Selasa, 22 Sep 2026 15:41 WIB

Melalui Kader Surabaya Hebat, Pemkot Pantau Kesehatan Warga Secara Digital

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 26 Apr 2026 11:50 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Surabaya, dr. Billy Daniel Messakh. (Dok.Diskominfo Surabaya)
Kepala Dinas Kesehatan Surabaya, dr. Billy Daniel Messakh. (Dok.Diskominfo Surabaya)

selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyiapkan integrasi sistem “Satu Data Satu Peta” berbasis rekam medis elektronik untuk memperkuat pemantauan kesehatan warga secara menyeluruh. 

Program ini menghubungkan data dari puskesmas hingga rumah sakit dalam satu sistem digital terintegrasi.

Baca Juga: Cara Dishub Cegah Jukir Liar di Surabaya, Hasilnya juga Merata

Kepala Dinas Kesehatan Surabaya, Billy Daniel Messakh, mengatakan pengumpulan data dilakukan secara masif melalui 63 puskesmas yang tersebar di seluruh wilayah kota. Data tersebut dihimpun langsung dari lapangan dan diinput secara digital melalui aplikasi khusus.

“Dinas Kesehatan melalui 63 puskesmas berjalan bersama, turun ke seluruh wilayah untuk mengambil data kesehatan warga,” kata dr Billy, Minggu (26/4/2026).

Ia menjelaskan, data yang dikumpulkan mencakup kebutuhan dasar kesehatan masyarakat dan langsung masuk ke sistem pusat milik Dinkes untuk divalidasi dan dianalisis. 

Program ini dijalankan melalui skema Home Visit yang terintegrasi dengan Kader Surabaya Hebat (KSH).

“Dari 63 puskesmas akan bergabung di warehouse Dinas Kesehatan, kemudian divalidasi dan menghasilkan dashboard pemantauan,” ujarnya.

Integrasi ini juga mencakup rekam medis elektronik dari rumah sakit milik pemkot, yakni RSUD Bhakti Dharma Husada, RSUD dr Mohamad Soewandhie, dan RSUD Eka Candrarini.

Melalui sistem ini, data pasien akan dipetakan berdasarkan jenis penyakit dan wilayah sebarannya. Dengan begitu, Dinkes dapat memantau distribusi penyakit seperti hipertensi, diabetes, hingga penyakit jantung secara lebih akurat.

Baca Juga: Proyek Drainase Kelurahan Ancam Pasokan Air Bersih di Surabaya

“Setiap pasien akan diberi label penyakit. Jadi ketika dicari, bisa langsung terlihat persebarannya di wilayah mana saja,” jelas dr Billy.

Selain untuk pemantauan, data tersebut juga akan dimanfaatkan untuk riset akademik guna menghasilkan kebijakan kesehatan yang lebih tepat sasaran dan berbasis bukti.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan bahwa integrasi rekam medis tidak hanya terbatas pada fasilitas milik pemkot, tetapi juga akan melibatkan seluruh rumah sakit di Surabaya.

“Nanti semua direktur rumah sakit dikumpulkan, sehingga rekam medis bisa terintegrasi dalam satu sistem,” ujarnya.

Baca Juga: Lahan KAI Belakang Pasar Turi jadi Tempat Sampah Ilegal, Pemkot Surabaya Siapkan Sanksi Tegas

Menurutnya, sistem ini memungkinkan pemetaan penyakit hingga tingkat wilayah secara detail. Bahkan, pemkot dapat melakukan intervensi langsung jika ada warga yang tidak rutin berobat.

“Kalau pasien tidak kontrol, pemerintah bisa langsung datang ke rumah untuk memberikan obat. Ini pentingnya rekam medis,” kata Eri.

Ia juga memastikan bahwa pemanfaatan data tetap berada dalam koridor kerahasiaan medis dan hanya digunakan untuk kepentingan layanan kesehatan.

Dengan sistem ini, Pemkot Surabaya menargetkan upaya pencegahan penyakit dapat dilakukan lebih cepat dan akurat berbasis data.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Bansos di Surabaya Tak Lihat Desil, Eri Cahyadi: Ada yang Masih Belum Dapat Bantuan

Pemkot Surabaya akan mengarahkan ASN turun langsung ke lingkungan warga untuk mengecek kondisi ekonomi penerima bantuan.

Dua Pesilat Diringkus Gegara Keroyok Pemotor di Mojokerto

Aksi pengeroyokan itu dilakukan oleh massa perguruan silat ketika mereka sedang melakukan aksi konvoi.

Investasi 5 Miliar Lewat PT OSO Sekuritas, Dua Terdakwa Divonis Satu hingga 2,5 Tahun

Sidang putusan digelar di Ruang Kartika dengan Ketua Majelis Hakim S Pujiono.

Pelindo Ajak Pekerja dan Masyarakat Merawat Cerita Nusantara Lewat Fotografi

Tradisi, wajah masyarakat, kesenian, hingga kearifan lokal dari berbagai daerah direkam dan ditampilkan dalam pameran fotografi.

DPRD Surabaya Telusuri Riwayat Tanah di Karangpoh, BPN Mangkir RDP

Buku Letter C yang seharusnya menjadi salah satu dokumen penelusuran riwayat tanah disebut tidak ditemukan.

Warga Mengeluh Sesak Napas, Tim Home Care Gerak Cepat Rujuk ke Rumah Sakit di Jember

Dinas Kesehatan bersama tim Home Care tidak akan melepas begitu saja.