Kamis, 06 Agu 2026 04:50 WIB

PKPI Gelar Pelatihan Profesi Kurator di Surabaya, Tekankan Integritas dan Standar Etik

PKPI saat menggelar Pelatihan Profesi Kurator dan Pengurus Angkatan II Tahun 2026 untuk kelas Surabaya. (Dok. PKPI/selalu.id).
PKPI saat menggelar Pelatihan Profesi Kurator dan Pengurus Angkatan II Tahun 2026 untuk kelas Surabaya. (Dok. PKPI/selalu.id).

selalu.id - Perserikatan Kurator dan Pengurus Indonesia (PKPI) menggelar Pelatihan Profesi Kurator dan Pengurus Angkatan II Tahun 2026 untuk kelas Surabaya sebagai upaya mencetak tenaga profesional yang kompeten dan berintegritas.

Ketua Umum PKPI Surabaya, Albert Riyadi Suwono menyatakan pelatihan ini merupakan syarat penting bagi seseorang yang ingin berprofesi sebagai kurator maupun pengurus.

Baca Juga: Sikat Premanisme, Polrestabes Surabaya Tahan Tiga Tersangka Penyerobot Ruko LeIang

“Untuk menjadi kurator dan pengurus, seseorang wajib mengikuti pendidikan profesi. Kami berkomitmen setiap tahun menyelenggarakan pelatihan ini untuk mencetak kurator yang handal dan profesional,” jelasnya, Rabu (22/4/2026).

Pada pelatihan kali ini, PKPI menetapkan kuota 50 peserta, namun jumlah pendaftar mencapai 51 orang yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Jakarta, Medan, Pontianak, Pangkalpinang, Bali, hingga Balikpapan.

Albert menyebut, tantangan utama dalam mencetak kurator profesional tidak hanya pada aspek keilmuan, tetapi juga moral dan integritas.

"Kami menanamkan tidak hanya pengetahuan tentang proses pemberesan dan pengurusan, tetapi juga nilai integritas kepada para peserta,” katanya.

Selain pelatihan di Surabaya, PKPI juga berencana menggelar kegiatan serupa di Jakarta pada Agustus 2026 dengan dukungan dari Kementerian Hukum.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Perluas TPU Keputih yang Mulai Penuh, Bangunan Liar Ditertibkan

Terkait dinamika organisasi profesi, Albert menilai perlu adanya pembatasan pembentukan organisasi agar tidak terjadi konflik kepentingan dan pelanggaran kode etik.

“Kebebasan berserikat tetap ada, tetapi harus diatur demi kepentingan bersama, termasuk menjaga standar profesi,” tegas Albert.

Sementara itu, Anggota Dewan Penasihat PKPI, Hermawi Taslim, menekankan pentingnya menjaga kualitas dan standar profesi di tengah persaingan organisasi.

“Yang paling penting adalah menjaga mutu dan standar. Biarkan pasar yang menilai, tapi organisasi harus memastikan kualitas anggotanya,” katanya.

Baca Juga: Di Balik Pagar Besi Mal Surabaya, DPRD Endus Adanya Kekhawatiran

Dia juga menyoroti pentingnya penguatan dewan etik guna mencegah pelanggaran sebelum merugikan publik.

"Kita harus punya standar etika yang kuat dan terukur. Jangan sampai profesi ini mengalami degradasi seperti yang terjadi di beberapa bidang lain,” jelas Taslim.

PKPI berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas anggotanya melalui pelatihan berkelanjutan serta membuka peluang pembelajaran internasional guna menjaga marwah profesi kurator di Indonesia.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Bupati Gus Barra Pimpin Razia Rokok Ilegal di Pasar Sawahan Mojokerto, Ratusan Ribu Batang Disita

Gus Barra menegaskan bahwa langkah kolaboratif ini merupakan wujud nyata pemerintah daerah dalam melindungi penerimaan negara.

DPRD dan Pemprov Jatim Sahkan KUA-PPAS P-APBD 2026, Kejar Target IKU hingga Pokir

Penyesuaian target pendapatan nantinya akan digodok matang bersama komisi membidangi agar presisi dengan potensi riil tiap sektor penerimaan daerah.

Gempur Miras Ilegal di Sidoarjo: 3 Penjual Diseret ke Sidang Tipiring, Didenda hingga Rp1 Juta

Tak berhenti pada sanksi denda, seluruh barang bukti miras yang disita dan telah berkekuatan hukum tetap (inkracht) dijadwalkan bakal dimusnahkan.

DVI Polda Jatim Kembali Identifikasi Korban KMP Mutiara Sentosa II, Total 4 Jenazah Sudah Diserahkan

Dengan penyerahan ini, Tim DVI Polda Jatim tercatat telah menyerahkan total empat jenazah teridentifikasi kepada pihak keluarga.

Banyak Mahasiswa Berprestasi di Surabaya Terancam Gagal Beasiswa, DPRD Desak Dinsos Benahi Data Desil

Salah satu kasus yang jadi perhatian adalah seorang mahasiswi di kawasan Wonokromo yang terancam menghentikan kuliahnya meski memiliki prestasi akademik tinggi.

Langkah Tegas Polres Pasuruan Usut Tuntas Tewasnya Terduga Pelaku Judol di Beji

Hasil dari pemeriksaan internal ini nantinya juga bakal dibuka secara terbuka kepada publik sebagai wujud transparansi institusi.