Kejamnya Pembacokan di Sidotopo Surabaya: Celurit Melayang 3 Kali, Korban Langsung Tewas
- Penulis : Redaksi
- | Kamis, 30 Apr 2026 17:18 WIB
selalu.id - Polisi hingga kini terus melakukan serangkaian penyelidikan kasus pembacokan yang menewaskan Hasan (36), warga Omben Sampang, Madura di Jalan Sidotopo Gang II, Semampir, Surabaya.
"Saat ini kami masih melakukan penyelidikan, dengan meminta keterangan beberapa saksi, dan juga mengumpulkan barang bukti. Mohon waktu, updatenya nanti kami sampaikan lagi," kata Kanitreskrim Polsek Semampir, Iptu M Suud saat dikonfirmasi, Kamis (30/4/2026).
Baca Juga: Rayakan Ulang Tahun Berujung Nyawa
Diketahui, dalam aksi pembacokan tersebut, Hasan mengalami luka sabetan senjata tajam di bagian pundak kiri, perut sebelah kiri dan paha kanannya.
Hasan diketahui baru dua bulan tinggal di kawasan tersebut. Ia menumpang di tempat kos kakak perempuannya di Jalan Wonokusumo Jaya Baru Gang II.
Sehari-hari, ia bekerja sebagai kuli bangunan di kawasan Jalan Sidotopo Sekolahan Gang I.
Saksi mata, Abdul Rochim, mengatakan bahwa sebelum tewas, korban saat itu sedang berjalan menuju ke tempat kerjanya.
Baca Juga: Pria di Probolinggo jadi Korban Begal, Satu Motor Matik Raib
Namun, saat akan menyeberang rel kereta api, ternyata ia sudah ditunggu empat orang dengan menggunakan dua motor.
"Saat itu korban jalan sendirian ke tempat kerjanya. Biasanya selalu berangkat bertiga sama temannya. Nah, pas itu, dia sudah ditunggu empat orang yang berada di seberang rel," katanya.
Rochim menambahkan, tiga dari empat orang itu kemudian menyeberang dan saat dekat langsung mengeluarkan celurit lalu menyabetkannya ke arah badan korban.
Baca Juga: Melihat Dari Dekat Penganiayaan hingga Pembunuhan Istri dan Mertua di Mojokerto
"Yang membacok (eksekusi) dua orang, satunya hanya mendampingi. Satunya lagi menunggu di sepeda motor," jelasnya.
"Korban setelah disabet celurit itu sempat melarikan diri meminta pertolongan, namun satu pelaku mengejar dan sempat mengarahkan celuritnya ke paha korban, dan akhirnya jatuh" tambah Rochim.
Reporter: Mohammad Rofik
Editor : Zein Muhammad