Rabu, 16 Sep 2026 23:18 WIB

Kampung Pancasila Surabaya Diresmikan, Jawaban dalam Hadapi Arus Globalisasi

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 17 Apr 2026 19:49 WIB
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat peresmian Kampung Pancasila di Kemayoran, Krembangan. (Dok. Humas Pemkot Surabaya).
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat peresmian Kampung Pancasila di Kemayoran, Krembangan. (Dok. Humas Pemkot Surabaya).

selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya meresmikan Kampung Pancasila di RW 02, Kelurahan Kemayoran, Kecamatan Krembangan, Jumat (17/4/2026).

Program ini dinilai bukan sekadar seremoni, melainkan upaya menjaga karakter sosial kota di tengah arus modernisasi.

Baca Juga: Dugaan Jual Beli Lapak di SWK Taman Prestasi Surabaya, Ini Pengakuan Pedagang Senior

Pengamat kebijakan publik, Isa Ansori menyebut, Kampung Pancasila di Jalan Krembangan Bhakti menjadi ruang konkret untuk menghidupkan nilai-nilai kebangsaan di tingkat akar rumput.

Menurutnya, kekuatan Surabaya tidak hanya terletak pada pembangunan fisik, tetapi juga pada hubungan sosial antarwarga yang tetap hangat dan solid.

“Kampung Pancasila adalah pernyataan tegas bahwa Surabaya menolak menjadi kota yang dingin dan individualistik. Di sini, Pancasila tidak berhenti sebagai teks, tapi hadir dalam tindakan sehari-hari seperti gotong royong dan penghormatan terhadap keberagaman,” ungkap Isa.

Ia menilai pemilihan kampung sebagai basis program merupakan langkah tepat. Sebab, kampung merupakan ruang paling dekat dengan kehidupan warga, sehingga penanaman nilai kemanusiaan dan keadilan lebih efektif dilakukan.

Baca Juga: Tuntut Lebar Sungai Dikembalikan, Warga Keputih Surabaya Protes Sejumlah Pengembang Besar

Selain itu, Isa juga menyoroti pentingnya aspek keberlanjutan sosial dalam program tersebut. Menurutnya, konsep kota berkelanjutan tidak hanya soal lingkungan, tetapi juga ketahanan sosial masyarakat.

“Kota yang berkelanjutan adalah kota yang warganya saling mengenal dan menjaga. Dengan adanya Kampung Pancasila, rasa aman tumbuh dari kesadaran kolektif, bukan sekadar karena pengawasan aparat,” paparnya.

Isa juga mengapresiasi visi Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi yang ingin membawa Surabaya ke level internasional tanpa meninggalkan identitas lokal.

Baca Juga: Mahasiswa UINSA Demo Tolak Muzakki Kembali Pimpin Kampus, Angkat Persoalan Dana Hingga UKT

Menurutnya, Kampung Pancasila dapat menjadi filter budaya sekaligus identitas kota di tengah derasnya globalisasi.

“Dari Krembangan Bhakti kita belajar, bahwa untuk melangkah jauh ke masa depan, kita justru harus menguatkan akar. Surabaya menunjukkan bagaimana menjadi kota modern yang tetap punya hati,” tandas dia.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Sisi Gelap Warkop Jalan Kunti Surabaya, Pesan Kopi Bisa Sambil Nyabu

Dari pengungkapan ini, polisi menyita barang bukti 10 poket sabu seberat total 65,51 gram. Saat ini, kasusnya terus dilakukan pengembangan.

Indonesia Diprediksi Hujan Lebat dan Angin Kencang Besok, Ini Wilayahnya

Meski sebagian besar wilayah Indonesia tengah dikepung kemarau terik, potensi hujan lebat hingga angin kencang masih mengintai. BMKG mengimbau selalu waspada.

Turun Langsung Dengarkan Masukan Tenant, SIER Dapat Pujian Soal Keamanan Kawasan

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, SIER juga menyampaikan sejumlah pengembangan fasilitas dan layanan yang dapat mendukung kebutuhan tenant.

Diberhentikan Lewat WA, Relawan SPPG Porong Sidoarjo Pertanyakan Prosedur Evaluasi dan Hak BPJS

Relawan yang diberhentikan itu adalah Egidius Nehe alias Egis. Ia mengaku terkejut lantaran menerima pemberitahuan pemutusan tugas hanya melalui pesan WA.

Penduduk Surabaya Tembus 3 Juta, Dapil dan Kursi DPRD Berpeluang Dirombak

Kondisi ini dimanfaatkan DPRD Kota Surabaya untuk mengawal peluang penambahan lima kursi legislatif pada Pemilihan Legislatif (Pileg) mendatang.

Bukan Sekadar Ambil Alih, Ini Rencana PDAM Surabaya Masuk Perumahan Air Mandiri

Langkah ini diambil guna memastikan kesetaraan akses air bersih di Kota Surabaya.