Bunda Wajib Serius Kawal Anak, Kini Nilai TKA jadi Penentu di SPMB 2026
- Penulis : Ade Resty
- | Jumat, 01 Mei 2026 19:23 WIB
selalu.id - Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya resmi memasukkan hasil Tes Kompetensi Akademik (TKA) sebagai komponen penilaian dalam seleksi jalur prestasi akademik di Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026.
Jika pada tahun-tahun sebelumnya jalur prestasi sepenuhnya mengacu pada nilai rapor, kini komposisinya berubah menjadi 60 persen nilai rapor dan 40 persen hasil TKA.
Baca Juga: Rayakan Ulang Tahun Berujung Nyawa
Kepala Dispendik Surabaya, Febrina Kusumawati mengatakan kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Kementerian Pendidikan yang mulai menjadikan TKA sebagai salah satu indikator mutu pendidikan.
“Jadi persentase yang kami hitung adalah 60 persen nilai rapor dan 40 persen dari TKA. Dulu 100 persen nilai rapor, sekarang digabung dengan hasil TKA untuk jalur prestasi akademik,” jelasnya, Jumat (1/5/2026).
Menurut Febrina, skema baru ini diharapkan mampu memberikan gambaran lebih objektif terhadap kemampuan akademik siswa sekaligus mendorong semangat belajar peserta didik.
“Harapannya TKA bisa semakin menjadi gambaran mutu pendidikan kita semuanya,” katanya.
Febrina menambahkan penetapan bobot 40 persen untuk TKA telah melalui pembahasan bersama para pemangku kepentingan pendidikan.
Angka tersebut dinilai ideal karena tetap menempatkan nilai rapor sebagai komponen utama yang mencerminkan proses belajar siswa selama di sekolah.
Baca Juga: Dinilai Tak Berpihak pada Rakyat, Ketua DPRD Jatim Diminta Mundur dari Jabatannya
Saat ini, pelaksanaan TKA untuk jenjang SD dan SMP telah selesai digelar. Namun, Dispendik masih membuka kesempatan tes susulan bagi siswa yang berhalangan hadir, terutama karena sakit.
Tes susulan dijadwalkan berlangsung pada 11 hingga 19 Mei 2026. Untuk jenjang SMP, jumlah peserta susulan diperkirakan sekitar 60 siswa, sedangkan data siswa SD masih dalam proses pembaruan.
“Nanti suasananya sama dengan tes utama, hanya jumlah siswanya lebih sedikit. Kami ingin memastikan semua siswa tetap mempunyai kesempatan yang sama untuk mengikuti TKA ini,” beber Febrina.
Sementara itu, jalur penerimaan SPMB Surabaya tahun ini dipastikan tetap sama seperti tahun sebelumnya, yakni jalur afirmasi, domisili, prestasi, dan mutasi.
Baca Juga: Jangan Bandel Buka Usaha di Permukiman Bila Tak Mau Ditutup Pemkot Surabaya
Terpisah, Ketua PGRI Surabaya, Agnes Warsiati, menilai kebijakan pembobotan 40 persen TKA sudah proporsional.
Menurutnya, nilai rapor tetap layak menjadi penilaian terbesar karena mencerminkan konsistensi proses belajar siswa.
“Sudah bagus, memang pembobotan nilai yang paling besar di rapor. Karena itu menjadi gambaran proses belajar anak selama di sekolah,” kata Agnes.
Ia menambahkan, hasil TKA nantinya juga bisa menjadi bahan evaluasi bagi Dispendik untuk memetakan kualitas pendidikan dan efektivitas program pembelajaran di sekolah-sekolah Surabaya.
Editor : Zein MuhammadURL : https://selalu.id/news-13507-bunda-wajib-serius-kawal-anak-kini-nilai-tka-jadi-penentu-di-spmb-2026
