Rabu, 04 Nov 2026 08:49 WIB

Kejari Surabaya Tahan Pegawai BRI dalam Kasus Korupsi Kredit Mikro Rp2,9 M

Tersangka WA saat ditahan penyidik Seksi Tindak Pidana Khusus Kejari Surabaya. (Dok. Kejari Surabaya).
Tersangka WA saat ditahan penyidik Seksi Tindak Pidana Khusus Kejari Surabaya. (Dok. Kejari Surabaya).

selalu.id - Seorang pegawai Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Surabaya Kaliasin berinisial WA ditahan penyidik Seksi Tindak Pidana Khusus Kejari Surabaya atas dugaan korupsi Rp2,9 miliar.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Surabaya, Putu Arya Wibisana mengungkapkan tersangka diduga melakukan penyimpangan dalam pengajuan kredit mikro di lingkungan bank milik negara tersebut.

Baca Juga: Terseret Korupsi Dana Hibah Koni Pasuruan, Kabag Hukum Pemkab Probolinggo Ditahan

“Modus yang digunakan tersangka adalah menyalahgunakan pengajuan kredit mikro dengan cara menggunakan nama orang lain,” katanya, Selasa (28/4/2026).

Putu menjelaskan, praktik tersebut dilakukan untuk mencairkan dana kredit dengan memanfaatkan identitas pihak lain tanpa prosedur yang semestinya.

Selain itu, tersangka juga diduga melakukan pemindahbukuan dana secara ilegal yang tidak sesuai dengan ketentuan perbankan.

“Underlying transaction pada 3 rekening titipan dan 1 rekening GL Pendapatan Administrasi Pelunasan di BO Cabang Surabaya Kaliasin,” jelas mantan Kasi Intel Kejari Tanjung Perak Surabaya itu.

Penyidik menilai perbuatan tersebut berpotensi merugikan keuangan negara dalam jumlah signifikan dan menjadi dasar penetapan tersangka terhadap WA.

Meski demikian, pihak Kejari Surabaya belum merinci secara detail terkait periode waktu tindak pidana yang dilakukan oleh tersangka.

Baca Juga: Kejari Kota Mojokerto Bongkar Kasus Korupsi Pembiayaan BNI Syariah Rp8,2 Miliar

Selain itu, status dana yang diduga diselewengkan juga masih dalam proses pendalaman oleh penyidik.

Proses penyidikan masih terus berjalan untuk melengkapi alat bukti serta menelusuri kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam perkara tersebut.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 603 dan atau Pasal 604 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Selain itu, tersangka juga dikenakan Pasal 18 ayat (1), (2), dan (3) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Baca Juga: Ini Lho Rek, Nama-nama Penjabat yang Tega Korupsi Dana Bencana di Indonesia

Penahanan terhadap tersangka dilakukan untuk kepentingan penyidikan serta mencegah kemungkinan melarikan diri atau menghilangkan barang bukti.

Kejari Surabaya memastikan akan terus mengembangkan perkara ini untuk mengungkap secara menyeluruh aliran dana dan pihak-pihak yang bertanggung jawab.

Kasus ini menjadi perhatian publik mengingat melibatkan lembaga perbankan milik negara dan berpotensi merugikan keuangan negara dalam jumlah besar.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Gila! Listyo Sigit dkk Sadap Presiden Prabowo hingga Media Sejak 2025

Nomor-nomor yang disadap dimasukan ke dalam sistem tanpa verifikasi. Pada Oktober 2026 tersangka diduga memerintahkan menghapus file penyadapan tersebut.

Presiden Prabowo Diduga Disadap, Ini Komentar PDIP untuk Polri

Menurut Hasto, pengungkapan kasus penyadapan ilegal harus menjadi pintu masuk untuk membongkar kemungkinan adanya praktik-praktik serupa.

Polemik Jam Operasional Pasar Tanjungsari, DPRD Surabaya: Kalau Perlu Perdanya Diubah!

Jika aktivitas perdagangan dibatasi oleh waktu yang terlalu ketat, Kaji Ipuk khawatir dapat berdampak pada kondisi komoditas yang mudah rusak.

Eks Kapolri Listyo Sigit hingga Ahrie Sonta jadi Tersangka Dugaan Penyadapan Presiden

Diketahui, ketiga jenderal polisi tersebut tak tanya menyadap Presiden Prabowo Subianto, tapi juga menyadap sejumlah pejabat, politisi, media hingga LSM.

Kabar Gembira Warga Probolinggo, Gubernur Jatim Khofifah Gelontorkan Bantuan Rp19,6 M

Dalam momen itu, ‎Khofifah mengatakan bahwa bantuan tersebut mencakup bidang perumahan, ekonomi, kesehatan, pendidikan hingga infrastruktur.

Razia Toko Kelontong di Nganjuk, Petugas Sita 7.540 Batang Rokok Ilegal

David mewanti-wanti seluruh elemen masyarakat dan pelaku usaha agar tidak nekat terlibat dalam rantai distribusi barang ilegal tersebut.