Jumat, 18 Sep 2026 16:40 WIB

BPS Surabaya Tegaskan Sensus Ekonomi 2026 Bukan untuk Pajak

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 08 Mei 2026 12:00 WIB
Kepala BPS Kota Surabaya, Arief Chandra Setiawan. (Dok. BPS Surabaya).
Kepala BPS Kota Surabaya, Arief Chandra Setiawan. (Dok. BPS Surabaya).

selalu.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mulai melaksanakan Sensus Ekonomi 2026 di Surabaya sejak 1 Mei hingga 31 Juli 2026.

Pendataan tersebut menargetkan sekitar 415 ribu unit usaha, mulai dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), perusahaan besar, hingga bisnis rumahan.

Baca Juga: Surabaya Panaskan Mesin Atlet Menuju Porprov Jatim 2027 Lewat SRC

Sensus Ekonomi merupakan pendataan usaha nonpertanian yang digelar setiap 10 tahun sekali.

Kegiatan ini dilakukan untuk memotret kondisi riil perekonomian, perkembangan dunia usaha, serta perubahan struktur ekonomi di daerah.

Kepala BPS Kota Surabaya, Arief Chandra Setiawan mengatakan pendataan kali ini juga mencakup sektor ekonomi digital yang terus berkembang di Kota Pahlawan.

“Seluruh pelaku usaha nonpertanian akan didata, termasuk sektor ekonomi digital, UMKM, usaha rumahan, hingga perusahaan besar,” jelasnya, Jumat (8/5/2026).

Menurut Arief, data yang dihimpun meliputi identitas usaha, nomor induk berusaha (NIB), karakteristik usaha, jumlah tenaga kerja, serta aspek keuangan seperti pendapatan, pengeluaran, dan aset.

Baca Juga: Dinkopumdag Surabaya Tegaskan Lapak SWK Gratis, Ada Praktik Sewa Ilegal Laporkan

BPS menyiapkan sekitar 1.900 petugas lapangan untuk menjangkau seluruh wilayah Surabaya. Para petugas akan melakukan pendataan hingga Agustus 2026.

Selain mendata perusahaan formal, sensus juga menyasar rumah tangga yang memiliki kegiatan usaha mandiri.

Langkah ini dilakukan untuk menangkap potensi ekonomi informal dan usaha berbasis rumah tangga yang cukup banyak berkembang.

Arief menegaskan seluruh data yang diberikan responden dijamin kerahasiaannya dan tidak digunakan untuk kepentingan perpajakan.

Baca Juga: Demo UINSA: Mahasiswa Usir Aparat, Tuntut Rektor Mundur

“Data bersifat rahasia dan hanya disajikan dalam bentuk agregat. Tidak digunakan untuk kepentingan perpajakan. Jadi murni untuk kebutuhan perencanaan pembangunan,” paparnya.

Arief menambahkan, partisipasi masyarakat menjadi faktor penting agar hasil sensus benar-benar menggambarkan kondisi ekonomi Surabaya secara menyeluruh.

“Kami tidak bisa mengolah data tanpa dukungan dari pelaku usaha. Karena itu partisipasi masyarakat menjadi kunci,” tandasnya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Bikin Heboh! Wulan Guritno Beri Kejutan Ultah dan Pelukan Hangat untuk Ariel NOAH

Kehadiran Wulan mendadak bikin heboh saat ia menyanyikan lagu ulang tahun, mendekat, lalu memberikan pelukan hangat serta ciuman di kedua pipi Ariel.

Antisipasi Gempa Patahan Aktif, Pemkot Surabaya Siapkan 5 Seismograf

Alat yang disiapkan merupakan Raspberry Shake (RS6D), berdasarkan usulan tim geofisika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dipimpin Prof Amien Widodo.

Helikopter Polri Dikerahkan Bantu Evakuasi Keluarga Korban di Operasi Damai Cartenz

Proses evakuasi berjalan lancar dan korban dalam kondisi selamat.

Pabrik Sepatu Terbakar di Mojokerto Belum Padam, Ini Kendala Pemadam di Lokasi

Tim harus membongkar dinding dulu pakai ekskavator yang sudah didatangkan pihak pabrik.

Gagal Berangkatkan Jemaah, Kemenhaj Blokir PT Annisa Ahmada Travelindo

Kemenhaj akan terus melakukan pemantauan dan penanganan terhadap persoalan tersebut.

Kejati Jatim Tahan Tersangka Baru Korupsi KUR BNI Jember, Kerugian Negara 6,1 Miliar

Buku rekening dan ATM diserahkan kepada SH. Uang dikelola sendiri, dipakai melunasi kredit macet agar bisa mengajukan pinjaman baru serta melunasi utang pribadi