Pembunuhan di Simokerto Surabaya Terungkap: Motifnya Ngeri Banget, Jangan Ditiru
- Penulis : Moris Mangke
- | Senin, 27 Apr 2026 20:08 WIB
selalu.id - Polisi menangkap pelaku pembunuhan terhadap Muhammad Jaiz (51), warga Simokerto, Surabaya, dan mengungkap motif sakit hati terkait dugaan pelecehan terhadap keluarga korban.
Pelaku yang kini sudah ditetapkan tersangka, itu berinisial AR (45), warga Rusun Sombo, Simolawang, Surabaya.
Baca Juga: Masa Depanku Direnggut: Kisah Sedih Gadis Surabaya Dilecehkan sang Pelatih
Ia ditangkap di tempat persembunyiannya di Sampang, Madura pada Jumat (24/4/2026) lalu.
Dari tangan tersangka, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa topi, jaket, serta sebilah pisau yang digunakan saat melakukan aksi pembunuhan.
Barang bukti tersebut menjadi bagian dari proses penyidikan lebih lanjut.
Hasil interogasi mengungkap motif tersangka yang nekat menghabisi korban karena dilatarbelakangi rasa sakit hati.
Tersangka mengaku emosi setelah mendengar dugaan bahwa korban hendak menyetubuhi adiknya yang telah bersuami.
“Dia kurang ajar Pak. Dan dia mau meniduri adik saya. Karena adik saya punya suami, dan suami ada di luar kota gitu lo. Saya sakit hati Pak, adik saya kok dibuat kayak gitu,” ungkap tersangka AR.
Tersangka mengaku melakukan penyerangan dengan tiga tikaman yang mengenai bagian leher kiri, kepala, dan dada kanan korban hingga meninggal dunia.
Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Edy Herwiyanto menjelaskan kronologi kejadian bermula dari laporan dugaan pelecehan yang diterima keluarga tersangka.
Baca Juga: Cita-cita Kuliah Itu Kini Pupus, Kisah Tragis Remaja Surabaya Tewas Dikeroyok
Informasi tersebut disampaikan oleh seorang anak tersangka berinisial I yang mendatangi korban.
Menurutnya, laporan tersebut berasal dari adik tersangka berinisial W yang mengaku menjadi korban pelecehan oleh korban.
Informasi itu kemudian memicu emosi tersangka hingga berujung pada tindakan kekerasan.
“Tersangka emosi, mencari korban, dan berniat akan melukainya dengan membawa pisau,” jelas Edy, Senin (27/4/2026).
Saat pertama kali mendatangi rumah korban, tersangka tidak menemukan keberadaan korban di lokasi.
Baca Juga: Mahasiswa di Surabaya Dikeroyok Kelompok Pesilat Mabuk: HP Raib, Kini Masuk Rumah Sakit
Ia sempat meninggalkan tempat tersebut sebelum akhirnya kembali untuk mencari korban pada Kamis (23/4/2026) pagi.
Pada pertemuan berikutnya, tersangka berhasil menemukan korban dan langsung melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam hingga menyebabkan korban tewas di lokasi kejadian.
Sementara itu, Kanit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya, Iptu Evan Caesar Ibrahim menyatakan bahwa penyidik masih melakukan pengembangan terkait kemungkinan adanya pelaku lain dalam kasus tersebut.
“Sementara satu sesuai dengan fakta saat ini. Kalau dari keterangan dan alat bukti, ada peran pelaku lain akan kami informasikan,” katanya.
Polisi saat ini terus mendalami keterangan tersangka dan saksi serta mengumpulkan alat bukti untuk mengungkap secara utuh rangkaian peristiwa pembunuhan tersebut.
Editor : Zein Muhammad