Jumat, 04 Sep 2026 12:55 WIB

Hantavirus Mulai Diwaspadai di Surabaya, Masyarakat Diminta jaga Kondisi Tubuh

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 11 Mei 2026 09:06 WIB
Ilustrasi virus. (Dok. Freepik/Ist).
Ilustrasi virus. (Dok. Freepik/Ist).

selalu.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran hantavirus.

Meskipun hingga saat ini, belum ditemukan kasus yang terkonfirmasi positif.

Baca Juga: Ketika Korban Penganiayaan di Surabaya Diintimidasi dan Ditawari Uang Damai Rp150 Juta

Kepala Dinkes Surabaya, dr. Billy Daniel Messakh, mengatakan hantavirus bukan penyakit baru karena sudah lama dikenal di dunia medis.

Virus ini, diketahui menular melalui tikus dan kasusnya cenderung sporadis.

“Hantavirus ini sebenarnya bukan penyakit baru. Sudah lama ada dan penularannya dari tikus. Sampai sekarang di Surabaya juga belum ada kasus yang terbukti positif,” jelas dr. Billy, Senin (11/5/2026).

Ia mengatakan gejala hantavirus kerap menyerupai flu biasa atau common cold. Karena itu, masyarakat diminta tetap waspada dan menjaga kondisi tubuh.

Salah satu langkah yang dipertimbangkan adalah mengaktifkan kembali pemeriksaan suhu tubuh di pintu masuk transportasi publik seperti bandara, pelabuhan, dan jalur transportasi darat menggunakan alat pemindai suhu elektronik.

Baca Juga: Hapus Stigma Kampungan, Kanwil Kemenag Jatim Gelar Expo Madrasah 2026

“Kalau ada yang terdeteksi suhu tubuhnya di atas normal, tentu harus segera dipantau atau dilakukan langkah pengawasan lebih lanjut,” kata dr Billy.

Selain itu, warga diimbau menerapkan kebiasaan hidup sehat seperti menjaga pola makan, cukup istirahat, berolahraga, serta menggunakan masker saat berada di ruang tertutup atau keramaian.

Dinkes Surabaya juga masih menunggu arahan teknis dari pemerintah pusat terkait mekanisme skrining hantavirus.

Kementerian Kesehatan disebut tengah meminta panduan resmi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Baca Juga: Tragedi Berdarah di Diskotek Triple X Surabaya: Pemuda Dikeroyok Brutal, Kepala Dihantam Paving

“Kami masih menunggu guidance dari kementerian kesehatan terkait screening. Namun kami tetap berkoordinasi dan menyiapkan langkah antisipasi,” ujarnya.

Bagi warga yang akan bepergian ke luar negeri, Dinkes mengingatkan pentingnya melengkapi vaksinasi seperti meningitis, influenza, dan pneumonia sebagai perlindungan tambahan.

“Untuk warga yang bepergian ke luar negeri, vaksinnya harus dilengkapi. Itu penting sebagai perlindungan,” tandas dr Billy.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Lepas Puluhan Tukik ke Laut, PMI Surabaya Ikut Dukung Pelestarian Penyu di Banyuwangi

Ketua Harian PMI Surabaya, Taufik Rohman, turut melepas langsung puluhan tukik tersebut ke laut.

Cerita Pemuda Lamongan Sulap Kamar di Sambikerep Surabaya jadi Gudang Transit Sabu

Kini, langkah BN terhenti. Pemuda Lamongan itu harus menukar kamar kontrakannya di Sambikerep dengan dinginnya sel tahanan Polrestabes Surabaya.

Taman Dayu Rayakan Anniversary Lewat Turnamen Golf Bernuansa Bali

General Manager Taman Dayu Golf Club & Resort Brendan Sentosa mengatakan perayaan anniversary ini menjadi momentum untuk memberikan apresiasi kepada komunitas.

Mangkrak dan Tak Ada Kepastian, Tiga Pembeli Apartemen PT TPI Gugat Pengembang Rp6,49 Miliar di PN Surabaya

Langkah hukum ini ditempuh lantaran unit yang telah dilunasi sejak 2024 tak kunjung diserahterimakan.

Ketika Peziarah Terusik dengan Markanya Anjal dan Pengemis di Kawasan Sunan Ampel Surabaya

Aduan tersebut mengalir deras ke hotline Lapor Cak Eri. Sejumlah peziarah mengaku kerap diresahkan oleh aksi anjal yang meminta uang dengan berbagai macam cara.

Resmi Dikelola Pemkab Pasuruan, Rest Area dan Tengger Cultural Center Tosari Siap Dihidupkan

Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo menegaskan komitmennya untuk segera mengaktifkan fasilitas penunjang wisata tersebut.