Selasa, 04 Agu 2026 18:36 WIB

Melalui Kader Surabaya Hebat, Pemkot Pantau Kesehatan Warga Secara Digital

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 26 Apr 2026 11:50 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Surabaya, dr. Billy Daniel Messakh. (Dok.Diskominfo Surabaya)
Kepala Dinas Kesehatan Surabaya, dr. Billy Daniel Messakh. (Dok.Diskominfo Surabaya)

selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyiapkan integrasi sistem “Satu Data Satu Peta” berbasis rekam medis elektronik untuk memperkuat pemantauan kesehatan warga secara menyeluruh. 

Program ini menghubungkan data dari puskesmas hingga rumah sakit dalam satu sistem digital terintegrasi.

Baca Juga: DPRD Minta Pemkot Surabaya Tak Tunggu Laporan Warga untuk Normalisasi Saluran Air

Kepala Dinas Kesehatan Surabaya, Billy Daniel Messakh, mengatakan pengumpulan data dilakukan secara masif melalui 63 puskesmas yang tersebar di seluruh wilayah kota. Data tersebut dihimpun langsung dari lapangan dan diinput secara digital melalui aplikasi khusus.

“Dinas Kesehatan melalui 63 puskesmas berjalan bersama, turun ke seluruh wilayah untuk mengambil data kesehatan warga,” kata dr Billy, Minggu (26/4/2026).

Ia menjelaskan, data yang dikumpulkan mencakup kebutuhan dasar kesehatan masyarakat dan langsung masuk ke sistem pusat milik Dinkes untuk divalidasi dan dianalisis. 

Program ini dijalankan melalui skema Home Visit yang terintegrasi dengan Kader Surabaya Hebat (KSH).

“Dari 63 puskesmas akan bergabung di warehouse Dinas Kesehatan, kemudian divalidasi dan menghasilkan dashboard pemantauan,” ujarnya.

Integrasi ini juga mencakup rekam medis elektronik dari rumah sakit milik pemkot, yakni RSUD Bhakti Dharma Husada, RSUD dr Mohamad Soewandhie, dan RSUD Eka Candrarini.

Melalui sistem ini, data pasien akan dipetakan berdasarkan jenis penyakit dan wilayah sebarannya. Dengan begitu, Dinkes dapat memantau distribusi penyakit seperti hipertensi, diabetes, hingga penyakit jantung secara lebih akurat.

Baca Juga: Pakar Hukum Ingatkan Pemkot Surabaya Cermat Terbitkan Izin Acara Besar Pasca-Kericuhan Konser SUBEC

“Setiap pasien akan diberi label penyakit. Jadi ketika dicari, bisa langsung terlihat persebarannya di wilayah mana saja,” jelas dr Billy.

Selain untuk pemantauan, data tersebut juga akan dimanfaatkan untuk riset akademik guna menghasilkan kebijakan kesehatan yang lebih tepat sasaran dan berbasis bukti.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan bahwa integrasi rekam medis tidak hanya terbatas pada fasilitas milik pemkot, tetapi juga akan melibatkan seluruh rumah sakit di Surabaya.

“Nanti semua direktur rumah sakit dikumpulkan, sehingga rekam medis bisa terintegrasi dalam satu sistem,” ujarnya.

Baca Juga: Viral Isu Bocah 5 Tahun Dieksploitasi Ayah Kandung di Surabaya, Ini Penjelasan Pemkot

Menurutnya, sistem ini memungkinkan pemetaan penyakit hingga tingkat wilayah secara detail. Bahkan, pemkot dapat melakukan intervensi langsung jika ada warga yang tidak rutin berobat.

“Kalau pasien tidak kontrol, pemerintah bisa langsung datang ke rumah untuk memberikan obat. Ini pentingnya rekam medis,” kata Eri.

Ia juga memastikan bahwa pemanfaatan data tetap berada dalam koridor kerahasiaan medis dan hanya digunakan untuk kepentingan layanan kesehatan.

Dengan sistem ini, Pemkot Surabaya menargetkan upaya pencegahan penyakit dapat dilakukan lebih cepat dan akurat berbasis data.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Potret Sentuhan Kemanusiaan Polisi untuk Korban KMP Mutiara Sentosa II

Pelayanan itu dilakukan agar proses evakuasi hingga penanganan pascakejadian berlangsung efektif dan seluruh korban dapat segera memperoleh pelayanan terbaik.

Kepala Basarnas Sebut Operasi SAR KMP Mutiara Sentosa II Segera Ditutup

Hingga saat ini belum ada laporan resmi terkait penumpang yang hilang, sehingga Basarnas optimis operasi pencarian dan pertolongan dapat segera dihentikan.

BPKH Salurkan Rp2,06 Triliun Nilai Manfaat Tahap I pada 5,7 Juta Jemaah Haji Tunggu

Penyaluran ini merupakan bagian dari optimalisasi manfaat dana haji yang dikelola secara berkelanjutan agar dapat dirasakan oleh seluruh jemaah.

Revitalisasi Pasar Keputran Surabaya Kini Sudah 60 Persen, Pemotongan Unggas Dipindah ke RPU

Selain itu, kawasan pasar juga akan dilengkapi instalasi pengolahan air limbah (IPAL) untuk mendukung aktivitas perdagangan, khususnya di sektor unggas.

Korban Meninggal dalam Tragedi KMP Mutiara Sentosa II Dapat Santunan Rp125 Juta per Orang

Wamenhub Suntana menyatakan pemberian santunan ini merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah bagi masyarakat yang menjadi korban kecelakaan angkutan umum.

Kejati Jatim Lelang Mobil, Motor hingga Tanah di Mojokerto, Berikut Tanggal Dibuka dan Syaratnya

Kajati Jatim Abdul Qohar menjamin proses lelang transparansi dan masyarakat tak kuatir lantaran semua proses menggunakan sistem elektronik yang canggih.