Jumat, 21 Agu 2026 17:19 WIB

Pedagang Pasar Pabean Surabaya Tolak Pembongkaran Stand Unggas, Minta Pembangunan IPAL

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 05 Mei 2026 17:03 WIB
Puluhan pedagang di Pasar Pabean Surabaya saat menggelar aksi penolakan pembongkaran stand unggas. (Foto: Ade/selalu.id).
Puluhan pedagang di Pasar Pabean Surabaya saat menggelar aksi penolakan pembongkaran stand unggas. (Foto: Ade/selalu.id).

selalu.id - Puluhan pedagang menolak rencana pembongkaran stand unggas di Pasar Pabean Surabaya, Selasa (5/5/2026).

Mereka menyampaikan keberatan sekaligus menawarkan solusi penataan pasar melalui pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Baca Juga: Kejar Target Investasi Rp43 Triliun di 2026, Pemkot Surabaya Andalkan Perizinan Berbasis AI

Pantauan di lapangan, para pedagang menggelar aksi damai di area pasar. Mereka menilai pembongkaran bukan solusi tepat karena stand tersebut menjadi sumber penghidupan yang telah ditempati bertahun-tahun.

Koordinator pedagang unggas, Fauzi, mengatakan para pedagang tidak menolak penertiban maupun aturan pemerintah. Namun, mereka meminta kebijakan yang lebih berpihak pada keberlangsungan usaha kecil.

“Kami minta jangan dibongkar, cukup ditertibkan saja. Harapan kami di sini dibuatkan IPAL, agar lebih tertata dan higenis," jelasnya.

Menurut Fauzi, keberadaan IPAL dinilai bisa menjadi jalan tengah antara kepentingan penataan pasar dan kebutuhan pedagang.

Baca Juga: Soal Foto Armuji Tak Dipasang di Poster Soekarno Cup 2026, Begini Jawaban Halus Panitia

Selain menjaga kebersihan, fasilitas itu juga dianggap mampu meningkatkan standar kesehatan penjualan unggas di Pasar Pabean.

Selain menolak pembongkaran, para pedagang juga mengajukan syarat apabila relokasi tetap dilakukan.

Mereka meminta pemerintah menyediakan stand pengganti yang sesuai untuk perdagangan unggas serta lokasi baru yang tidak jauh dari Pasar Pabean.

Baca Juga: Menagih Komitmen Pemkot Surabaya Hadirkan Rumah Layak Huni bagi Warga Miskin

Pedagang khawatir perpindahan ke lokasi yang terlalu jauh akan membuat pelanggan beralih dan berdampak pada penurunan pendapatan.

Hingga siang hari, para pedagang masih bertahan di area pasar sambil menunggu perwakilan pemerintah untuk berdialog.

"Kami berharap rencana pembongkaran dapat dikaji ulang dan diganti dengan konsep penataan yang tetap menjaga roda ekonomi kerakyatan," kata Fauzi.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Naikkan Standar Kompetisi, Soekarno Cup 2026 Gunakan Wasit Liga 1 dan Teknologi VAR

Soekarno Cup diinisiasi Prananda Prabowo dengan visi membangun ruang kompetisi yang mampu mempertemukan talenta muda.

Sekolah Merdeka Tanpa Narkoba, Langkah Pelindo dan BNNP Jatim Mewujudkan Generasi Muda Bersinar

Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ini diproyeksikan bakal menjangkau total 200 siswa di berbagai sekolah kawasan Jawa Timur.

Wisata Gunung Bromo Kini Kembali Dibuka, Ini Aturan yang Harus Dipatuhi Wisatawan ‎

‎Pengunjung juga diminta bersama-sama menjaga kawasan agar kejadian kebakaran serupa tidak kembali terjadi.

Sukses Majukan Koperasi, Wali Kota Mojokerto Ning Ita Sabet Penghargaan dari Menkop

Penghargaan ini menjadi apresiasi atas kiprah Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota Mojokerto dalam mendorong kemajuan dan penguatan koperasi di Kota Majapahit.

Harga Emas Antam Hari Ini: Masih Stabil Belum Berubah, Berikut Rincian Lengkapnya

Dengan demikian, harga emas Antam kembali menjauh dari level Rp3 juta per gram dan mengalami penurunan dibanding perdagangan sebelumnya.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Ada Peluang Bisnis Bagus, Siapkan Ide dan Rasakan Nikmatnya

Ramalan zodiak hari ini meliputi seputar percintaan, keuangan dan karier bisa menjadi prediksi peruntungan di masa depan.