Jumat, 12 Jun 2026 23:25 WIB

Melalui Kader Surabaya Hebat, Pemkot Pantau Kesehatan Warga Secara Digital

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 26 Apr 2026 11:50 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Surabaya, dr. Billy Daniel Messakh. (Dok.Diskominfo Surabaya)
Kepala Dinas Kesehatan Surabaya, dr. Billy Daniel Messakh. (Dok.Diskominfo Surabaya)

selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyiapkan integrasi sistem “Satu Data Satu Peta” berbasis rekam medis elektronik untuk memperkuat pemantauan kesehatan warga secara menyeluruh. 

Program ini menghubungkan data dari puskesmas hingga rumah sakit dalam satu sistem digital terintegrasi.

Baca Juga: Surabaya Jadi Percontohan Nasional Program Indonesia-UEA Cegah Sampah Plastik ke Laut

Kepala Dinas Kesehatan Surabaya, Billy Daniel Messakh, mengatakan pengumpulan data dilakukan secara masif melalui 63 puskesmas yang tersebar di seluruh wilayah kota. Data tersebut dihimpun langsung dari lapangan dan diinput secara digital melalui aplikasi khusus.

“Dinas Kesehatan melalui 63 puskesmas berjalan bersama, turun ke seluruh wilayah untuk mengambil data kesehatan warga,” kata dr Billy, Minggu (26/4/2026).

Ia menjelaskan, data yang dikumpulkan mencakup kebutuhan dasar kesehatan masyarakat dan langsung masuk ke sistem pusat milik Dinkes untuk divalidasi dan dianalisis. 

Program ini dijalankan melalui skema Home Visit yang terintegrasi dengan Kader Surabaya Hebat (KSH).

“Dari 63 puskesmas akan bergabung di warehouse Dinas Kesehatan, kemudian divalidasi dan menghasilkan dashboard pemantauan,” ujarnya.

Integrasi ini juga mencakup rekam medis elektronik dari rumah sakit milik pemkot, yakni RSUD Bhakti Dharma Husada, RSUD dr Mohamad Soewandhie, dan RSUD Eka Candrarini.

Melalui sistem ini, data pasien akan dipetakan berdasarkan jenis penyakit dan wilayah sebarannya. Dengan begitu, Dinkes dapat memantau distribusi penyakit seperti hipertensi, diabetes, hingga penyakit jantung secara lebih akurat.

Baca Juga: Ketika Warga Surabaya Banyak Keluhkan Lapangan Pekerjaan

“Setiap pasien akan diberi label penyakit. Jadi ketika dicari, bisa langsung terlihat persebarannya di wilayah mana saja,” jelas dr Billy.

Selain untuk pemantauan, data tersebut juga akan dimanfaatkan untuk riset akademik guna menghasilkan kebijakan kesehatan yang lebih tepat sasaran dan berbasis bukti.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan bahwa integrasi rekam medis tidak hanya terbatas pada fasilitas milik pemkot, tetapi juga akan melibatkan seluruh rumah sakit di Surabaya.

“Nanti semua direktur rumah sakit dikumpulkan, sehingga rekam medis bisa terintegrasi dalam satu sistem,” ujarnya.

Baca Juga: Kejagung Tegaskan Legal Opinion Bukan jadi Alasan Pemkot Surabaya Tunda Putusan Inkracht

Menurutnya, sistem ini memungkinkan pemetaan penyakit hingga tingkat wilayah secara detail. Bahkan, pemkot dapat melakukan intervensi langsung jika ada warga yang tidak rutin berobat.

“Kalau pasien tidak kontrol, pemerintah bisa langsung datang ke rumah untuk memberikan obat. Ini pentingnya rekam medis,” kata Eri.

Ia juga memastikan bahwa pemanfaatan data tetap berada dalam koridor kerahasiaan medis dan hanya digunakan untuk kepentingan layanan kesehatan.

Dengan sistem ini, Pemkot Surabaya menargetkan upaya pencegahan penyakit dapat dilakukan lebih cepat dan akurat berbasis data.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Lagi Asyik Latihan Musik, Motor Pemuda di Mojokerto Dicuri Maling

Sebelum beraksi, pelaku datang dua kali, pertama memantau keadaan dan dua kali motor langsung dibawa kabur.

Antar Penumpang ke Bandara Juanda, Driver Ojol Tewas Tertabrak Mobil

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan saat berkendara di kawasan bandara yang memiliki lalu lintas kendaraan cukup padat.

Ternyata, Ini Penyebab Aliran Air di Tambaksari Surabaya Tidak Lancar

Saat ini proses penelusuran jaringan masih berlangsung dan PAM Surya Sembada menargetkan distribusi air di wilayah terdampak dapat kembali berjalan optimal.

DPRD Jatim Jajaki Kerja Sama dengan DPRD St. Petersburg Rusia

Pertemuan ini diharapkan dapat membuka peluang kemajuan ekonomi dan hubungan kelembagaan yang saling menguntungkan ke depannya.

Lewat FDK, AKP Muliati Tekankan Peran Inovasi Jaga Ketahanan Pangan

Diskusi ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi para pemimpin di tingkat daerah untuk mengintegrasikan aspek keamanan dan kesejahteraan masyarakat.

Pertalite Jadi Andalan Warga saat Pertamax Naik, DPRD Surabaya Minta Stok Dijaga

Ketua DPRD Surabaya, Syaifuddin Zuhri meminta Pertamina dan pengelola SPBU memastikan stok BBM subsidi tetap aman agar tidak terjadi kelangkaan di lapangan.