Senin, 12 Okt 2026 22:25 WIB

Kabid Humas Polda Jatim: Humas Harus jadi Komunikator Efektif di Era Digital

Pelatihan public speaking bagi jajaran Humas Polda Jatim dan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID). (Dok. Humas Polda Jatim).
Pelatihan public speaking bagi jajaran Humas Polda Jatim dan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID). (Dok. Humas Polda Jatim).

selalu.id - Bidang Humas Polda Jawa Timur menggelar pelatihan public speaking bagi jajaran Humas dan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID), Selasa (28/4/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya dalam menghadapi tantangan komunikasi publik di era digital yang semakin dinamis dan terbuka.

Baca Juga: Polda Jatim Usut Kasus Dugaan Penipuan Arisan Meow Rp3,5 Miliar

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast menegaskan bahwa fungsi Humas memiliki peran strategis sebagai ujung tombak komunikasi institusi kepada masyarakat.

“Di era digital dan keterbukaan informasi seperti saat ini, Humas harus mampu menjadi komunikator publik yang efektif, baik dalam menyampaikan kebijakan maupun capaian kinerja institusi,” jelas Abast.

Ia mengatakan kemampuan public speaking tidak hanya sebatas berbicara di depan publik, tetapi juga menyangkut bagaimana pesan disampaikan secara tepat, jelas, dan mudah dipahami oleh masyarakat.

“Public speaking bukan sekadar berbicara, tetapi bagaimana pesan disampaikan pada waktu yang tepat, kepada sasaran yang tepat, dengan cara yang tepat,” tegas Abast.

Menurutnya, penggunaan bahasa yang runtut, logis, dan tidak menimbulkan multitafsir menjadi kunci dalam menjaga kejelasan informasi yang disampaikan kepada publik.

Selain itu, bahasa tubuh atau body language juga berperan penting dalam memperkuat pesan.

Baca Juga: Sambut Amanah Pimpin Polda Jatim, Irjen Dekananto Buka Pintu Koreksi dan Kritik Masyarakat

Abast menekankan pentingnya kesiapan personel Humas saat berinteraksi dengan media.

Penguasaan materi, akurasi data, serta sikap profesional menjadi faktor utama dalam membangun komunikasi yang kredibel.

“Setiap penyampaian informasi harus berbasis fakta, disampaikan secara jelas, dan didukung dengan sikap serta gestur yang tepat,” paparnya.

Melalui pelatihan ini, diharapkan personel Humas Polda Jatim semakin percaya diri dan profesional dalam menjalankan tugas komunikasi publik.

Baca Juga: Jabat Kapolda Bali, Irjen Pasma Royce Dilepas Haru Keluarga Besar Polda Jatim

Peningkatan kemampuan ini juga diharapkan dapat mendukung pelayanan Polri yang transparan serta memperkuat kepercayaan masyarakat, sejalan dengan program Presisi Kapolri.

Kegiatan pelatihan ini turut menghadirkan narasumber dari media lokal di Surabaya dan diikuti oleh jajaran fungsi Humas Polda Jatim.

“Dengan pelatihan ini, kami berharap seluruh personel mampu menyampaikan informasi institusi secara akurat, proporsional, dan mudah dipahami masyarakat,” pungkas Abast.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Penjelasan PSI Surabaya di Balik Foto Viral Pertemuan dengan Kader PDIP

Meski demikian, Rudy menegaskan bahwa PSI Surabaya selalu terbuka lebar bagi siapa saja, termasuk para politisi maupun kader dari partai lain untuk bergabung.

Dugaan Video Call Mesra dengan Pria Tersebar, Ruben Onsu Lapor ke Polda Metro Jaya

Saat ini, laporan tersebut telah diterima Polda Metro Jaya dan tengah dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

PSI Surabaya Sebut Bakal Banyak Kader Partai Lain Bergabung Jelang Pemilu 2029

Di tengah dinamika perpindahan kader tersebut, Yuga menyatakan optimistis menghadapi agenda politik atau Pemilu pada 2029.

Puluhan Warga Ajung Jember jadi Korban Arisan-Investasi Bodong, Kerugian Capai Rp1 Miliar

Saat ini, korban tengah mengumpulkan seluruh bukti transfer dan catatan transaksi untuk proses verifikasi faktual sebelum menentukan langkah hukum selanjutnya.

Gabung PSI Surabaya, Eks Kader PDIP Wajib Ikuti Patron Politik Jokowi

Yuga mengatakan PSI menjadikan Presiden ke-7 RI Joko Widodo sebagai patron perjuangan partai, untuk membesarkan partai serta berjuang bagi masyarakat.

Dinkes Sidoarjo Usut Kematian Bayi 28 Hari yang Diduga Diberi Telur Mentah

Informasi awal, bayi itu sempat ditangani medis di salah satu rumah sakit di Sidoarjo sebelum akhirnya harus dirujuk ke Surabaya karena kondisi yang memburuk.