Jumat, 21 Agu 2026 06:30 WIB

Perkuat Ketahanan Pangan, Bupati Jember Fawait Genjot Sektor Pertanian

Bupati Jember Muhammad fawait saat menghadiri acara bunga desaku di Kecamatan Mumbulsari. (Foto: Nurul/selalu.id).
Bupati Jember Muhammad fawait saat menghadiri acara bunga desaku di Kecamatan Mumbulsari. (Foto: Nurul/selalu.id).

selalu.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember terus mengakselerasi pembangunan sektor pertanian sebagai langkah strategis memperkuat ketahanan pangan.

Komitmen ini ditegaskan Bupati Jember, Muhammad Fawait saat menghadiri kegiatan bersama masyarakat di Kecamatan Mumbulsari, Selasa (7/4/2026).

Baca Juga: KUA-PPAS P-APBD 2026 Disepakati, Pemkab-DPRD Jember Genjot Pengentasan Kemiskinan Lewat Pelayanan Dasar

Fawait menyampaikan bahwa pertanian memiliki posisi krusial dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Oleh karena itu, pemerintah daerah kini memprioritaskan berbagai program yang mampu meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan petani.

Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah peningkatan alokasi anggaran sektor pertanian pada tahun 2025.

Anggaran tersebut disebut sebagai yang terbesar sepanjang sejarah Jember, hasil sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.

“Pertanian menjadi fondasi penting pembangunan daerah. Dengan dukungan anggaran yang maksimal, kami yakin Jember bisa menjadi salah satu daerah penopang pangan nasional,” jelas Fawait.

Program Optimalisasi Lahan (Oplah) menjadi salah satu fokus utama dalam kebijakan tersebut.

Luas cakupan program ini meningkat signifikan dari sekitar 5.000 hektare menjadi 8.000 hektare.

"Peningkatan ini diharapkan mampu mendongkrak frekuensi tanam dan hasil panen petani," katanya.

Baca Juga: Kala Para Purnawirawan Jember Menantang Angin Pantai Pancer demi Sang Saka

Selain itu, Pemkab Jember juga menyalurkan bantuan berupa pompa air dan alat mesin pertanian untuk meningkatkan efisiensi kerja di sektor pertanian,

Dukungan ini dinilai penting untuk mempercepat proses produksi serta menekan biaya operasional petani.

Dalam pelaksanaannya, pemerintah lebih memprioritaskan program Oplah dibanding pembangunan Jalan Usaha Tani.

"Kebijakan ini diambil karena dampaknya dinilai lebih langsung terhadap peningkatan produksi pangan," papar Bupati yang akrab disapa Gus Fawait itu.

Tidak hanya berfokus pada peningkatan hasil panen, Pemkab Jember juga mendorong petani untuk lebih mandiri melalui pengembangan pupuk organik.

Baca Juga: Malam Tasyakuran di Petrang Jember Diwarnai Saling Suap Tumpeng

Upaya ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah ekonomi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia.

Sementara itu, untuk memastikan distribusi pupuk subsidi berjalan tepat sasaran, pengawasan diperketat dengan melibatkan masyarakat.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya menciptakan tata kelola pertanian yang transparan dan akuntabel.

Melalui berbagai program tersebut, Pemerintah Kabupaten Jember optimistis sektor pertanian akan semakin kuat dan mampu mengantarkan Jember sebagai salah satu lumbung pangan nasional di masa mendatang.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Ketika Higgs Games Island Merusak Keluarga

Kasus Yudi Surya jadi cermin kelam bagi masyarakat bahwa alasan keterpaksaan ekonomi tidak bisa menghapuskan konsekuensi hukum dari aktivitas judi online.

Harga Emas Antam Hari Ini: Melonjak Tajam Bunda, Bisa Maljum dengan Enak Nih..

Harga buyback adalah jika Anda ingin menjual emas, maka Antam akan membelinya dengan harga tersebut.

Sidoarjo Genjot Modal UMKM, BPR Delta Artha Salurkan Kurda Bunga 2 Persen ke Ribuan Debitur

Bagi pelaku usaha mikro yang butuh suntikan dana segar hingga Rp10 juta, mereka kini tak perlu pusing memikirkan agunan tambahan.

Kejar Target Investasi Rp43 Triliun di 2026, Pemkot Surabaya Andalkan Perizinan Berbasis AI

Sistem perizinan terintegrasi ini memungkinkan para pelaku usaha memantau perkembangan berkas cukup dari ponsel tanpa perlu bolak-balik datang ke kantor dinas.

Kejari Surabaya Tangani Sindikat Kasus Penipuan Asmara Online, Begini Cara Pelaku Beraksi

Kejaksaan mengimbau masyarakat agar tidak mudah tergiur janji manis maupun permintaan uang dari orang yang baru dikenal secara daring tanpa pernah bertemu.

Fraksi PDIP Semprit Pemprov Jatim Soal P-APBD 2026: Tambahan Belanja Rp2,64 Triliun Jangan Cuma jadi SiLPA!

Tak hanya sektor pembangunan fisik, Fraksi PDIP juga mendesak penyelesaian hak-hak rakyat yang belum tertangani.