Investasi Jember 2025 Tembus Rp2,57 Triliun, Kolaborasi dan Kemudahan Perizinan Jadi Poin Penting
- Penulis : Ahmad Nurul Wijaya
- | Selasa, 07 Apr 2026 20:21 WIB
selalu.id - Realisasi investasi Kabupaten Jember sepanjang tahun 2025 mencatat lonjakan signifikan. Nilainya mencapai Rp2,57 triliun atau tumbuh 70,2 persen dibanding tahun sebelumnya.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Jember, Isnaini Dwi Susanti, menjelaskan bahwa peningkatan ini tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan didorong oleh akselerasi program rumpun investasi yang diinisiasi Bupati bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Baca Juga: Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun
“Lonjakan ini dipengaruhi oleh penguatan program investasi, peningkatan diseminasi informasi LKPM, serta pelaksanaan kegiatan teknis yang kolaboratif sesuai rencana aksi investasi 2025,” jelasnya, Selasa (7/4/2026).
Dari total realisasi tersebut, tercatat sebanyak 457 pelaku usaha yang terdiri dari 410 Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan 47 Penanaman Modal Asing (PMA).
Sektor yang paling dominan meliputi real estate (perumahan, kawasan industri, dan perkantoran), industri makanan dan minuman termasuk pengolahan tembakau, serta industri kimia dan farmasi.
Meski jumlah investasi dan pelaku usaha meningkat, Isnaini mengakui bahwa kualitas investasi dari sisi kesejahteraan tenaga kerja belum dapat diukur secara langsung oleh DPMPTSP.
Namun demikian, pihaknya terus mendorong pelaku usaha untuk memperhatikan aspek perlindungan tenaga kerja, termasuk penyediaan layanan kesehatan sejalan dengan kebijakan Universal Health Coverage (UHC) yang dicanangkan Bupati Jember Muhammad Fawait.
Dari sisi pemerataan, investasi di Jember saat ini masih terkonsentrasi pada sektor tertentu, terutama real estate. Selain itu, PMDN baik skala UMK maupun non-UMK masih menjadi kontributor dominan.
Untuk memastikan investasi berdampak langsung kepada masyarakat, Pemkab Jember menyiapkan sejumlah strategi.
Baca Juga: Pemkab Jember Alokasikan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis Warga
Di antaranya adalah memperkuat kolaborasi antara pelaku usaha besar dengan UMKM, mengakselerasi program MBG dengan melibatkan pelaku usaha lokal, serta mengembangkan agrowisata edukasi seperti kawasan Puncak Rembangan, Puslit Kopi, hingga integrasi wisata Pantai Watu Ulo–Papuma.
"Selain itu, pelaksanaan event nasional dan internasional juga terus didorong guna meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat dan UMKM," kata Isnaini.
Ia menambahkan, kemudahan perizinan menjadi salah satu faktor kunci dalam peningkatan investasi.
Hal ini diwujudkan melalui berbagai inovasi, seperti layanan pendampingan usaha lintas OPD, transformasi digital perizinan melalui program JELITA, serta layanan terpadu masyarakat di beberapa titik.
“Kemudahan perizinan memberikan kepercayaan lebih kepada pelaku usaha untuk berinvestasi di Jember,” papar Isnaini.
Baca Juga: Ratusan Guru Ikuti TPN XIII Jember, Perkuat Kolaborasi Wujudkan Pendidikan Berdampak
Untuk tahun 2026, Pemkab Jember tidak hanya menargetkan peningkatan nilai investasi, tetapi juga jumlah pelaku usaha aktif.
Upaya tersebut akan didukung dengan penguatan kemitraan strategis, peningkatan kepatuhan pelaporan LKPM, serta percepatan penyelesaian regulasi dasar investasi seperti RTRW, lingkungan hidup, kawasan industri, hingga kebencanaan.
Ke depan, sejumlah sektor prioritas juga akan terus didorong, di antaranya pengembangan pariwisata berbasis aset daerah, penguatan ekosistem ekonomi lokal melalui program MBG, serta hilirisasi komoditas unggulan seperti kopi dan tembakau.
“Dengan strategi tersebut, kami optimistis investasi di Jember tidak hanya tumbuh secara kuantitas, tetapi juga berkualitas dan berdampak luas bagi masyarakat,” pungkas Isnaini. (ADV).
Editor : Zein Muhammad