Rabu, 04 Nov 2026 13:08 WIB

BPS Surabaya Tegaskan Sensus Ekonomi 2026 Bukan untuk Pajak

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 08 Mei 2026 12:00 WIB
Kepala BPS Kota Surabaya, Arief Chandra Setiawan. (Dok. BPS Surabaya).
Kepala BPS Kota Surabaya, Arief Chandra Setiawan. (Dok. BPS Surabaya).

selalu.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mulai melaksanakan Sensus Ekonomi 2026 di Surabaya sejak 1 Mei hingga 31 Juli 2026.

Pendataan tersebut menargetkan sekitar 415 ribu unit usaha, mulai dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), perusahaan besar, hingga bisnis rumahan.

Baca Juga: Kejari Tanjung Perak Terima SPDP Go Bozze Gozali, Kasi Intel: Belum Ada Tersangka

Sensus Ekonomi merupakan pendataan usaha nonpertanian yang digelar setiap 10 tahun sekali.

Kegiatan ini dilakukan untuk memotret kondisi riil perekonomian, perkembangan dunia usaha, serta perubahan struktur ekonomi di daerah.

Kepala BPS Kota Surabaya, Arief Chandra Setiawan mengatakan pendataan kali ini juga mencakup sektor ekonomi digital yang terus berkembang di Kota Pahlawan.

“Seluruh pelaku usaha nonpertanian akan didata, termasuk sektor ekonomi digital, UMKM, usaha rumahan, hingga perusahaan besar,” jelasnya, Jumat (8/5/2026).

Menurut Arief, data yang dihimpun meliputi identitas usaha, nomor induk berusaha (NIB), karakteristik usaha, jumlah tenaga kerja, serta aspek keuangan seperti pendapatan, pengeluaran, dan aset.

Baca Juga: Pedagang Pasar Tanjungsari, Persoalkan PISS, Ketua DPRD Surabaya: Harus Dievaluasi

BPS menyiapkan sekitar 1.900 petugas lapangan untuk menjangkau seluruh wilayah Surabaya. Para petugas akan melakukan pendataan hingga Agustus 2026.

Selain mendata perusahaan formal, sensus juga menyasar rumah tangga yang memiliki kegiatan usaha mandiri.

Langkah ini dilakukan untuk menangkap potensi ekonomi informal dan usaha berbasis rumah tangga yang cukup banyak berkembang.

Arief menegaskan seluruh data yang diberikan responden dijamin kerahasiaannya dan tidak digunakan untuk kepentingan perpajakan.

Baca Juga: Nenek yang Dirampok Itu Tetangga Wakil Ketua DPRD Surabaya, Minta Pelaku Segera Ditangkap

“Data bersifat rahasia dan hanya disajikan dalam bentuk agregat. Tidak digunakan untuk kepentingan perpajakan. Jadi murni untuk kebutuhan perencanaan pembangunan,” paparnya.

Arief menambahkan, partisipasi masyarakat menjadi faktor penting agar hasil sensus benar-benar menggambarkan kondisi ekonomi Surabaya secara menyeluruh.

“Kami tidak bisa mengolah data tanpa dukungan dari pelaku usaha. Karena itu partisipasi masyarakat menjadi kunci,” tandasnya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Hasil Liga Champions: Man Utd Comeback Lawan AS Roma 3-2, Cunha Pahlawan Setan Merah

Comeback ini memberi harapan baru bagi Setan Merah untuk bangkit di kompetisi Eropa dan domestik.

Stikosa-AWS dan Antara Jatim Gelar Futsal Antar Media Lewat Prapanca AWS Cup 2026

Ajang ini diinisiasi untuk kebersamaan sekaligus memperkuat kolaborasi lintas instansi media di Jawa Timur.

Jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Listyo Sigit Prabowo Dipecat dari KSP

Mensesneg Prasetio Hadi mengatakan Keputusan Presiden (Keppres) terkait pemberhentian Listyo tengah disiapkan.

GM FKPPI Jatim: Penyadapan Presiden Pengkhianatan Amanah Negara, Bongkar Aktor Intelektualnya

Agoes juga meminta penyidik mendalami kemungkinan adanya motif politik maupun tujuan yang lebih jauh terhadap keamanan negara.

Apel Siaga Bencana di Jatim, Irjen Dekananto: Musim Hujan Diprediksi Datang Lebih Lambat

Sepanjang tahun 2026 tercatat 672 kejadian bencana alam di berbagai wilayah Jawa Timur.

Top 5 Berita: Polemik Pasar Tanjungsari hingga Penyadapan Presiden RI oleh Eks Kapolri

Pembaca pemberitaan olahraga, peristiwa hingga penyadapan kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.