Rabu, 24 Jun 2026 01:16 WIB

DPRD Surabaya Minta Kaji Ulang Proyek Strategis Pemkot yang Gunakan Dana Pinjaman

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 07 Mei 2026 20:43 WIB
Wakil Ketua DPRD Surabaya Arif Fathoni. (Foto: Ade/Selalu.id).
Wakil Ketua DPRD Surabaya Arif Fathoni. (Foto: Ade/Selalu.id).

selalu.id - Wakil Ketua DPRD Surabaya, Arif Fathoni menyoroti rencana pembiayaan alternatif tahap II yang akan ditempuh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

Menurutnya, skema pinjaman daerah tersebut harus benar-benar diarahkan untuk proyek strategis yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kota.

Baca Juga: Ketika PLN Seenaknya Sendiri saat Pemadaman Listrik di Surabaya, Dishub Aja Dicuekin

Fathoni menjelaskan, plafon pembiayaan yang sebelumnya dibahas bersama Badan Anggaran mencapai Rp1,2 triliun.

Dari jumlah itu, realisasi tahap awal melalui PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) sekitar Rp885 miliar untuk dua proyek.

Selain itu, pembiayaan dari Bank Jatim juga mencapai sekitar Rp400 miliar.

“Yang di PT SMI itu waktu rapat dengan Badan Anggaran plafonnya Rp1,2 triliun. Yang kemarin baru sekitar Rp800 miliar lebih untuk dua proyek,” sebut Fathoni, Kamis (7/5/2026).

Ia menyatakan bahwa DPRD memahami diskursus yang berkembang di tengah masyarakat terkait kebijakan utang daerah. Masukan datang dari kalangan akademisi hingga mantan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

Karena itu, DPRD meminta Pemkot melakukan kajian menyeluruh sebelum masuk ke tahap berikutnya, baik dari sisi hukum maupun studi kelayakan proyek.

“Kami mendorong Pemkot agar proyek-proyek strategis yang dibiayai pembiayaan alternatif ini benar-benar menjadi trigger pertumbuhan ekonomi,” jelas Fathoni.

Menurutnya, sebagian besar dana pinjaman PT SMI digunakan untuk pembangunan infrastruktur jalan baru.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Raih Penghargaan RTLH Tertinggi se-Jatim, Siap Tuntaskan pada 2027

Di antaranya jalur Wiyung-Menganti dan akses penghubung Karangpilang menuju wilayah perbatasan Surabaya-Sidoarjo.

Selain itu, proyek juga mencakup penerangan jalan umum yang dinilai penting untuk menunjang aktivitas ekonomi di kawasan baru.

Fathoni mencontohkan perkembangan kawasan Jalan Merr yang sebelumnya didominasi lahan rawa dan sawah.

Setelah dibangun jalan, kawasan tersebut kini berubah menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru dengan banyaknya usaha yang bermunculan.

“Dulu kawasan Merr itu rawa dan sawah. Begitu dibangun jalan, sekarang menjadi magnet pertumbuhan ekonomi baru,” tegasnya.

Baca Juga: Ketika Kota DIbangun untuk Beton, Bukan untuk Air

Fathoni juga menilai persoalan utama kota besar seperti Surabaya saat ini adalah banjir dan kemacetan.

Karena itu, pembangunan jalan baru, pelebaran jalan, hingga penguatan sistem drainase dinilai mendesak.

“Kalau banjir, pemerintah kota harus terus berinovasi agar aliran air hujan cepat menuju sungai dan laut, sehingga tidak menggenangi wilayah Surabaya,” tandasnya.

Fathoni berharap seluruh proyek yang dibiayai melalui pinjaman daerah tidak berhenti pada dokumen kajian, tetapi benar-benar terealisasi dan memberi manfaat nyata bagi warga Surabaya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Dorong Percepatan Investasi, DPMPTSP Jatim Gelar Bimtek OSS RBA dan LKPM

Melalui bimtek ini, pelaku usaha mendapat pembekalan terkait penggunaan sistem OSS RBA serta tata cara penyusunan LKPM.

Kemaki Minta KPK dan Kejati Usut Tuntas Dugaan Korupsi Anggaran APBD Jatim

Kemaki meminta Gubernu Jatim Khofifah Indar Parawansa untuk mencopot Kepala Dinas Kelautan Perikanan (KKP) Jatim serta memblacklist kontraktor yang bermasalah.

Lagi Ramai Pemadaman Listrik, DPRD Jatim Minta Percepatan Pengembangan Energi Terbarukan

Penguatan ini dinilai menjadi solusi menjawab peningkatan kebutuhan listrik baik bagi masyarakat maupun pelaku usaha.

LIRA Minta Anggaran DPRD Probolinggo Rp81,41 Miliar Berdampak Langsung bagi Masyarakat

‎LIRA pun mendesak DPRD untuk meninjau kembali anggaran kegiatan yang dianggap kurang prioritas dalam pembahasan APBD Tahun 2027.

Khitan Massal HUT ke-52 SIER, 100 Anak Ikuti Layanan Khitan Modern Tanpa Jahitan

Metode yang digunakan adalah teknologi khitan modern Bipolar Tech atau Bipolar Sealer.

Dugaan Penyebab Tewasnya Bocah 5 Tahun saat Kebakaran Rumah di Surabaya

Korban saat kejadian berada di dalam rumah bersama kakak kandungnya, Aldery yang berusia 15 tahun yang berhasil selamat meski terluka.