Selasa, 21 Jul 2026 22:13 WIB

Hindari Jalan Yos Sudarso Surabaya, Ada Demo Seniman Jalan Macet

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 11 Mei 2026 11:57 WIB
Aksi unjuk rasa seniman di Surabaya. (Foto: Ade/selalu.id).
Aksi unjuk rasa seniman di Surabaya. (Foto: Ade/selalu.id).

selalu.id - Ratusan seniman dan pegiat budaya menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Dewan Kesenian Surabaya (DKS), kawasan Balai Pemuda kota setempat, Senin (11/5/2026).

Imbas aksi tersebut membuat arus lalu lintas di Jalan Yos Sudarso sempat tersendat dan merayap.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

Pantauan selalu.id, massa mulai berkumpul sekitar pukul 11.00 WIB. Mereka membawa poster, spanduk, serta bergantian menyampaikan orasi di depan gedung DKS. Kemudian mereka pindah menuju depan Balai Kota Surabaya.

Kepadatan kendaraan terjadi karena sebagian badan jalan dipadati peserta aksi dan pengguna jalan yang melambat untuk melihat jalannya demonstrasi.

Koordinator aksi, Taufik Monyong, mengatakan demonstrasi ini merupakan bentuk solidaritas publik kesenian terhadap situasi yang sedang dihadapi Dewan Kesenian Surabaya.

Massa menolak upaya pengosongan ruang sekretariat dan Galeri DKS di kawasan Balai Pemuda.

Baca Juga: Beredar Kabar Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel, Ada Apa?

“Publik kesenian, pegiat budaya, seniman, akademisi, mahasiswa, hingga warga Kota Surabaya turun karena peduli terhadap nasib Dewan Kesenian Surabaya,” ungkapnya.

Menurut Taufik, persoalan yang terjadi bukan sekadar soal gedung, melainkan menyangkut ruang sejarah dan perkembangan kebudayaan Kota Surabaya.

“Aksi ini penegasan sikap moral bahwa ruang kesenian bukan hanya bangunan, tetapi ruang ingatan kolektif dan tempat tumbuhnya peradaban kota,” katanya.

Baca Juga: Mampir di Surabaya, Hasto Bicara Soal Tudingan PDIP Sebagai Dalang Aksi Demonstrasi

Taufik menegaskan, Dewan Kesenian Surabaya bersama Balai Pemuda telah menjadi bagian penting perjalanan sejarah kota sejak 1971.

Dari tempat itu lahir banyak seniman, musisi, sastrawan, hingga pekerja budaya yang memberi warna bagi Surabaya.

Karena itu, massa menilai langkah pengosongan ruang sekretariat dan galeri DKS melalui kebijakan administratif dianggap melukai sejarah kebudayaan kota.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.