Rabu, 22 Jul 2026 16:31 WIB

Hindari Jalan Yos Sudarso Surabaya, Ada Demo Seniman Jalan Macet

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 11 Mei 2026 11:57 WIB
Aksi unjuk rasa seniman di Surabaya. (Foto: Ade/selalu.id).
Aksi unjuk rasa seniman di Surabaya. (Foto: Ade/selalu.id).

selalu.id - Ratusan seniman dan pegiat budaya menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Dewan Kesenian Surabaya (DKS), kawasan Balai Pemuda kota setempat, Senin (11/5/2026).

Imbas aksi tersebut membuat arus lalu lintas di Jalan Yos Sudarso sempat tersendat dan merayap.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

Pantauan selalu.id, massa mulai berkumpul sekitar pukul 11.00 WIB. Mereka membawa poster, spanduk, serta bergantian menyampaikan orasi di depan gedung DKS. Kemudian mereka pindah menuju depan Balai Kota Surabaya.

Kepadatan kendaraan terjadi karena sebagian badan jalan dipadati peserta aksi dan pengguna jalan yang melambat untuk melihat jalannya demonstrasi.

Koordinator aksi, Taufik Monyong, mengatakan demonstrasi ini merupakan bentuk solidaritas publik kesenian terhadap situasi yang sedang dihadapi Dewan Kesenian Surabaya.

Massa menolak upaya pengosongan ruang sekretariat dan Galeri DKS di kawasan Balai Pemuda.

Baca Juga: Beredar Kabar Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel, Ada Apa?

“Publik kesenian, pegiat budaya, seniman, akademisi, mahasiswa, hingga warga Kota Surabaya turun karena peduli terhadap nasib Dewan Kesenian Surabaya,” ungkapnya.

Menurut Taufik, persoalan yang terjadi bukan sekadar soal gedung, melainkan menyangkut ruang sejarah dan perkembangan kebudayaan Kota Surabaya.

“Aksi ini penegasan sikap moral bahwa ruang kesenian bukan hanya bangunan, tetapi ruang ingatan kolektif dan tempat tumbuhnya peradaban kota,” katanya.

Baca Juga: Mampir di Surabaya, Hasto Bicara Soal Tudingan PDIP Sebagai Dalang Aksi Demonstrasi

Taufik menegaskan, Dewan Kesenian Surabaya bersama Balai Pemuda telah menjadi bagian penting perjalanan sejarah kota sejak 1971.

Dari tempat itu lahir banyak seniman, musisi, sastrawan, hingga pekerja budaya yang memberi warna bagi Surabaya.

Karena itu, massa menilai langkah pengosongan ruang sekretariat dan galeri DKS melalui kebijakan administratif dianggap melukai sejarah kebudayaan kota.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Seorang Kakek di Mojokerto jadi Korban Gendam, Motor Supra Kesayangan Raib

Peristiwa itu terjadi di area Perumahan Flower Garden, Dusun Glonggongan, Desa Sumbertebu, Kecamatan Bangsal. Korban saat itu tengah mencari rumput.

Resmikan Closed Barn di Pasuruan, Wamenko Pangan Dorong Pengembangan Sapi Perah Dataran Rendah

Inovasi tersebut diyakini dapat menjadi terobosan untuk meningkatkan produksi susu nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor.

Dr WP Djatmiko soal OTT Bupati Lombok Barat: Biaya Politik Tinggi hingga Lemahnya Pengawas Internal

Sebaliknya, publik harus mendorong reformasi sistemik pada legal substance dan legal culture agar kasus-kasus korupsi serupa tidak terus berulang.

Eks Dirut Kebun Binatang Surabaya Ditetapkan Tersangka Korupsi Rp10,2 Miliar

Berdasarkan hasil penyidikan, sekitar Rp7 miliar dari total kerugian negara diduga digunakan untuk kepentingan pribadi tersangka.

Sinergi Nasional dari Jember, Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Kemudahan Usaha dan Pembiayaan Murah

Pemerintah Kabupaten Jember terus berkomitmen membantu UMKM agar mampu berkembang menjadi usaha yang lebih produktif dan berdaya saing.

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.