Bupati Sidoarjo Siapkan Revitalisasi Pasar Tradisional, Sistem Retribusi Digital Mulai Dikaji
- Penulis : Ariyanto
- | Kamis, 07 Mei 2026 20:15 WIB
selalu.id - Kondisi pasar tradisional di Kota Delta menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo di tengah maraknya pasar modern dan perubahan pola belanja masyarakat.
Banyaknya kios kosong, menurunnya aktivitas perdagangan, hingga persoalan fasilitas pasar menjadi pembahasan utama dalam audiensi antara Bupati Sidoarjo Subandi bersama pengelola pasar tradisional, Kamis (7/5/2026).
Baca Juga: Terjun ke Waduk Kalimati Sidoarjo, Dua Pemotor asal Nganjuk Tewas
Dalam forum tersebut, persoalan yang mencuat tidak hanya menyangkut penurunan retribusi pasar, tetapi juga banyaknya kios kosong, fasilitas pasar yang rusak, hingga menurunnya tingkat okupansi pedagang di sejumlah pasar daerah.
Bupati Subandi menilai kondisi itu membutuhkan langkah penataan yang lebih menyeluruh.
Pemkab, kata dia, tidak ingin pasar tradisional semakin tertinggal di tengah perubahan pola transaksi masyarakat.
“Lakukan pemetaan untuk meningkatkan retribusi. Kami juga akan turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi pasar tradisional saat ini,” kata Subandi.
Audiensi yang turut dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Bahrul Amig serta Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Happy Setyaningtyas Astrawati itu juga membahas target retribusi pasar.
Berdasarkan data lima tahun terakhir, target retribusi tahun 2024 tercapai, namun capaian pada 2025 masih belum memenuhi target yang ditetapkan.
Fenomena kios tidak beroperasi menjadi salah satu perhatian utama. Beberapa pengelola pasar menyebut maraknya toko modern serta perdagangan online membuat aktivitas jual beli di pasar tradisional semakin menurun.
Kondisi paling terlihat terjadi di Pasar Wadungasri. Tingkat keterisian kios konveksi di lantai dua disebut hanya sekitar 10 persen. Minimnya pembeli membuat banyak pedagang memilih menghentikan aktivitas usahanya.
Sementara di Pasar Krian, persoalan pascakebakaran masih menjadi pekerjaan rumah.
Area penampungan sementara dinilai belum maksimal, ditambah saluran drainase yang sering tersumbat sehingga air hujan kerap menggenang.
Baca Juga: Telusuri Jejak Masa Kecil Bung Karno di Sidoarjo Lewat FGD
Persoalan serupa juga muncul di Pasar Porong. Meski kini telah dilengkapi kanopi sehingga pedagang lebih terlindungi saat hujan, keluhan terkait jalan rusak, saluran air tersumbat, hingga retribusi parkir masih disampaikan pengelola pasar.
“Pihak pengelola Pasar Porong juga mulai mengedukasi pedagang agar dapat melakukan aktivitas jual beli secara online,” ujar salah satu koordinator pasar.
Di sisi lain, beberapa pasar mulai melakukan pembenahan mandiri. Pengelola Pasar Kedungrejo misalnya, melakukan upaya branding dengan mempercantik area pintu masuk pasar agar lebih menarik perhatian masyarakat.
Sedangkan Pasar Sukodono, Taman, dan Wonoayu disebut memperoleh alokasi anggaran sekitar Rp2,3 miliar untuk perbaikan infrastruktur.
Anggaran tersebut akan digunakan untuk pembangunan paving, perbaikan pagar pasar, hingga pembangunan los basah.
Khusus Pasar Sukodono, peninggian paving di area depan pasar juga akan dilakukan untuk mengurangi potensi banjir saat musim penghujan.
Baca Juga: Grebeg Suro Sidoarjo 2026, PKL Bersyukur Tidak Dipungut Biaya Lapak
Tak hanya fokus pada perbaikan fisik, Pemkab Sidoarjo juga mulai menyiapkan modernisasi sistem pengelolaan pasar.
Salah satunya melalui penerapan retribusi non-tunai yang nantinya dikawal Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sidoarjo.
Selain itu, pemerintah daerah berencana membuat dashboard data pasar tradisional yang memuat jumlah kios dan lapak pedagang agar dapat diakses lintas organisasi perangkat daerah (OPD).
Menurut Subandi, kepala pasar dituntut lebih adaptif menghadapi perubahan perilaku konsumen saat ini.
“Kepala pasar harus bisa berinovasi agar kondisi pasar lebih baik sehingga pembeli dan penjual merasa nyaman. Bila perlu disediakan jaringan WiFi gratis agar transaksi jual beli bisa dilakukan secara online,” tegasnya.
Dalam waktu dekat, Subandi memastikan akan turun langsung ke sejumlah pasar tradisional untuk melihat kondisi riil di lapangan sekaligus menyusun langkah penanganan yang lebih tepat sasaran.
Editor : Zein Muhammad