Rabu, 21 Okt 2026 11:50 WIB

Hindari Jalan Yos Sudarso Surabaya, Ada Demo Seniman Jalan Macet

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 11 Mei 2026 11:57 WIB
Aksi unjuk rasa seniman di Surabaya. (Foto: Ade/selalu.id).
Aksi unjuk rasa seniman di Surabaya. (Foto: Ade/selalu.id).

selalu.id - Ratusan seniman dan pegiat budaya menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Dewan Kesenian Surabaya (DKS), kawasan Balai Pemuda kota setempat, Senin (11/5/2026).

Imbas aksi tersebut membuat arus lalu lintas di Jalan Yos Sudarso sempat tersendat dan merayap.

Baca Juga: Bunda Jelita Surabaya Integrasikan Layanan Ibu dan Bayi Sejak Catin hingga Pascapersalinan

Pantauan selalu.id, massa mulai berkumpul sekitar pukul 11.00 WIB. Mereka membawa poster, spanduk, serta bergantian menyampaikan orasi di depan gedung DKS. Kemudian mereka pindah menuju depan Balai Kota Surabaya.

Kepadatan kendaraan terjadi karena sebagian badan jalan dipadati peserta aksi dan pengguna jalan yang melambat untuk melihat jalannya demonstrasi.

Koordinator aksi, Taufik Monyong, mengatakan demonstrasi ini merupakan bentuk solidaritas publik kesenian terhadap situasi yang sedang dihadapi Dewan Kesenian Surabaya.

Massa menolak upaya pengosongan ruang sekretariat dan Galeri DKS di kawasan Balai Pemuda.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Perketat Penjualan Minol, Pembeli Wajib Tunjukkan Identitas

“Publik kesenian, pegiat budaya, seniman, akademisi, mahasiswa, hingga warga Kota Surabaya turun karena peduli terhadap nasib Dewan Kesenian Surabaya,” ungkapnya.

Menurut Taufik, persoalan yang terjadi bukan sekadar soal gedung, melainkan menyangkut ruang sejarah dan perkembangan kebudayaan Kota Surabaya.

“Aksi ini penegasan sikap moral bahwa ruang kesenian bukan hanya bangunan, tetapi ruang ingatan kolektif dan tempat tumbuhnya peradaban kota,” katanya.

Baca Juga: Finalis Cak Surabaya Ditangkap Polisi, Wali Kota Eri: Gelar Akan Kita Cabut

Taufik menegaskan, Dewan Kesenian Surabaya bersama Balai Pemuda telah menjadi bagian penting perjalanan sejarah kota sejak 1971.

Dari tempat itu lahir banyak seniman, musisi, sastrawan, hingga pekerja budaya yang memberi warna bagi Surabaya.

Karena itu, massa menilai langkah pengosongan ruang sekretariat dan galeri DKS melalui kebijakan administratif dianggap melukai sejarah kebudayaan kota.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

SIER Perkuat Peluang Investasi Indonesia–Taiwan melalui Solusi Kawasan Industri Terintegrasi

Forum ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat hubungan ekonomi Indonesia dan Taiwan, sekaligus membuka peluang kerja sama di bidang investasi.

PSG Hajar Barcelona 4-2, Anak Asuh Luis Enrique Kunci Puncak Klasemen Liga Champions

Hasil ini membuat juara bertahan menyapu bersih 3 laga awal dengan poin sempurna.

Dua Tahun Kepemimpinan Prabowo-Gibran, Doa Lintas Agama Digelar di Sidoarjo

Istigasah dipimpin KH Rofiq Siradj.

Top 5 Berita: Pabrik Kosmetik Ilegal Digerebek hingga Rapat Kerja Pusat

Pembaca tertarik pemberitaan penggerebekan pabrik kosmetik ilegal hingga pendidikan.

Kisah Dua Saudara di Nganjuk Merawat Takdir Gamelan Legendaris di Panggung Dunia

Satu paket gamelan lengkap dibanderol mulai Rp90 juta untuk material besi puncu kuningan, sedangkan untuk material full kuningan mencapai Rp300 juta per paket.

Gegara Sampah, Garasi Rumah dan Mobil di Nganjuk Ludes Terbakar

Atas kejadian ini, pihak Damkar mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah sembarangan, terutama saat kondisi cuaca berangin, apalagi musim kemarau.