Selasa, 04 Agu 2026 18:36 WIB

Info Penting Rek! Jangan Buang Sampah Sembarangan di Surabaya, Sanksinya Ngeri-ngeri Sedap

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 22 Apr 2026 15:29 WIB
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat sidak pengaspalan di Kali Tebu. (Dok. Diskominfo Surabaya).
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat sidak pengaspalan di Kali Tebu. (Dok. Diskominfo Surabaya).

selalu.id - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyiapkan sanksi sosial tak biasa bagi warga yang kedapatan membuang sampah sembarangan di kawasan Kali Tebu, Jalan Dukuh Bulak Banteng, Kecamatan Kenjeran.

Sanksi itu berupa kewajiban membersihkan sungai secara langsung selama tiga hari.

Baca Juga: DPRD Minta Pemkot Surabaya Tak Tunggu Laporan Warga untuk Normalisasi Saluran Air

Kebijakan tersebut disampaikan Eri saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) proyek pengaspalan jalan di kawasan Kali Tebu, Selasa (21/4/2026).

Dalam sidak itu, ia menegaskan penataan kawasan tidak hanya fokus pada infrastruktur, tetapi juga perubahan perilaku masyarakat.

“Kalau ada yang tertangkap membuang sampah sembarangan, akan saya beri sanksi sosial membersihkan sungai. Biar merasakan langsung capeknya,” tegasnya.

Eri mengatakan bahwa kondisi Kali Tebu selama ini dipenuhi sampah dan barang bekas yang dibuang di bantaran sungai.

Karena itu, Pemkot Surabaya tidak hanya melakukan pengaspalan jalan sepanjang kurang lebih 3 kilometer, tetapi juga menyiapkan langkah tegas agar kebiasaan buruk tersebut berhenti.

Baca Juga: Pakar Hukum Ingatkan Pemkot Surabaya Cermat Terbitkan Izin Acara Besar Pasca-Kericuhan Konser SUBEC

Selain itu, pengawasan akan diperketat melalui pemasangan kamera pengawas (CCTV) di sisi timur dan barat kawasan. Rekaman tersebut akan menjadi dasar penindakan bagi pelanggar.

Tak hanya warga sekitar, sanksi sosial itu juga berlaku bagi seluruh warga Surabaya yang terbukti membuang sampah sembarangan.

Eri bahkan membuka ruang partisipasi masyarakat untuk ikut melaporkan pelanggaran di lapangan.

“Semua warga Surabaya bisa ikut mengawasi. Kalau ada yang buang sampah, nanti kita minta ikut membersihkan sungai,” paparnya.

Baca Juga: Viral Isu Bocah 5 Tahun Dieksploitasi Ayah Kandung di Surabaya, Ini Penjelasan Pemkot

Selain penegakan aturan, Pemkot juga menggandeng komunitas lingkungan seperti Ecoton dan Nol Sampah untuk memperkuat edukasi serta aksi bersih sungai.

Pengaspalan jalan di Kali Tebu ditargetkan rampung dalam 20 hari dengan pengerjaan di empat titik secara bersamaan oleh Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya.

Pemkot Surabaya menargetkan, penataan kawasan ini tidak hanya menghilangkan kesan kumuh, tetapi juga mendorong Kali Tebu berkembang menjadi destinasi wisata baru berbasis lingkungan.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Potret Sentuhan Kemanusiaan Polisi untuk Korban KMP Mutiara Sentosa II

Pelayanan itu dilakukan agar proses evakuasi hingga penanganan pascakejadian berlangsung efektif dan seluruh korban dapat segera memperoleh pelayanan terbaik.

Kepala Basarnas Sebut Operasi SAR KMP Mutiara Sentosa II Segera Ditutup

Hingga saat ini belum ada laporan resmi terkait penumpang yang hilang, sehingga Basarnas optimis operasi pencarian dan pertolongan dapat segera dihentikan.

BPKH Salurkan Rp2,06 Triliun Nilai Manfaat Tahap I pada 5,7 Juta Jemaah Haji Tunggu

Penyaluran ini merupakan bagian dari optimalisasi manfaat dana haji yang dikelola secara berkelanjutan agar dapat dirasakan oleh seluruh jemaah.

Revitalisasi Pasar Keputran Surabaya Kini Sudah 60 Persen, Pemotongan Unggas Dipindah ke RPU

Selain itu, kawasan pasar juga akan dilengkapi instalasi pengolahan air limbah (IPAL) untuk mendukung aktivitas perdagangan, khususnya di sektor unggas.

Korban Meninggal dalam Tragedi KMP Mutiara Sentosa II Dapat Santunan Rp125 Juta per Orang

Wamenhub Suntana menyatakan pemberian santunan ini merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah bagi masyarakat yang menjadi korban kecelakaan angkutan umum.

Kejati Jatim Lelang Mobil, Motor hingga Tanah di Mojokerto, Berikut Tanggal Dibuka dan Syaratnya

Kajati Jatim Abdul Qohar menjamin proses lelang transparansi dan masyarakat tak kuatir lantaran semua proses menggunakan sistem elektronik yang canggih.