Sabtu, 26 Sep 2026 18:37 WIB

Bupati Sidoarjo Siapkan Revitalisasi Pasar Tradisional, Sistem Retribusi Digital Mulai Dikaji

  • Penulis : Ariyanto
  • | Kamis, 07 Mei 2026 20:15 WIB
Audensi Bupati Subandi bersama pengelola pasar tradisional di Sidoarjo. (Dok. Pemkab Sidoarjo).
Audensi Bupati Subandi bersama pengelola pasar tradisional di Sidoarjo. (Dok. Pemkab Sidoarjo).

selalu.id - Kondisi pasar tradisional di Kota Delta menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo di tengah maraknya pasar modern dan perubahan pola belanja masyarakat.

Banyaknya kios kosong, menurunnya aktivitas perdagangan, hingga persoalan fasilitas pasar menjadi pembahasan utama dalam audiensi antara Bupati Sidoarjo Subandi bersama pengelola pasar tradisional, Kamis (7/5/2026).

Baca Juga: Festival Gamelan Kahuripan 2026, Siswa Sidoarjo Jadi Garda Pelestarian Karawitan

Dalam forum tersebut, persoalan yang mencuat tidak hanya menyangkut penurunan retribusi pasar, tetapi juga banyaknya kios kosong, fasilitas pasar yang rusak, hingga menurunnya tingkat okupansi pedagang di sejumlah pasar daerah.

Bupati Subandi menilai kondisi itu membutuhkan langkah penataan yang lebih menyeluruh.

Pemkab, kata dia, tidak ingin pasar tradisional semakin tertinggal di tengah perubahan pola transaksi masyarakat.

“Lakukan pemetaan untuk meningkatkan retribusi. Kami juga akan turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi pasar tradisional saat ini,” kata Subandi.

Audiensi yang turut dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Bahrul Amig serta Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Happy Setyaningtyas Astrawati itu juga membahas target retribusi pasar.

Berdasarkan data lima tahun terakhir, target retribusi tahun 2024 tercapai, namun capaian pada 2025 masih belum memenuhi target yang ditetapkan.

Fenomena kios tidak beroperasi menjadi salah satu perhatian utama. Beberapa pengelola pasar menyebut maraknya toko modern serta perdagangan online membuat aktivitas jual beli di pasar tradisional semakin menurun.

Kondisi paling terlihat terjadi di Pasar Wadungasri. Tingkat keterisian kios konveksi di lantai dua disebut hanya sekitar 10 persen. Minimnya pembeli membuat banyak pedagang memilih menghentikan aktivitas usahanya.

Sementara di Pasar Krian, persoalan pascakebakaran masih menjadi pekerjaan rumah.

Area penampungan sementara dinilai belum maksimal, ditambah saluran drainase yang sering tersumbat sehingga air hujan kerap menggenang.

Baca Juga: Progres RSUD Sedati Lampaui Target, Wabup Sidoarjo Wanti-wanti soal Kualitas Material

Persoalan serupa juga muncul di Pasar Porong. Meski kini telah dilengkapi kanopi sehingga pedagang lebih terlindungi saat hujan, keluhan terkait jalan rusak, saluran air tersumbat, hingga retribusi parkir masih disampaikan pengelola pasar.

“Pihak pengelola Pasar Porong juga mulai mengedukasi pedagang agar dapat melakukan aktivitas jual beli secara online,” ujar salah satu koordinator pasar.

Di sisi lain, beberapa pasar mulai melakukan pembenahan mandiri. Pengelola Pasar Kedungrejo misalnya, melakukan upaya branding dengan mempercantik area pintu masuk pasar agar lebih menarik perhatian masyarakat.

Sedangkan Pasar Sukodono, Taman, dan Wonoayu disebut memperoleh alokasi anggaran sekitar Rp2,3 miliar untuk perbaikan infrastruktur.

Anggaran tersebut akan digunakan untuk pembangunan paving, perbaikan pagar pasar, hingga pembangunan los basah.

Khusus Pasar Sukodono, peninggian paving di area depan pasar juga akan dilakukan untuk mengurangi potensi banjir saat musim penghujan.

Baca Juga: Jalan Karangbong Sidoarjo Dalam Ancaman Banjir dan Kerusakan, DPRD Bilang Begini

Tak hanya fokus pada perbaikan fisik, Pemkab Sidoarjo juga mulai menyiapkan modernisasi sistem pengelolaan pasar.

Salah satunya melalui penerapan retribusi non-tunai yang nantinya dikawal Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sidoarjo.

Selain itu, pemerintah daerah berencana membuat dashboard data pasar tradisional yang memuat jumlah kios dan lapak pedagang agar dapat diakses lintas organisasi perangkat daerah (OPD).

Menurut Subandi, kepala pasar dituntut lebih adaptif menghadapi perubahan perilaku konsumen saat ini.

“Kepala pasar harus bisa berinovasi agar kondisi pasar lebih baik sehingga pembeli dan penjual merasa nyaman. Bila perlu disediakan jaringan WiFi gratis agar transaksi jual beli bisa dilakukan secara online,” tegasnya.

Dalam waktu dekat, Subandi memastikan akan turun langsung ke sejumlah pasar tradisional untuk melihat kondisi riil di lapangan sekaligus menyusun langkah penanganan yang lebih tepat sasaran.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Motor Adu Depan Mobil di Mojokerto, Satpam Berangkat Kerja Tewas

Akibat kecelakaan tersebut, korban langsung meningga dunia di lokasi kejadian.

Respons Cepat Dugaan Luberan Air Limbah, SIERLakukan Pengecekan dan Pembersihan Saluran

Direktur Operasi PT SIER, Yohanes Deddy Setiawan, mengatakan setiap informasi yang berkaitan dengan lingkungan menjadi perhatian serius.

Kortastipidkor Polri Tetapkan Bupati Gowa jadi Tersangka Dugaan Korupsi Perizinan

Penyidik telah memeriksa sekitar 30 saksi dan empat ahli serta melakukan penggeledahan di empat lokasi.

Dittipidsiber Bareskrim Polri Tangkap DPO Kasus Judi Online 1 Triliun di Thailand

Proses penangkapan dilakukan bersama Divisi Hubungan Internasional Polri, Kepolisian Thailand, dan Imigrasi Thailand.

Ribuan Santri Adu Bakat dalam PORSADIN VII Jatim di Lumajang

Para juara nantinya akan mewakili Jawa Timur di PORSADIN Nasional yang rencananya digelar di Jakarta pada November 2026.

Bentuk Karakter Penolong, Pemkot Surabaya Rencanakan PMR jadi Ekskul Wajib Pilihan SD-SMP

Wali Kota Eri berpesan agar para pemuda tidak sekali-kali melupakan budaya lokal, menghargai perbedaan, serta mengedepankan sikap saling membantu.