Minggu, 01 Nov 2026 11:12 WIB

Kampung Pancasila Surabaya Diresmikan, Jawaban dalam Hadapi Arus Globalisasi

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 17 Apr 2026 19:49 WIB
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat peresmian Kampung Pancasila di Kemayoran, Krembangan. (Dok. Humas Pemkot Surabaya).
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat peresmian Kampung Pancasila di Kemayoran, Krembangan. (Dok. Humas Pemkot Surabaya).

selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya meresmikan Kampung Pancasila di RW 02, Kelurahan Kemayoran, Kecamatan Krembangan, Jumat (17/4/2026).

Program ini dinilai bukan sekadar seremoni, melainkan upaya menjaga karakter sosial kota di tengah arus modernisasi.

Baca Juga: Melihat dari Dekat Pasar Induk Surabaya: Fasilitas Lengkap, Bebas Biaya Sewa Lapak

Pengamat kebijakan publik, Isa Ansori menyebut, Kampung Pancasila di Jalan Krembangan Bhakti menjadi ruang konkret untuk menghidupkan nilai-nilai kebangsaan di tingkat akar rumput.

Menurutnya, kekuatan Surabaya tidak hanya terletak pada pembangunan fisik, tetapi juga pada hubungan sosial antarwarga yang tetap hangat dan solid.

“Kampung Pancasila adalah pernyataan tegas bahwa Surabaya menolak menjadi kota yang dingin dan individualistik. Di sini, Pancasila tidak berhenti sebagai teks, tapi hadir dalam tindakan sehari-hari seperti gotong royong dan penghormatan terhadap keberagaman,” ungkap Isa.

Ia menilai pemilihan kampung sebagai basis program merupakan langkah tepat. Sebab, kampung merupakan ruang paling dekat dengan kehidupan warga, sehingga penanaman nilai kemanusiaan dan keadilan lebih efektif dilakukan.

Baca Juga: Pelaku yang Loncat ke Sungai Usai Bacok Pemobil di Surabaya Belum Ditemukan

Selain itu, Isa juga menyoroti pentingnya aspek keberlanjutan sosial dalam program tersebut. Menurutnya, konsep kota berkelanjutan tidak hanya soal lingkungan, tetapi juga ketahanan sosial masyarakat.

“Kota yang berkelanjutan adalah kota yang warganya saling mengenal dan menjaga. Dengan adanya Kampung Pancasila, rasa aman tumbuh dari kesadaran kolektif, bukan sekadar karena pengawasan aparat,” paparnya.

Isa juga mengapresiasi visi Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi yang ingin membawa Surabaya ke level internasional tanpa meninggalkan identitas lokal.

Baca Juga: Cekcok Berujung Pembacokan di Surabaya, 1 Pelaku Belum Ditemukan usai Lompat Sungai

Menurutnya, Kampung Pancasila dapat menjadi filter budaya sekaligus identitas kota di tengah derasnya globalisasi.

“Dari Krembangan Bhakti kita belajar, bahwa untuk melangkah jauh ke masa depan, kita justru harus menguatkan akar. Surabaya menunjukkan bagaimana menjadi kota modern yang tetap punya hati,” tandas dia.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Harga Emas Antam Hari Ini: Jual dan Beli Turun Bunda, Ini Rinciannya 

Pergerakan harga emas Antam Logam Mulia umumnya dipengaruhi oleh harga emas global serta nilai tukar rupiah.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Waspada Orang Kedua, Tapi Keberuntungan dan Uang Masih Oke

Ramalan zodiak hari ini meliputi seputar percintaan, keuangan dan karier bisa menjadi prediksi peruntungan di masa depan.

Sah! Hairul Syapril Sholeh Nahkoda Baru IKAPMII Jember 2026–2031

Kepengurusan baru ini diharapkan menjadi momentum memperkuat soliditas alumni sekaligus meningkatkan peran IKAPMII dalam kehidupan sosial dan pembangunan daerah

Bantu Pemulihan Pasokan Air Bersih, SIER Salurkan Dua Tandon Air bagi Warga Terdampak Kebakaran Gunung Arjuno

selalu.id - PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) terus menunjukkan kepeduliannya terhadap kebutuhan dasar masyarakat melalui program Tanggung Jawab

Bupati Jember Gus Fawait Turun Gunung Sosialisasikan Layanan Bunga Desaku

Gus Fawait menegaskan bahwa pengurusan administrasi kependudukan, khususnya Kartu Tanda Penduduk (KTP), tidak dipungut biaya.

Melihat Tradisi Tedak Sinten di Nganjuk, Sebar Uang Koin hingga Jadi Rebutan

selalu.id - Warga Dusun Kepuhtelu, Desa Balongrejo, Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk masih melestarikan tradisi adat Jawa Piton-Piton atau yang juga dikenal