Senin, 22 Jun 2026 00:39 WIB

Pedagang Pasar Pabean Surabaya Tolak Pembongkaran Stand Unggas, Minta Pembangunan IPAL

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 05 Mei 2026 17:03 WIB
Puluhan pedagang di Pasar Pabean Surabaya saat menggelar aksi penolakan pembongkaran stand unggas. (Foto: Ade/selalu.id).
Puluhan pedagang di Pasar Pabean Surabaya saat menggelar aksi penolakan pembongkaran stand unggas. (Foto: Ade/selalu.id).

selalu.id - Puluhan pedagang menolak rencana pembongkaran stand unggas di Pasar Pabean Surabaya, Selasa (5/5/2026).

Mereka menyampaikan keberatan sekaligus menawarkan solusi penataan pasar melalui pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Baca Juga: Besok Ratusan Massa Dikabarkan Akan Turun ke Grahadi Lagi, Ini Tuntutannya

Pantauan di lapangan, para pedagang menggelar aksi damai di area pasar. Mereka menilai pembongkaran bukan solusi tepat karena stand tersebut menjadi sumber penghidupan yang telah ditempati bertahun-tahun.

Koordinator pedagang unggas, Fauzi, mengatakan para pedagang tidak menolak penertiban maupun aturan pemerintah. Namun, mereka meminta kebijakan yang lebih berpihak pada keberlangsungan usaha kecil.

“Kami minta jangan dibongkar, cukup ditertibkan saja. Harapan kami di sini dibuatkan IPAL, agar lebih tertata dan higenis," jelasnya.

Menurut Fauzi, keberadaan IPAL dinilai bisa menjadi jalan tengah antara kepentingan penataan pasar dan kebutuhan pedagang.

Baca Juga: Pria Asal Kenjeran Ditemukan Tewas Tenggelam di Sungai Kalimas Surabaya

Selain menjaga kebersihan, fasilitas itu juga dianggap mampu meningkatkan standar kesehatan penjualan unggas di Pasar Pabean.

Selain menolak pembongkaran, para pedagang juga mengajukan syarat apabila relokasi tetap dilakukan.

Mereka meminta pemerintah menyediakan stand pengganti yang sesuai untuk perdagangan unggas serta lokasi baru yang tidak jauh dari Pasar Pabean.

Baca Juga: Hakim Vonis Ringan Eks Manajer Akuntasi PT Dejavu Multi Kreasi dalam Kasus Penggelapan

Pedagang khawatir perpindahan ke lokasi yang terlalu jauh akan membuat pelanggan beralih dan berdampak pada penurunan pendapatan.

Hingga siang hari, para pedagang masih bertahan di area pasar sambil menunggu perwakilan pemerintah untuk berdialog.

"Kami berharap rencana pembongkaran dapat dikaji ulang dan diganti dengan konsep penataan yang tetap menjaga roda ekonomi kerakyatan," kata Fauzi.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Telusuri Jejak Masa Kecil Bung Karno di Sidoarjo Lewat FGD

Salah satu yang kembali mencuat adalah keberadaan bangunan sekolah lama yang diduga tempat Soekarno sekolah.

Besok Bakal Ada Aksi Massa Lagi di Pusat Kota Surabaya, Poster Terpasang di Medsos

Massa diarahkan berkumpul di Taman Bambu Runcing sebelum melakukan long march menuju Gedung Negara Grahadi. 

Surabaya Hasilkan Ribuan Ton Limbah B3, Tapi 46 Ton Masih Menumpuk di TPS

Menurut Maria, masih ada sejumlah pihak yang belum mampu mengelola limbah secara mandiri meskipun telah mendapatkan edukasi dari pemerintah.

Grebeg Suro Sidoarjo 2026, PKL Bersyukur Tidak Dipungut Biaya Lapak

Kebijakan ini membuat para pedagang dapat berjualan dengan lebih leluasa di tengah ramainya pengunjung.

Nama Politisi PDI Perjuangan Terseret Pusaran Korupsi BSPS Sumenep

Risky sebagai Koordinator Kabupaten Program BSPS 2024 mengatakan bahwa diperintahkan menyerahkan uang kompensasi kepada anggota dewan terebut.

Ali Mufthi Ajak Santri Teladani Perjuangan KH Sholeh Nahrawi Cetak Generasi Berilmu dan Berakhlak

Sebagai bagian dari keluarga besar santri, Ali Mufti mengaku bangga melihat Kabupaten Probolinggo dipimpin oleh seorang kiai.