Sabtu, 13 Jun 2026 23:56 WIB

Pembunuhan di Simokerto Surabaya Terungkap: Motifnya Ngeri Banget, Jangan Ditiru

Tersangka AR saat digelandang ke Mapolrestabes Surabaya. (Dok. Instagram @jatanrassurabaya).
Tersangka AR saat digelandang ke Mapolrestabes Surabaya. (Dok. Instagram @jatanrassurabaya).

selalu.id - Polisi menangkap pelaku pembunuhan terhadap Muhammad Jaiz (51), warga Simokerto, Surabaya, dan mengungkap motif sakit hati terkait dugaan pelecehan terhadap keluarga korban.

Pelaku yang kini sudah ditetapkan tersangka, itu berinisial AR (45), warga Rusun Sombo, Simolawang, Surabaya.

Baca Juga: Masa Depanku Direnggut: Kisah Sedih Gadis Surabaya Dilecehkan sang Pelatih

Ia ditangkap di tempat persembunyiannya di Sampang, Madura pada Jumat (24/4/2026) lalu.

Dari tangan tersangka, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa topi, jaket, serta sebilah pisau yang digunakan saat melakukan aksi pembunuhan.

Barang bukti tersebut menjadi bagian dari proses penyidikan lebih lanjut.

Hasil interogasi mengungkap motif tersangka yang nekat menghabisi korban karena dilatarbelakangi rasa sakit hati.

Tersangka mengaku emosi setelah mendengar dugaan bahwa korban hendak menyetubuhi adiknya yang telah bersuami.

“Dia kurang ajar Pak. Dan dia mau meniduri adik saya. Karena adik saya punya suami, dan suami ada di luar kota gitu lo. Saya sakit hati Pak, adik saya kok dibuat kayak gitu,” ungkap tersangka AR.

Tersangka mengaku melakukan penyerangan dengan tiga tikaman yang mengenai bagian leher kiri, kepala, dan dada kanan korban hingga meninggal dunia.

Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Edy Herwiyanto menjelaskan kronologi kejadian bermula dari laporan dugaan pelecehan yang diterima keluarga tersangka.

Baca Juga: Cita-cita Kuliah Itu Kini Pupus, Kisah Tragis Remaja Surabaya Tewas Dikeroyok

Informasi tersebut disampaikan oleh seorang anak tersangka berinisial I yang mendatangi korban.

Menurutnya, laporan tersebut berasal dari adik tersangka berinisial W yang mengaku menjadi korban pelecehan oleh korban.

Informasi itu kemudian memicu emosi tersangka hingga berujung pada tindakan kekerasan.

“Tersangka emosi, mencari korban, dan berniat akan melukainya dengan membawa pisau,” jelas Edy, Senin (27/4/2026).

Saat pertama kali mendatangi rumah korban, tersangka tidak menemukan keberadaan korban di lokasi.

Baca Juga: Mahasiswa di Surabaya Dikeroyok Kelompok Pesilat Mabuk: HP Raib, Kini Masuk Rumah Sakit

Ia sempat meninggalkan tempat tersebut sebelum akhirnya kembali untuk mencari korban pada Kamis (23/4/2026) pagi.

Pada pertemuan berikutnya, tersangka berhasil menemukan korban dan langsung melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam hingga menyebabkan korban tewas di lokasi kejadian.

Sementara itu, Kanit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya, Iptu Evan Caesar Ibrahim menyatakan bahwa penyidik masih melakukan pengembangan terkait kemungkinan adanya pelaku lain dalam kasus tersebut.

“Sementara satu sesuai dengan fakta saat ini. Kalau dari keterangan dan alat bukti, ada peran pelaku lain akan kami informasikan,” katanya.

Polisi saat ini terus mendalami keterangan tersangka dan saksi serta mengumpulkan alat bukti untuk mengungkap secara utuh rangkaian peristiwa pembunuhan tersebut.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

The Westin Surabaya, Tempat Inspirasi dalam Gelar Wedding-Tunangan hingga Ultah

Promo khusus turut ditawarkan selama acara berlangsung, dari potongan harga hingga 35 persen untuk paket sangjit, serta harga khusus paket birthday Rp25 juta.

Porkab Karate Sidoarjo Dibuka, Ratusan Atlet Disiapkan untuk Porprov 

Pembukaan Porkab Sidoarjo 2026 Cabang Olahraga Karate di GOR Delta Sidoarjo. (Foto: Ariyanto/selalu.id) 

Di Bulan Bung Karno, Armuji Tantang Kader Gen Z PDIP Surabaya jadi Anggota Dewan

Armuji, menegaskan bahwa Gen-Z memiliki peran strategis dalam menentukan masa depan partai maupun bangsa.

Pertama Kali Pasca Islah, Subandi-Mimik Pamer Kekompakan di Depan Publik Sidoarjo

Sebelumnya, kedua belah pihak bahkan sempat saling melayangkan laporan ke pihak kepolisian atas pertikaian itu.

Semarak Piala Dunia 2026, Warga Desa Medali di Mojokerto Pasang 48 Bendera Kontestan

Sebanyak 48 bendera yang berlaga di piala dunia itu didapatkan dari anggaran yang diperoleh dari iuran secara sukarela.

Sekretariat DPRD Jatim Kembangkan Tanaman Hidroponik, Sri Wahyuni Mengapresiasi

Di area depan ruangan Fraksi PDI-P, terlihat deretan tanaman hidroponik yang ditanam menggunakan media pipa paralon tersusun rapi.