Kamis, 25 Jun 2026 23:45 WIB

Belum Final, Warga Masih Tunggu Jawaban dari PT Wulandaya Cahaya Lestari

Proyek bangunan PT Wulandaya Cahaya Lestari yang sudah disegel Satpol PP (foto: moris/selalu.id)
Proyek bangunan PT Wulandaya Cahaya Lestari yang sudah disegel Satpol PP (foto: moris/selalu.id)

selalu.id - Pasca rapat dengar pendapat di DPRD Surabaya, warga terdampak dan PT Wulandaya Cahaya Lestari kembali melakukan mediasi terkait dampak proyek pembangunan di Kantor Kecamatan Genteng, Rabu, 7 Mei 2026.

Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil rapat di DPRD Surabaya yang meminta Camat Genteng memfasilitasi dialog antara warga dan pihak perusahaan.
Dalam mediasi tersebut, kedua belah pihak membahas sejumlah persoalan teknis yang selama ini dikeluhkan warga di sekitar lokasi proyek pembangunan.

Baca Juga: Peringati Hari Donor Darah Sedunia, SIER Berhasil Kumpulkan 157 Kantong Darah

Perwakilan warga, Winardi, mengatakan pembahasan dalam mediasi mencakup persoalan parkir kendaraan proyek hingga penempatan material bangunan yang dinilai berpotensi mengganggu aktivitas usaha warga.

“Terkait parkir, penempatan material-material yang nantinya bisa mengganggu area bisnis kita. Jika ada kerusakan akibat proyek, sudah ada PIC yang ditunjuk untuk menyelesaikan permasalahannya,” ujar Winardi, Sabtu (9/5/2026).

Menurutnya, mediasi kali ini menghasilkan sejumlah kesepakatan teknis untuk meminimalkan dampak proyek terhadap lingkungan sekitar.

Namun demikian, tuntutan utama warga terkait relokasi sementara ke apartemen selama masa pembangunan proyek masih belum menemukan kesepakatan dengan pihak perusahaan.

“Yang kita sepakati kemarin hanya hal-hal teknis. Tapi tuntutan utama kami terkait relokasi belum ada kesepakatan final,” paparnya.

Winardi berharap persoalan tersebut segera menemukan titik temu agar tidak terus berlarut-larut dan menimbulkan ketegangan antara warga dengan pihak pengembang.

Baca Juga: Kabar Baik, DPRD Surabaya Siapkan Reperda Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

Ia mengungkapkan bahwa sebelum rapat di DPRD Surabaya, warga dan pihak perusahaan sebenarnya telah beberapa kali melakukan mediasi. Namun, pertemuan sebelumnya selalu menemui jalan buntu.

Menurutnya, hal itu terjadi karena pihak perusahaan sebelumnya hanya mengirim perwakilan yang dinilai tidak memiliki kewenangan mengambil keputusan dalam forum mediasi.

Kondisi tersebut membuat warga kecewa karena menilai tidak ada keseriusan dari pihak PT Wulandaya Cahaya Lestari untuk menyelesaikan persoalan secara menyeluruh.

Komunikasi antara kedua belah pihak mulai membaik setelah digelarnya rapat dengar pendapat di DPRD Surabaya yang menghadirkan perwakilan perusahaan dengan kewenangan lebih besar.

Baca Juga: Dispendik Surabaya Siapkan Sekolah Swasta Bagi Calon Siswa yang Tak Lolos Negeri

Dalam rapat tersebut, PT Wulandaya Cahaya Lestari diwakili oleh Direktur Teknik Winarto dan Legal Konsultan internal Neira Maharani yang dinilai lebih representatif dalam proses pengambilan keputusan.

Warga berharap mediasi lanjutan dapat menghasilkan solusi yang adil sehingga proyek pembangunan tetap berjalan tanpa mengabaikan hak dan kenyamanan masyarakat sekitar.

Sesuai dengan rekomendasi Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP), saat ini proyek pembangunan dihentikan sampai PT Wulandaya Cahaya mengantongi izin Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) yang lengkap. Di lokasi proyek juga telah dipasang segel berupa garis Satpol PP.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Dinilai Daerah Maju, LAN RI Pilih Kota Mojokerto Laboratorium Kepemimpinan

Pada tahun 2025, pertumbuhan ekonomi kota mojokerto mencapai 5,34 persen, meningkat dibandingkan tahun 2024 yang sebesar 5,32 persen.

Polda Jatim Dorong Pemanfaatan AI untuk Keamanan Publik Lewat KREAFEST 2026

Kapolda Jatim, Irjen Pol Nanang Avianto mengatakan perkembangan teknologi digital merupakan sebuah keniscayaan yang harus dihadapi dengan bijak.

Di Tengah Guncangan Kepercayaan, Tolak Angin Tiba-tiba Tunjuk Nicholas Saputra jadi BA

Padahal, Nicholas Saputra jelas bukan nama sembarangan. Aktor kelahiran 1984 ini merupakan dipandang sebagai figur pintar.

Dispendikbud Sidoarjo Pastikan Kuota SPMB Aman, Bunda Tak Perlu Khawatir

Dispendikbud Sidoarjo menegaskan seluruh alokasi daya tampung telah disusun berdasarkan ketentuan dan petunjuk teknis yang berlaku.

Kisah Menyentuh Rizky Andranata, Dari Bukan Siapa-siapa Kini Masuk PDIP

Di balik kesibukannya, sebagai kader politik, dan pendamping warga di Surabaya, tersimpan kisah seorang anak yang tumbuh tanpa kehadiran utuh kedua orang tua.

Pemkot Mojokerto Siapkan Ratusan Juta Septic Tank Bagi Warga MBR

Sebanyak 65 penerima yang telah lolos verifikasi akan mendapatkan bantuan senilai Rp8 juta per keluarga.