Rabu, 21 Okt 2026 11:37 WIB

Elpiji 3 Kg Kini Berpotensi Disalahgunakan, DPRD Jatim Minta Pengawasan Diperketat

Barang bukti elpiji yang disita Polda Jatim. (Dok. selalu.id).
Barang bukti elpiji yang disita Polda Jatim. (Dok. selalu.id).

selalu.id - Kenaikan harga elpiji non subsidi yang mulai berlaku saat ini memicu kekhawatiran akan terjadinya pergeseran pola konsumsi.

Kelompok masyarakat mampu yang sebelumnya menggunakan elpiji 5,5 kg dan 12 kg dikhawatirkan akan beralih menggunakan elpiji bersubsidi 3 kg, sehingga pasokan untuk kelompok ekonomi lemah justru tergerus dan langka di pasaran.

Baca Juga: Ketua DPRD Jatim: Pembangunan Harus Merata, Berkelanjutan, dan Diawasi Ketat

Kekhawatiran tersebut disampaikan Ketua Fraksi PKS DPRD Jawa Timur, Lilik Hendarwati, menanggapi penyesuaian harga yang diberlakukan baru-baru ini.

Berdasarkan data yang dihimpun, harga elpiji non subsidi di wilayah Jatim mengalami kenaikan signifikan.

Elpiji 5,5 kg kini dijual seharga Rp107.000 dari sebelumnya Rp90.000. Sementara itu, elpiji ukuran 12 kg naik menjadi Rp228.000, yang sebelumnya dipatok di angka Rp192.000.

“Kaitan antara pengawasan distribusi dan perlindungan nilai subsidi harus segera diperketat. Kenaikan harga yang cukup tajam ini berpotensi besar mendorong kelompok masyarakat mampu turun kelas menggunakan elpiji 3 kg. Ini sangat berbahaya, karena elpiji ukuran kecil tersebut merupakan barang bersubsidi yang khusus dialokasikan untuk masyarakat miskin dan rentan,” tegas Lilik, Kamis (22/4/2026).

Politisi dari daerah pemilihan Surabaya ini menegaskan, pemerintah harus mengambil langkah konkret untuk memastikan distribusi berjalan tepat sasaran.

Baca Juga: Sidang Korupsi Hibah Pokir Jatim, JPU KPK Bakal Panggil Sekda Jatim

Pengawasan di lapangan perlu ditingkatkan, dan seluruh pihak yang terbukti menyalahgunakan atau memperjualbelikan elpiji subsidi di luar ketentuan harus ditindak tegas sesuai peraturan yang berlaku.

Selain pengawasan fisik, Lilik juga mendorong penerapan sistem pengendalian berbasis data yang akurat dan terintegrasi.

Menurutnya, penggabungan data penerima manfaat seperti Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) menjadi kunci utama agar subsidi tidak bocor dan benar-benar diterima oleh pihak yang berhak.

“Kita harus punya mekanisme yang jelas untuk memverifikasi siapa saja yang berhak mendapatkan pasokan elpiji 3 kg. Dengan sistem data yang terhubung, potensi penyalahgunaan bisa ditekan secara maksimal,” kata Lilik.

Baca Juga: DPRD Jatim Apresiasi Penggerebekan Jalan Kunti, Minta Kapolda Baru Konsisten Berantas Narkoba

Tidak hanya itu, ia juga meminta pemerintah melakukan edukasi masif kepada masyarakat agar memahami batasan penggunaan barang subsidi.

Di sisi lain, perlu disiapkan pula kebijakan penyeimbang, seperti kemudahan akses atau insentif tertentu bagi pengguna elpiji non subsidi, agar tidak terjadi pergeseran konsumsi yang merugikan kelompok rentan.

“Kebijakan penyesuaian harga memang bisa dilakukan sebagai bagian dari pengelolaan energi, namun satu hal yang tidak boleh dikorbankan adalah rasa keadilan dan kepastian akses energi bagi masyarakat kecil. Negara harus hadir melindungi hak-hak mereka,” pungkas anggota Komisi C DPRD Jatim tersebut.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

PSG Hajar Barcelona 4-2, Anak Asuh Luis Enrique Kunci Puncak Klasemen Liga Champions

Hasil ini membuat juara bertahan menyapu bersih 3 laga awal dengan poin sempurna.

Dua Tahun Kepemimpinan Prabowo-Gibran, Doa Lintas Agama Digelar di Sidoarjo

Istigasah dipimpin KH Rofiq Siradj.

Top 5 Berita: Pabrik Kosmetik Ilegal Digerebek hingga Rapat Kerja Pusat

Pembaca tertarik pemberitaan penggerebekan pabrik kosmetik ilegal hingga pendidikan.

Kisah Dua Saudara di Nganjuk Merawat Takdir Gamelan Legendaris di Panggung Dunia

Satu paket gamelan lengkap dibanderol mulai Rp90 juta untuk material besi puncu kuningan, sedangkan untuk material full kuningan mencapai Rp300 juta per paket.

Gegara Sampah, Garasi Rumah dan Mobil di Nganjuk Ludes Terbakar

Atas kejadian ini, pihak Damkar mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah sembarangan, terutama saat kondisi cuaca berangin, apalagi musim kemarau.

Polda Jatim Minta Mahasiswa Kritis dan Objektif Sikapi Isu Daerah

Polda Jatim komitmen untuk terus memelihara komunikasi yang berkesinambungan dengan elemen mahasiswa demi terciptanya stabilitas kamtibmas yang aman dan damai.