Minggu, 18 Okt 2026 16:20 WIB

Update Keracunan MBG di Surabaya, Pukesmas Sebut Korbannya Capai 200 Siswa

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 11 Mei 2026 14:40 WIB
Para siswa SD yang diduga keracunan MBG saat dirawat di pukesmas. (Dok. Tangkapan layar).
Para siswa SD yang diduga keracunan MBG saat dirawat di pukesmas. (Dok. Tangkapan layar).

selalu.id - Kepala Puskesmas Tembok Dukuh Surabaya, drg Tyas Pranadani menyebut bahwa korban dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG), ada sekitar 200 siswa.

Tyas menjelaskan sejumlah sekolah dilaporkan mengalami keluhan kesehatan dan mendapat penanganan di Puskesmas Tembok Dukuh.

Baca Juga: Perkuat Sinergi, Kapolri Temui Rais Aam PBNU di Surabaya

Jumlah itu, kata dia, masih bersifat sementara karena pendataan terus dilakukan.

“Kalau dari data yang kami dapat sementara ini, karena memang datanya masih belum fix ya, masih ada laporan, ada yang masih kita hitung ulang. Sejauh ini hampir 200 siswa,” sebutnya kepada wartawan, Senin (11/5/2026).

Menurut Tyas, siswa yang terdampak berasal dari sekitar 12 sekolah yang menerima distribusi makanan dari dapur umum atau SPPG yang sama. Sekolah tersebut terdiri dari jenjang TK, SD hingga SMP.

“Itu ada SD, ada TK, ada SMP. Jadi random,” jelasnya.

Gejala yang paling banyak dikeluhkan siswa yakni mual, muntah, dan pusing setelah menyantap makanan MBG.

“Gejalanya mual muntah kebanyakan. Pusing, mual, muntah setelah makan makanan dari MBG,” katanya.

Dari total siswa terdampak, sekitar 100 anak dibawa ke Rumah Sakit IBI untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Baca Juga: Sentuhan Sirpu Betina, Senjata Rahasia Performa Gacoan di Gantangan

Sementara lainnya ditangani langsung di sekolah maupun di Puskesmas Tembok Dukuh.

“Ada yang kami datangi di sekolah karena gejalanya masih ringan, masih memungkinkan kita tangani di tempat. Ada juga yang datang ke puskesmas,” beber Tyas.

Meski jumlah siswa cukup banyak, pihaknya memastikan seluruh pasien dalam kondisi tidak serius (gejala ringan) dan belum ada yang harus menjalani rawat inap.

“Belum ada rawat inap, semuanya hampir alhamdulillah gejalanya ringan. Banyak juga yang sudah pulang,” tegasnya.

Terkait penyebab dugaan keracunan, pihak puskesmas masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

Baca Juga: Alumni Cak dan Ning Surabaya Ditangkap Terkait Kasus Narkoba

Sampel makanan telah diambil dan akan diuji bersama Dinas Kesehatan Surabaya di BBLK.

Dugaan sementara, keluhan muncul setelah menu MBG menyajikan daging yang sebelumnya tidak biasa diberikan.

Namun hal tersebut masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut.

“Masih belum tahu penyebabnya, masih kita cek ulang. Sampel sudah kami ambil di lokasi,” tandas Tyas.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Senangnya Petani Tambakrejo Sambut KDKMP Sidoarjo, Tebus Pupuk Kini Makin Mudah

Selain pupuk, KDKMP diproyeksikan menjadi pusat penyaluran komoditas bersubsidi lainnya seperti beras SPHP, MinyaKita, hingga LPG 3 kilogram.

Wisata Hutan Kota Jeruk Surabaya: Murah, Indah, dan Cocok untuk Keluarga

Menjelang sore hari, para pengunjung disuguhkan lanskap persawahan yang asri sembari diiringi alunan musik akustik.

600 Penari Ramaikan Festival Munali Patah 2026 di Sidoarjo

Kegiatan ini melibatkan penari dari Sidoarjo, Pasuruan, Surabaya, Mojokerto, hingga Malang.

KSPSI Apresiasi Desk Ketenagakerjaan Kapolri dan Batalkan Aksi Buruh 20 Oktober

Desk Ketenagakerjaan sudah berdiri di 35 Polres yang tersebar di 14 Polda.

Kapolri Kunjungi Museum Marsinah di Nganjuk, Kenang Perjuangan Pahlawan Buruh

Rombongan disambut Penasihat Kapolri Bidang Ketenagakerjaan sekaligus Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea.

Andreas Eddy Susetyo Usul Gabungkan Konservasi, Ekowisata, dan Perikanan di CMC 

selalu.id - Anggota DPR RI Andreas Eddy Susetyo mengusulkan pengembangan ekonomi hijau berbasis masyarakat di kawasan Clungup Mangrove Conservation atau CMC