Kamis, 03 Sep 2026 15:42 WIB

Cara Pemkot Mojokerto Perkuat Peran Keluarga dalam Hadapi Tantangan Mental Anak di Era Digital

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat sosialisasi PAAREDI (Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital). (Dok. Humas Pemkot Mojokerto).
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat sosialisasi PAAREDI (Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital). (Dok. Humas Pemkot Mojokerto).

selalu.id - Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menegaskan pentingnya peran keluarga dalam membangun ketahanan mental anak menghadapi tantangan era modern.

Hal tersebut ia jelaskan saat sosialisasi PAAREDI (Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital) bertema “Keluarga Hebat, Anak Kuat: Kunci Ketahanan Mental di Era Modern oleh Pokja 1 TP PKK Kota Mojokerto” di Pendapa Sabha Kridatama Rumah Rakyat, Kota Mojokerto, Rabu (22/4/2026).

Baca Juga: Dua Atlet Balap Sepeda SEA Games jadi Korban Pelecehan Seksual di Pacet Mojokerto

Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota Mojokerto, menekankan bahwa keluarga khususnya ibu, merupakan pendidik pertama dan utama bagi anak.

Di tengah pesatnya digitalisasi, orang tua dituntut adaptif agar tidak keliru dalam mendampingi tumbuh kembang anak.

“Ibu-ibunya harus melek digital terlebih dahulu sebelum mengajarkan kepada anak-anaknya. Bagaimana kita bisa memberikan pendidikan yang baik kalau kita sendiri tidak paham,” jelasnya.

Ning Ita menambahkan, komunikasi menjadi kunci utama dalam keberhasilan pola asuh. Banyak permasalahan remaja berakar dari tidak terbangunnya komunikasi yang baik antara orang tua dan anak di dalam keluarga.

Baca Juga: Pemkab Mojokerto Kucurkan Rp3,2 Miliar untuk Kelompok Tani, Ajak Milenial Tak Gengsi jadi Petani

“Kegagalan komunikasi antara orang tua dan anak menjadi dasar munculnya berbagai kenakalan remaja. Kalau komunikasinya nyambung, anak akan menjadikan orang tua sebagai tempat bercerita,” paparnya.

Sebagai upaya nyata, Pemerintah Kota Mojokerto menghadirkan program Sekolah Orang Tua Remaja (STAR) untuk memperkuat komunikasi orang tua dan anak, khususnya usia remaja.

Program ini dilaksanakan hingga tingkat kelurahan dengan melibatkan tenaga profesional seperti psikolog dan menyasar pasangan ibu dan anak guna membangun hubungan yang lebih harmonis.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Mojokerto, Lina Desriana Arisandi, menyoroti kompleksitas tantangan keluarga saat ini, mulai dari pesatnya perkembangan teknologi hingga berkurangnya intensitas komunikasi dalam keluarga.

Baca Juga: Berkat Akses dan Kualitas Kesehatan, Kota Mojokerto Terima Insentif Fiskal 2 Miliar

“Komunikasi adalah jembatan utama dalam keluarga. Anak yang kuat lahir dari keluarga yang sehat secara emosional, yaitu keluarga yang mampu saling mendengar, menguatkan, dan menyelesaikan persoalan dengan kasih sayang,” ungkapnya.

Lina menegaskan pentingnya peran PKK, khususnya Pokja 1, sebagai garda terdepan dalam pembinaan keluarga dan penguatan pola asuh anak. Keterlibatan aktif kader hingga tingkat kelurahan menjadi kunci keberhasilan program.

Kegiatan sosialisasi ini dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh narasumber dr. Rasyid Salim selaku psikiater, yang memberikan wawasan terkait kesehatan mental serta strategi pola asuh yang tepat dalam menghadapi tantangan era modern.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Bupati Subandi Wanti-wanti Petugas Puskesmas Sidoarjo: Birokrat Sifatnya Melayani, Gak Boleh Emosi!

Bukan sekadar urusan medis, sikap para petugas hingga kelayakan fasilitas di Puskesmas dinilai sangat menentukan kualitas pengalaman berobat warga.

Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Hingga 28 Agustus 2026, dari total pagu anggaran mencapai Rp1,9 triliun, BPKAD baru merealisasikan anggaran sebesar Rp11 miliar.

Pengumuman Beasiswa Cinta Bergema Jember, 7.566 Mahasiswa Lolos Administrasi

Pemkab Jember nantinya hanya akan menyaring sekitar 4.200 mahasiswa sesuai batas kuota yang tersedia.

Potensi Pendapatan PDAM Hilang, DPRD Surabaya Bakal Panggil Pengelola Air Mandiri di Perumahan Elit

Machmud membeberkan, sejumlah pengelola kawasan perumahan elit memproduksi air sendiri dan menetapkan tarif secara sepihak kepada para penghuninya.

Sering Bikin Bahaya, Arus Lalu Lintas Embong Gayam dan Embong Sawo Surabaya Kini Dibalik

Selama masa uji coba, Dishub Surabaya tidak hanya memfokuskan pemantauan pada Jalan Basuki Rahmat, tetapi juga mengevaluasi kawasan sekitarnya secara berkala.

‎Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai Probolinggo Targetkan Penerimaan Rp1,4 Triliun

Selain pemberantasan rokok ilegal, Bea Cukai Probolinggo juga memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait aturan barang bawaan penumpang dari luar negeri.