Sabtu, 26 Sep 2026 15:43 WIB

Pasca Kasus Penganiayaan Istri dan Pembunuhan Mertua di Mojokerto, Begini Nasib Tiga Anak Pelaku  

Kapolres Mojokerto AKBP Andi Yudha Pranata saat berbincang dengan anak perempuan korban.
Kapolres Mojokerto AKBP Andi Yudha Pranata saat berbincang dengan anak perempuan korban.

selalu.id - Tiga anak Satuan dan istrinya Sri Wahyuni kini tinggal bersama pakde atau kakak istri pelaku dirumah neneknya yang meninggal dunia yang hanya berjarak sekitar 20 meter dari lokasi kejadian di Dusun Sumbertempur, Desa Sumbergirang, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto.

Ketiganya mendapatkan pendampingan trauma healing dari Polres Mojokerto imbas peristiwa yang terjadi kemarin sehingga nenek mereka meninggal dunia.

Baca Juga: Geledah Kantor ATR/BPN Kota Mojokerto, KPK Sita Dokumen dan Amplop Berisi Uang

Ketiga anak itu terdiri dari remaja kelas 2 SMP putra pertama Sri Wahyuni atau Yuni (35), F (15) anak pertama Satuan dan balita usia 3,5 tahun anak dari Yuni dengan Satuan.

Satuan dan Sri Wahyuni menikah di tahun 2020 dengan status duda dan janda. Mereka menikah sudah memiliki anak masing-masing satu. Dalam pernikahannya keduanya dianugerahi satu anak yakni B.

Kapolres Mojokerto AKBP Andi Yudha Pranata mengatakan, ketiga anak tersebut kini sudah ada pengampunya yakni keluarga besar dari korban.

Baca Juga: Korban KM Virgo asal Mojokerto Pulang, Keluarga Guyurkan Air Kembang

"Kalau anak yang pertama ini sudah ada pengampunya masing-masing. Ada keluarga besar dan sebagainya. Namun, kalau ada kendala lanjutan dalam hal sekolah, akses dan sebagainya. Saat ini kepada lingkungan supaya tidak ada terjadi framing, dikucilkan atau bahkan bikin cuek atau sebaliknya ada yang simpatik," kata Andi, Jumat (8/5/2026) malam.

Ia menambahkan, semua pihak fokus ke trauma healing dan masa depan tiga anak tersebut. "Ayo semua sama-sama fokus di situ untuk masa depannya mereka. Jadi kepentingan anak menjadi prioritas dari proses penyelesaian atas peristiwa itu," jelasnya.

Baca Juga: Ternyata, Soal Ini Kantor BPN Kota Mojokerto Digeledah KPK

Menurut mantan Kapolres Batu ini, hasil dari pertemuan sebentar dengan tiga anak tersebut memang ada trauma yang dirasakan.

"Secara fisik tadi untuk yang 15 tahun saudari F itu dia tertekan banyak namun masih dalam tataran bisa berkomunikasi. Tapi kalau proses kehilangan itu ya karena waktunya juga masih berkurang. Untuk yang anak kandung dari tersangka dua laki-laki yang belasan tahun dengan yang tiga tahun, yang tiga ini masih terlalu dini untuk mengetahui tentang apa yang terjadi. Sehingga saya tadi lebih melihat mereka harus lebih banyak diberikan penjelasan dengan pokok komunikasi yang tepat," pungkasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Ribuan Santri Adu Bakat dalam PORSADIN VII Jatim di Lumajang

Para juara nantinya akan mewakili Jawa Timur di PORSADIN Nasional yang rencananya digelar di Jakarta pada November 2026.

Bentuk Karakter Penolong, Pemkot Surabaya Rencanakan PMR jadi Ekskul Wajib Pilihan SD-SMP

Wali Kota Eri berpesan agar para pemuda tidak sekali-kali melupakan budaya lokal, menghargai perbedaan, serta mengedepankan sikap saling membantu.

Guruh Soekarnoputra di Mata Wakil DPD PDI Perjuangan Jatim: Indonesia Kehilangan Marhaenis

selalu.id – Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya Mas Guruh Soekarnoputra, Mohammad Guruh Irianto S

Guruh Soekarnoputra Tutup Usia di 73 Tahun

Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto membenarkan kabar duka tersebut.

Layanan Home Care Pemkab Jember Dilirik Kemenkes, Jadi Inspirasi Daerah Lain

Meski begitu, Kemenkes tetap memberikan perhatian pada evaluasi program secara berkala guna memastikan efektivitasnya di lapangan.

ASN Surabaya jangan Enak-anakan, Begini Pesan Tegas DPRD

Sebelumnya, Wali Kota Eri Cahyadi telah menginstruksikan seluruh jajaran Pemkot untuk memindahkan sebagian aktivitas kerjanya ke Balai RW mulai Oktober 2026.