Sabtu, 07 Nov 2026 00:31 WIB

Melalui Kader Surabaya Hebat, Pemkot Pantau Kesehatan Warga Secara Digital

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 26 Apr 2026 11:50 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Surabaya, dr. Billy Daniel Messakh. (Dok.Diskominfo Surabaya)
Kepala Dinas Kesehatan Surabaya, dr. Billy Daniel Messakh. (Dok.Diskominfo Surabaya)

selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyiapkan integrasi sistem “Satu Data Satu Peta” berbasis rekam medis elektronik untuk memperkuat pemantauan kesehatan warga secara menyeluruh. 

Program ini menghubungkan data dari puskesmas hingga rumah sakit dalam satu sistem digital terintegrasi.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Bangun Shortcut Saluran Atasi Genangan di Semolowaru

Kepala Dinas Kesehatan Surabaya, Billy Daniel Messakh, mengatakan pengumpulan data dilakukan secara masif melalui 63 puskesmas yang tersebar di seluruh wilayah kota. Data tersebut dihimpun langsung dari lapangan dan diinput secara digital melalui aplikasi khusus.

“Dinas Kesehatan melalui 63 puskesmas berjalan bersama, turun ke seluruh wilayah untuk mengambil data kesehatan warga,” kata dr Billy, Minggu (26/4/2026).

Ia menjelaskan, data yang dikumpulkan mencakup kebutuhan dasar kesehatan masyarakat dan langsung masuk ke sistem pusat milik Dinkes untuk divalidasi dan dianalisis. 

Program ini dijalankan melalui skema Home Visit yang terintegrasi dengan Kader Surabaya Hebat (KSH).

“Dari 63 puskesmas akan bergabung di warehouse Dinas Kesehatan, kemudian divalidasi dan menghasilkan dashboard pemantauan,” ujarnya.

Integrasi ini juga mencakup rekam medis elektronik dari rumah sakit milik pemkot, yakni RSUD Bhakti Dharma Husada, RSUD dr Mohamad Soewandhie, dan RSUD Eka Candrarini.

Melalui sistem ini, data pasien akan dipetakan berdasarkan jenis penyakit dan wilayah sebarannya. Dengan begitu, Dinkes dapat memantau distribusi penyakit seperti hipertensi, diabetes, hingga penyakit jantung secara lebih akurat.

Baca Juga: Pungli Calon Pegawai Dishub Surabaya, Eri Cahyadi: Ini Mencoreng Nama Surabaya!

“Setiap pasien akan diberi label penyakit. Jadi ketika dicari, bisa langsung terlihat persebarannya di wilayah mana saja,” jelas dr Billy.

Selain untuk pemantauan, data tersebut juga akan dimanfaatkan untuk riset akademik guna menghasilkan kebijakan kesehatan yang lebih tepat sasaran dan berbasis bukti.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan bahwa integrasi rekam medis tidak hanya terbatas pada fasilitas milik pemkot, tetapi juga akan melibatkan seluruh rumah sakit di Surabaya.

“Nanti semua direktur rumah sakit dikumpulkan, sehingga rekam medis bisa terintegrasi dalam satu sistem,” ujarnya.

Baca Juga: DPRD Surabaya Sentil Kinerja Pemkot: Jangan Cuma Bersandar Capaian Anggaran!

Menurutnya, sistem ini memungkinkan pemetaan penyakit hingga tingkat wilayah secara detail. Bahkan, pemkot dapat melakukan intervensi langsung jika ada warga yang tidak rutin berobat.

“Kalau pasien tidak kontrol, pemerintah bisa langsung datang ke rumah untuk memberikan obat. Ini pentingnya rekam medis,” kata Eri.

Ia juga memastikan bahwa pemanfaatan data tetap berada dalam koridor kerahasiaan medis dan hanya digunakan untuk kepentingan layanan kesehatan.

Dengan sistem ini, Pemkot Surabaya menargetkan upaya pencegahan penyakit dapat dilakukan lebih cepat dan akurat berbasis data.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Gudang Penyimpanan Kabel-Genset di Mastrip Surabaya Terbakar

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kebakaran tersebut.

Polisi Bongkar Pabrik Oli Palsu Beromzet Rp260 Juta di Mojokerto, Ini Mereknya

Atas ungkap ini, polisi mengimbau masyarakat dan pemilik bengkel agar lebih waspada saat membeli oli kendaraan, dengan memastikan logo SNI dan izin NPT resmi.

Mitos Naga Putih dan Emas di Balik Erupsi Gunung Semeru

Saat ini Gunung Semeru berada pada Status Level III (Siaga) dengan rekomendasi masyarakat dilarang melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara.

Gunung Semeru Erupsi Lagi, Kini Level Siaga

Erupsi kali ini meluncurkan awan panas guguran dengan jarak luncur sejauh 5 kilometer dari puncak ke arah tenggara atau Besuk Kobokan.

Kasus Hibah Pokmas Jatim: Jaksa KPK Ultimatum Anwar Sadad Hadir di Sidang Minggu Depan!

Jaksa menegaskan tidak akan main-main jika Anwar Sadad mangkir dari kewajiban hukumnya. Pihaknya siap melakukan pemanggilan paksa.

Era Baru Layanan RSUD Jatim: Mulai dari KRIS, Sistem iDRG hingga Kelola Keuangan Pakai AI

Rumah sakit juga wajib memvalidasi data pasien melalui NIK terintegrasi Dukcapil dan menggunakan tanda tangan elektronik tersertifikasi.