Minggu, 19 Jul 2026 20:27 WIB

Hantavirus Mulai Diwaspadai di Surabaya, Masyarakat Diminta jaga Kondisi Tubuh

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 11 Mei 2026 09:06 WIB
Ilustrasi virus. (Dok. Freepik/Ist).
Ilustrasi virus. (Dok. Freepik/Ist).

selalu.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran hantavirus.

Meskipun hingga saat ini, belum ditemukan kasus yang terkonfirmasi positif.

Baca Juga: Demi Target 250 Emas Porprov Jatim 2027, KONI Kota Surabaya Gelar Tes Narkoba

Kepala Dinkes Surabaya, dr. Billy Daniel Messakh, mengatakan hantavirus bukan penyakit baru karena sudah lama dikenal di dunia medis.

Virus ini, diketahui menular melalui tikus dan kasusnya cenderung sporadis.

“Hantavirus ini sebenarnya bukan penyakit baru. Sudah lama ada dan penularannya dari tikus. Sampai sekarang di Surabaya juga belum ada kasus yang terbukti positif,” jelas dr. Billy, Senin (11/5/2026).

Ia mengatakan gejala hantavirus kerap menyerupai flu biasa atau common cold. Karena itu, masyarakat diminta tetap waspada dan menjaga kondisi tubuh.

Salah satu langkah yang dipertimbangkan adalah mengaktifkan kembali pemeriksaan suhu tubuh di pintu masuk transportasi publik seperti bandara, pelabuhan, dan jalur transportasi darat menggunakan alat pemindai suhu elektronik.

Baca Juga: Gara-gara ini, Rumah Makan AG Ny Suharti Harus Berurusan dengan Bapenda Surabaya

“Kalau ada yang terdeteksi suhu tubuhnya di atas normal, tentu harus segera dipantau atau dilakukan langkah pengawasan lebih lanjut,” kata dr Billy.

Selain itu, warga diimbau menerapkan kebiasaan hidup sehat seperti menjaga pola makan, cukup istirahat, berolahraga, serta menggunakan masker saat berada di ruang tertutup atau keramaian.

Dinkes Surabaya juga masih menunggu arahan teknis dari pemerintah pusat terkait mekanisme skrining hantavirus.

Kementerian Kesehatan disebut tengah meminta panduan resmi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Baca Juga: Polisi Gagalkan Tawuran Dua Kelompok Remaja di Surabaya, Amankan 7 Orang dan Sita Sajam

“Kami masih menunggu guidance dari kementerian kesehatan terkait screening. Namun kami tetap berkoordinasi dan menyiapkan langkah antisipasi,” ujarnya.

Bagi warga yang akan bepergian ke luar negeri, Dinkes mengingatkan pentingnya melengkapi vaksinasi seperti meningitis, influenza, dan pneumonia sebagai perlindungan tambahan.

“Untuk warga yang bepergian ke luar negeri, vaksinnya harus dilengkapi. Itu penting sebagai perlindungan,” tandas dr Billy.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Hukum Pidana Tanpa Kasta: Menepis Hak Istimewa di Hadapan Hukum

Hukum tunduk pada pembuktian, bukan pada jabatan. Kewenangan negara pun dibatasi oleh UU, dan bukan oleh hierarki kekuasaan.

Bisnis Keterampilan Rajut dari Candipari, Perjalanan Ernawati Menembus Pasar Internasional

Meski telah menjangkau pasar internasional, Ernawati tetap mempertahankan prinsip yang sama sejak awal merintis usaha, yakni bekerja dengan sabar dan telaten.

Demi Tambahan Penghasilan, Perempuan Penjual Roti di Surabaya Kasus Narkoba Lagi

Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan sembilan paket sabu dengan berat total 96,884 gram serta 10 butir ekstasi seberat 4,274 gram.

Biaya Makam Rp5 Juta untuk Warga Baru Disetop, Pemkot Surabaya: Tak Boleh Dipaksa

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan iuran makam tidak boleh dijadikan syarat dalam pengurusan adminduk.

Nobar Final Piala Dunia 2026 di Mojokerto Bakal Digelar di GOR Seni Majapahit

Ika Puspitasari, menyampaikan bahwa penyelenggaraan nobar merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Mojokerto menghadirkan ruang publik yang positif.

Krisis Air Bersih, Warga Kunjorowesi Mojokerto Bergantung Sisa Air Hujan

Akibat krisis air bersih ini, warga Dusun Kandangan harus bergantung pada sisa air hujan yang disimpan di kolam penampungan air atau tandon.