Minggu, 19 Jul 2026 20:13 WIB

Update Keracunan MBG di Surabaya, Pukesmas Sebut Korbannya Capai 200 Siswa

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 11 Mei 2026 14:40 WIB
Para siswa SD yang diduga keracunan MBG saat dirawat di pukesmas. (Dok. Tangkapan layar).
Para siswa SD yang diduga keracunan MBG saat dirawat di pukesmas. (Dok. Tangkapan layar).

selalu.id - Kepala Puskesmas Tembok Dukuh Surabaya, drg Tyas Pranadani menyebut bahwa korban dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG), ada sekitar 200 siswa.

Tyas menjelaskan sejumlah sekolah dilaporkan mengalami keluhan kesehatan dan mendapat penanganan di Puskesmas Tembok Dukuh.

Baca Juga: Demi Target 250 Emas Porprov Jatim 2027, KONI Kota Surabaya Gelar Tes Narkoba

Jumlah itu, kata dia, masih bersifat sementara karena pendataan terus dilakukan.

“Kalau dari data yang kami dapat sementara ini, karena memang datanya masih belum fix ya, masih ada laporan, ada yang masih kita hitung ulang. Sejauh ini hampir 200 siswa,” sebutnya kepada wartawan, Senin (11/5/2026).

Menurut Tyas, siswa yang terdampak berasal dari sekitar 12 sekolah yang menerima distribusi makanan dari dapur umum atau SPPG yang sama. Sekolah tersebut terdiri dari jenjang TK, SD hingga SMP.

“Itu ada SD, ada TK, ada SMP. Jadi random,” jelasnya.

Gejala yang paling banyak dikeluhkan siswa yakni mual, muntah, dan pusing setelah menyantap makanan MBG.

“Gejalanya mual muntah kebanyakan. Pusing, mual, muntah setelah makan makanan dari MBG,” katanya.

Dari total siswa terdampak, sekitar 100 anak dibawa ke Rumah Sakit IBI untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Baca Juga: Gara-gara ini, Rumah Makan AG Ny Suharti Harus Berurusan dengan Bapenda Surabaya

Sementara lainnya ditangani langsung di sekolah maupun di Puskesmas Tembok Dukuh.

“Ada yang kami datangi di sekolah karena gejalanya masih ringan, masih memungkinkan kita tangani di tempat. Ada juga yang datang ke puskesmas,” beber Tyas.

Meski jumlah siswa cukup banyak, pihaknya memastikan seluruh pasien dalam kondisi tidak serius (gejala ringan) dan belum ada yang harus menjalani rawat inap.

“Belum ada rawat inap, semuanya hampir alhamdulillah gejalanya ringan. Banyak juga yang sudah pulang,” tegasnya.

Terkait penyebab dugaan keracunan, pihak puskesmas masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

Baca Juga: Polisi Gagalkan Tawuran Dua Kelompok Remaja di Surabaya, Amankan 7 Orang dan Sita Sajam

Sampel makanan telah diambil dan akan diuji bersama Dinas Kesehatan Surabaya di BBLK.

Dugaan sementara, keluhan muncul setelah menu MBG menyajikan daging yang sebelumnya tidak biasa diberikan.

Namun hal tersebut masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut.

“Masih belum tahu penyebabnya, masih kita cek ulang. Sampel sudah kami ambil di lokasi,” tandas Tyas.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Hukum Pidana Tanpa Kasta: Menepis Hak Istimewa di Hadapan Hukum

Hukum tunduk pada pembuktian, bukan pada jabatan. Kewenangan negara pun dibatasi oleh UU, dan bukan oleh hierarki kekuasaan.

Bisnis Keterampilan Rajut dari Candipari, Perjalanan Ernawati Menembus Pasar Internasional

Meski telah menjangkau pasar internasional, Ernawati tetap mempertahankan prinsip yang sama sejak awal merintis usaha, yakni bekerja dengan sabar dan telaten.

Demi Tambahan Penghasilan, Perempuan Penjual Roti di Surabaya Kasus Narkoba Lagi

Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan sembilan paket sabu dengan berat total 96,884 gram serta 10 butir ekstasi seberat 4,274 gram.

Biaya Makam Rp5 Juta untuk Warga Baru Disetop, Pemkot Surabaya: Tak Boleh Dipaksa

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan iuran makam tidak boleh dijadikan syarat dalam pengurusan adminduk.

Nobar Final Piala Dunia 2026 di Mojokerto Bakal Digelar di GOR Seni Majapahit

Ika Puspitasari, menyampaikan bahwa penyelenggaraan nobar merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Mojokerto menghadirkan ruang publik yang positif.

Krisis Air Bersih, Warga Kunjorowesi Mojokerto Bergantung Sisa Air Hujan

Akibat krisis air bersih ini, warga Dusun Kandangan harus bergantung pada sisa air hujan yang disimpan di kolam penampungan air atau tandon.