Kamis, 25 Jun 2026 23:52 WIB

Pasca Kasus Penganiayaan Istri dan Pembunuhan Mertua di Mojokerto, Begini Nasib Tiga Anak Pelaku  

Kapolres Mojokerto AKBP Andi Yudha Pranata saat berbincang dengan anak perempuan korban.
Kapolres Mojokerto AKBP Andi Yudha Pranata saat berbincang dengan anak perempuan korban.

selalu.id - Tiga anak Satuan dan istrinya Sri Wahyuni kini tinggal bersama pakde atau kakak istri pelaku dirumah neneknya yang meninggal dunia yang hanya berjarak sekitar 20 meter dari lokasi kejadian di Dusun Sumbertempur, Desa Sumbergirang, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto.

Ketiganya mendapatkan pendampingan trauma healing dari Polres Mojokerto imbas peristiwa yang terjadi kemarin sehingga nenek mereka meninggal dunia.

Baca Juga: Dinilai Daerah Maju, LAN RI Pilih Kota Mojokerto Laboratorium Kepemimpinan

Ketiga anak itu terdiri dari remaja kelas 2 SMP putra pertama Sri Wahyuni atau Yuni (35), F (15) anak pertama Satuan dan balita usia 3,5 tahun anak dari Yuni dengan Satuan.

Satuan dan Sri Wahyuni menikah di tahun 2020 dengan status duda dan janda. Mereka menikah sudah memiliki anak masing-masing satu. Dalam pernikahannya keduanya dianugerahi satu anak yakni B.

Kapolres Mojokerto AKBP Andi Yudha Pranata mengatakan, ketiga anak tersebut kini sudah ada pengampunya yakni keluarga besar dari korban.

Baca Juga: Pemkot Mojokerto Siapkan Ratusan Juta Septic Tank Bagi Warga MBR

"Kalau anak yang pertama ini sudah ada pengampunya masing-masing. Ada keluarga besar dan sebagainya. Namun, kalau ada kendala lanjutan dalam hal sekolah, akses dan sebagainya. Saat ini kepada lingkungan supaya tidak ada terjadi framing, dikucilkan atau bahkan bikin cuek atau sebaliknya ada yang simpatik," kata Andi, Jumat (8/5/2026) malam.

Ia menambahkan, semua pihak fokus ke trauma healing dan masa depan tiga anak tersebut. "Ayo semua sama-sama fokus di situ untuk masa depannya mereka. Jadi kepentingan anak menjadi prioritas dari proses penyelesaian atas peristiwa itu," jelasnya.

Baca Juga: Demo Mahasiswa di Mojokerto Memanas, Saling Dorong hingga Blokir Jalan

Menurut mantan Kapolres Batu ini, hasil dari pertemuan sebentar dengan tiga anak tersebut memang ada trauma yang dirasakan.

"Secara fisik tadi untuk yang 15 tahun saudari F itu dia tertekan banyak namun masih dalam tataran bisa berkomunikasi. Tapi kalau proses kehilangan itu ya karena waktunya juga masih berkurang. Untuk yang anak kandung dari tersangka dua laki-laki yang belasan tahun dengan yang tiga tahun, yang tiga ini masih terlalu dini untuk mengetahui tentang apa yang terjadi. Sehingga saya tadi lebih melihat mereka harus lebih banyak diberikan penjelasan dengan pokok komunikasi yang tepat," pungkasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Polda Jatim Dorong Pemanfaatan AI untuk Keamanan Publik Lewat KREAFEST 2026

Kapolda Jatim, Irjen Pol Nanang Avianto mengatakan perkembangan teknologi digital merupakan sebuah keniscayaan yang harus dihadapi dengan bijak.

Di Tengah Guncangan Kepercayaan, Tolak Angin Tiba-tiba Tunjuk Nicholas Saputra jadi BA

Padahal, Nicholas Saputra jelas bukan nama sembarangan. Aktor kelahiran 1984 ini merupakan dipandang sebagai figur pintar.

Dispendikbud Sidoarjo Pastikan Kuota SPMB Aman, Bunda Tak Perlu Khawatir

Dispendikbud Sidoarjo menegaskan seluruh alokasi daya tampung telah disusun berdasarkan ketentuan dan petunjuk teknis yang berlaku.

Kisah Menyentuh Rizky Andranata, Dari Bukan Siapa-siapa Kini Masuk PDIP

Di balik kesibukannya, sebagai kader politik, dan pendamping warga di Surabaya, tersimpan kisah seorang anak yang tumbuh tanpa kehadiran utuh kedua orang tua.

Dukung Kelancaran Logistik Maluku Utara, TPK Ternate Terus Tingkatkan Kualitas Layanan

Menurut Anwar, capaian tersebut menunjukkan komitmen perusahaan dalam menjaga keandalan operasional dan mendukung kelancaran rantai pasok di Maluku Utara.

Peringati Hari Donor Darah Sedunia, SIER Berhasil Kumpulkan 157 Kantong Darah

Setelah melalui tahapan pemeriksaan kesehatan, sebanyak 149 peserta dinyatakan memenuhi syarat dan berhasil mendonorkan darahnya.