Jumat, 18 Sep 2026 10:36 WIB

Guru Besar Universitas Ciputra Surabaya Soroti Paradoks Digital Indonesia

Tiga Guru Besar Universitas Ciputra Surabaya dalam orasi ilmiahnya tentang masa depan AI di Indonesia. (Foto: selalu.id).
Tiga Guru Besar Universitas Ciputra Surabaya dalam orasi ilmiahnya tentang masa depan AI di Indonesia. (Foto: selalu.id).

selalu.id - Di tengah pesatnya perkembangan Artificial Intelligence (AI), Indonesia menghadapi sebuah paradoks: masyarakatnya sangat cepat mengadopsi teknologi, namun kesiapan di tingkat organisasi dan institusi masih tertinggal.

Hal ini disampaikan oleh Guru Besar Universitas Ciputra Surabaya, Prof. Dr. Trianggoro Wiradinata, dalam orasi ilmiahnya tentang masa depan AI di Indonesia.

Baca Juga: Komitmen Universitas Ciputra Surabaya: Musibah Tak Boleh Memutus Kesempatan Mahasiswa Meraih Cita-Cita

“Sebanyak 92% individu di Indonesia sudah menggunakan AI, tetapi adopsi di tingkat organisasi baru sekitar 47%. Artinya, kita cepat mencoba, tetapi belum sepenuhnya siap mengelola,” jelasnya, Selasa (28/4/2026).

Menurut Prof Trianggoro, tantangan terbesar bukan sekadar mempercepat penggunaan AI, tetapi memastikan manusia tetap menjadi pusat dalam pengambilan keputusan.

Ia juga menyoroti fenomena cognitive offloading, yaitu kecenderungan manusia menyerahkan proses berpikir kepada teknologi.

Jika tidak diantisipasi, hal ini berpotensi menurunkan kemampuan analitis dan nalar kritis, terutama di kalangan pelajar dan profesional.

Baca Juga: Gelar Alumni Peduli Ojek Online, Cara IKA MM Universitas Ciputra Ringankan Beban Masyarakat

Selain itu, risiko penyalahgunaan AI seperti deepfake juga semakin meningkat dan dapat mengancam integritas informasi di ruang digital.

Namun demikian, Prof Trianggoro menegaskan bahwa AI bukanlah ancaman jika digunakan dengan tepat.

Ia memperkenalkan konsep “symbiotic workforce”, di mana manusia dan AI bekerja saling melengkapi.

Baca Juga: Yayasan Amway Peduli Gandeng UC Surabaya: Edukasi Kesehatan, Siapkan Karir Generasi Muda

“AI tidak akan menggantikan manusia, tetapi manusia yang menggunakan AI akan menggantikan mereka yang tidak,” tegas Prof Trianggoro.

Ke depan, ia mendorong pentingnya penguatan literasi AI, serta kebijakan yang adaptif agar Indonesia tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga mampu mengendalikan arah perkembangan teknologi.

Editor : Yasin
Berita Terbaru

Man City Bantai Norwich 5-0, Lolos ke Babak 4 Carabao Cup

Nama yang paling mencuri perhatian adalah Floyd Samba. Striker 17 tahun itu menjalani laga debutnya bersama tim utama dan langsung menutupnya dengan 2 gol.

Juventus Bangkit, Hajar NEC Nijmegen 5-0 di Pembuka Liga Europa

Kelima gol Juve dicetak oleh 5 pemain berbeda.

Surabaya Panaskan Mesin Atlet Menuju Porprov Jatim 2027 Lewat SRC

Penyelenggaraan SRC merupakan bagian dari komitmen Pemkot Surabaya bersama KONI untuk memastikan atlet tetap memiliki ruang bertanding dan kembangkan prestasi.

Dinkopumdag Surabaya Tegaskan Lapak SWK Gratis, Ada Praktik Sewa Ilegal Laporkan

Dinkopumdag Surabaya meminta masyarakat atau pihak yang dirugikan segera melapor jika memiliki bukti transaksi jual beli maupun sewa-menyewa lapak.

PMII Sidoarjo Bongkar Catatan RAPBD Perubahan 2026, Minta Pengesahan Ditunda

Ketua Umum PC PMII Sidoarjo, Muchammad Alfien Ananta mengatakan surat terbuka itu merupakan hasil kajian yang dilakukan selama kurang lebih lima bulan.

Bukan Cuma Kebersihan, Ini 4 Pilar dan Bobot Penilaian Lomba Kampung Pancasila Surabaya

Koordinator penilaian, Maria, mengatakan pembagian bobot itu menjadi dasar dalam menentukan kampung yang dinilai memenuhi berbagai aspek kehidupan bermasyakat.