawo Surabaya Kini Dibalik

Selama masa uji coba, Dishub Surabaya tidak hanya memfokuskan pemantauan pada Jalan Basuki Rahmat, tetapi juga mengevaluasi kawasan sekitarnya secara berkala.

‎Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai Probolinggo Targetkan Penerimaan Rp1,4 Triliun

Selain pemberantasan rokok ilegal, Bea Cukai Probolinggo juga memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait aturan barang bawaan penumpang dari luar negeri.

Wakapolda Metro Jaya Dekananto Eko Purwono Resmi Sandang Pangkat Irjen Pol

Salah satu keberhasilan paling menonjol saat memimpin Dinas Intelkam Polda Jatim adalah penanganan konflik antar perguruan pencak silat.