Senin, 19 Okt 2026 21:21 WIB

Pemkot Surabaya Benarkan Proyek Gedung di Basuki Rahmat Belum Kantongi IMB

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 24 Apr 2026 21:15 WIB
Proyek pembangunan gedung milik PT Wulandaya Cahaya Lestari di Jalan Basuki Rahmat No.165-167, Surabaya saat disegel Satpol PP. (Dok. selalu.id).
Proyek pembangunan gedung milik PT Wulandaya Cahaya Lestari di Jalan Basuki Rahmat No.165-167, Surabaya saat disegel Satpol PP. (Dok. selalu.id).

selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya membenarkan bahwa proyek pembangunan gedung di Jalan Basuki Rahmat No.165-167 belum mengantongi izin mendirikan bangunan (IMB) atau Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).

Meski belum kantongi IMB dan sudah disegel, aktivitas proyek milik PT Wulandaya Cahaya Lestari, itu hingga kini masih dilanjutkan alias bandel.

Baca Juga: Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Wali Kota Eri Bilang Gini

“Iya mbak, sudah ada peringatan dan akan diproses lebih lanjut,” kata Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (DPRKPCKTR) Surabaya, Iman Krestian kepada selalu.id, Jumat (24/4/2026).

Iman mengakui pihaknya telah memberikan peringatan kepada pengembang dan tengah menyiapkan langkah lanjutan.

“Sudah ada SKRK, dan masih proses pengurusan PBG,” jelasnya.

Sebelumnya, keluhan warga sekitar yang menyebut proyek milik PT Wulandaya Cahaya Lestari, itu tetap beroperasi meski telah disegel oleh Satpol PP pada 16 April 2026.

Warga RT 01 RW 07 Kelurahan Embong Kaliasin dan RT 01 RW 02 Kelurahan Keputran mengaku resah karena aktivitas proyek justru semakin intens, bahkan hingga larut malam.

Kebisingan alat berat dan lalu lalang truk disebut mengganggu waktu istirahat.

Baca Juga: Perda Air Limbah Disetujui, Fraksi Gerindra Minta Tarif Sanitasi Adil

“Ini lagi ramai warga pada ngeluh semua. Banyak polusi, suara dari proyek yang ramai, akhirnya warga nggak bisa tidur,” kata Fendi Tahjudin, perwakilan warga, Kamis (23/4/2026).

Keluhan serupa juga disampaikan Winardi. Ia mengaku anaknya kerap terbangun akibat suara bising dari proyek gedung setinggi sekitar 80 meter tersebut.

“Anak saya sering kaget tengah malam. Proyek ini benar-benar ganggu warga,” ujarnya.

Kekecewaan warga memuncak setelah aduan yang disampaikan ke tingkat RT, kelurahan hingga kecamatan dinilai belum membuahkan hasil.

Baca Juga: Kasus Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Polisi Tunggu Hasil Toksikologi

Bahkan, warga sempat meluapkan protes melalui pesan WhatsApp dengan meminta pejabat setempat merasakan langsung dampak kebisingan.

Meski telah disegel, proyek tersebut dilaporkan tetap berjalan sehari setelah penindakan. Kondisi ini memicu pertanyaan publik terkait pengawasan dan penegakan aturan oleh pemerintah kota.

Warga kini berharap Pemkot Surabaya dan instansi terkait segera mengambil langkah tegas agar aktivitas proyek dihentikan sampai seluruh perizinan terpenuhi dan tidak lagi mengganggu lingkungan sekitar.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Krisis Air Bersih dan Gagal Panen Mengancam Indonesia, Ini Peringatan BMKG

Tren ini memperparah penyusutan curah hujan tahunan hingga 2–3 persen per dekade, khususnya di wilayah selatan khatulistiwa, disertai kenaikan muka air laut.

Kapolri Ungkap Keterlibatan Perusahaan Asing dalam Kasus Karhutla, Bidik Tersangka Baru

Langkah tegas ini menjadi sinyal kuat bahwa penegakan hukum kasus karhutla tidak hanya menyasar pelaku di lapangan, melainkan juga menyasar korporasi asing.

Korban Tewas dalam Kebakaran Bromo Kini jadi Lima Orang, Ini Identitasnya

Gugurnya Munawi menambah daftar panjang pahlawan pemadam karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Sidak SPBU, Polres Probolinggo Tegaskan Stok BBM Aman dan Bantah Isu Panic Buying

Sejauh ini, sedikitnya 11 SPBU telah dipantau oleh tim gabungan, termasuk dari Satreskrim Polres Probolinggo, dan ditegaskan stok BBM aman.

SIER Unjuk Gigi di SPARK 2026 Malaysia, Buka Peluang Investasi Global ke Jawa Timur

Momen ini, SIER memboyong dua kawasan industri unggulannya, yakni kawasan SIER di Surabaya dan Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER) di Kabupaten Pasuruan.

Cerita Warga Jember Rasakan Manfaat Mobil Cinta, Pulang Berobat Tak Lagi Pikir Biaya

Zaini mengaku bersyukur karena keluarganya tidak harus memikirkan biaya transportasi, mulai dari proses mendapatkan pelayanan kesehatan hingga kembali ke rumah.