Rabu, 12 Agu 2026 00:14 WIB

PKB Jatim Turun Tangan Kawal Kasus Kekerasan Seksual Gadis Disabilitas di Lumajang

Tim Kuasa Hukum korban kekerasan seksual didampingi Ketua DPRD Jatim Musyafak Rouf mewakili DPW PKB Jatim saat melapor di Polda Jatim. (Foto: Dony/selalu.id).
Tim Kuasa Hukum korban kekerasan seksual didampingi Ketua DPRD Jatim Musyafak Rouf mewakili DPW PKB Jatim saat melapor di Polda Jatim. (Foto: Dony/selalu.id).

selalu.id - DPW PKB Jawa Timur bergerak cepat menindaklanjuti aduan yang disampaikan Shifa Khilwiyatul Muti’ah, kuasa hukum korban kasus kekerasan seksual terhadap seorang gadis disabilitas asal Kecamatan Padang, Kabupaten Lumajang.

Aduan tersebut disampaikan dalam agenda Hari Fraksi yang digelar DPW PKB Jatim sebagai forum serap aspirasi masyarakat, baik secara tatap muka maupun daring melalui siaran langsung di akun TikTok @dpwpkbjatim yang digelar setiap hari Jumat.

Baca Juga: Dituding Menyuruh Perempuan Aborsi, Mantan Cak Ning Surabaya Sekaligus Runner-up Raka Raki jadi Sorotan

Dalam forum itu, Shifa hadir bersama kliennya, AW, gadis disabilitas yang diduga menjadi korban kekerasan seksual oleh tetangganya sendiri yang berusia sekitar 70 tahun.

Di hadapan pengurus DPW PKB Jatim dan anggota Fraksi PKB DPRD Jawa Timur, Shifa meminta aparat penegak hukum segera menangkap terduga pelaku.

Menurutnya, laporan kasus tersebut telah masuk ke Polres Lumajang hampir satu bulan lalu, namun hingga kini belum ada penangkapan.

Menindaklanjuti aduan tersebut, Shifa bersama korban didampingi langsung Wakil Ketua DPW PKB Jatim yang juga Ketua DPRD Jatim Musyafak Rouf, Ketua Fraksi PKB DPRD Jatim Muhammad Ashari, Ketua Komisi B DPRD Jatim Anik Maslachah, Erjik Bintoro serta Anggota Komisi E DPRD Jatim Sriatun mendatangi Polda Jatim untuk melaporkan sekaligus meminta percepatan penanganan perkara tersebut.

"Kami di sini mendampingi Bu Shifa, kita teruskan sesuai dengan prosedur-prosedur hukum yang berlaku. Sehingga, karena kami di tingkat provinsi tentunya ketika di polres atau di kabupaten itu kurang maksimal maka minta kepada polda atau tingkat provinsi itu ikut juga melakukan pengawasan sekaligus untuk mendorong supaya proses ini ada percepatan," kata Musyafak di Polda Jatim, Jumat (8/5/2026).

Musyafak menegaskan PKB Jatim berkomitmen mengawal proses hukum kasus kekerasan seksual, khususnya yang menimpa kelompok rentan seperti penyandang disabilitas, agar korban mendapatkan perlindungan dan keadilan.

Ketua Fraksi PKB DPRD Jatim Muhammad Ashari. (Foto: Dony/selalu.id).Ketua Fraksi PKB DPRD Jatim Muhammad Ashari. (Foto: Dony/selalu.id).

Baca Juga: Jatanras Polda Jatim Bekuk Mantan Satpam Pembunuh Nenek di Pasuruan

"Jadi PKB Jawa Timur itu sesuai dengan jargonnya, kita membela wong cilik, orang yang terdzolimi dan orang-orang yang tidak dapat perlakuan keadilan di negeri tercinta ini, itu adalah tujuan PKB, membela yang benar," tegasnya.

Sementara itu, Shifa mengaku meminta pendampingan PKB Jatim agar proses hukum tidak berhenti di tengah jalan.

Apalagi, kasus tersebut telah bergulir hampir satu bulan di Polres Lumajang sejak pertama kali dilaporkan.

"Kenapa kami meminta bantuan hingga provinsi, hingga PKB Provinsi Jawa Timur, karena kami sudah melakukan pelaporan juga di Polres Lumajang, tetapi sampai hari ini prosesnya masih belum tuntas," katanya.

Baca Juga: Polisi Sebar 5 Tim Buru Terduga Pembunuh Sekdin DPRKPP Bangkalan

"Saat ini di Polres Lumajang sendiri sudah sampai tahap penyidikan. Akan tetapi kami juga butuh bantuan agar lekas menemukan titik yang baik agar terduga, tersangka pelaku ataupun yang terlapor itu bisa segera ditemukan," tambah Shifa.

Ia menegaskan menolak penyelesaian melalui jalur damai karena kekerasan seksual merupakan kejahatan serius, terlebih korbannya merupakan penyandang disabilitas.

Shifa khawatir praktik damai di luar proses hukum justru membuat kasus serupa terus berulang.

"Korban penyandang disabilitas. Kami tidak menerima proses damai karena jika proses damai itu dibiarkan maka selanjutnya akan tetap akan adanya perdamaian jika ada tindak pidana kekerasan seksual. Karena beberapa kasus yang korbannya adalah disabilitas itu tidak tuntas. Selesai di jalur damai," pungkasnya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Polisi Buru Pelaku Pembakar dan Perusak Mobil Patroli dalam Bentrokan di Pasuruan

Saat ini, Satreskrim Polres Pasuruan terus bergerak mengumpulkan alat bukti guna mengidentifikasi seluruh oknum yang bertanggung jawab dalam insiden tersebut.

Bentrok Oknum Suporter dengan Warga di Pasuruan, 3 Mobil Polisi Dirusak dan Dibakar

Saat ini, Satreskrim Polres Pasuruan masih melakukan penyelidikan secara intensif dengan mengumpulkan alat bukti dan mengidentifikasi pihak yang terlibat.

Penanganan Banjir di Surabaya Masih Setengah Hati, DPRD Bongkar Penyebabnya

Pansus Banjir DPRD Surabaya pun mendorong agar normalisasi saluran menjadi pekerjaan rutin yang wajib dianggarkan, minimal setiap tiga tahun.

Konsisten Bangun Citra Positif, SIER Raih Penghargaan Indonesia PR Award 2026

Ahmad Fahrudin mengatakan, penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas upaya SIER dalam membangun komunikasi dan reputasi perusahaan secara konsisten.

Jember Pecahkan Dua Rekor MURI dalam Peringatan HAN 2026

Capaian tersebut sekaligus mempertegas komitmen Jember dalam membangun ruang kegiatan yang inklusif, dengan memberikan kesempatan yang sama kepada anak-anak.

Ini Ciri-ciri Pria Misterius yang Ditemukan Tewas di Bawah Jembatan Suramadu

Polisi mengimbau kepada masyarakat apabila mengenali korban, bisa segera melapor ke pihak kepolisian.