Polres Tanjung Perak saat Operasi Ketupat Semeru 2026: Kecelakaan Turun, Korban Jiwa Nihil
- Penulis : Moris Mangke
- | Selasa, 07 Apr 2026 17:29 WIB
selalu.id - Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya mencatat penurunan signifikan angka kecelakaan lalu lintas selama pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026 dibandingkan periode tahun sebelumnya.
Kasi Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Iptu Suroto mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil analisa dan evaluasi, jumlah kecelakaan pada tahun ini hanya sebanyak 4 kasus.
Baca Juga: Demi Target 250 Emas Porprov Jatim 2027, KONI Kota Surabaya Gelar Tes Narkoba
Angka tersebut menurun dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 7 kasus. Penurunan ini menunjukkan adanya peningkatan efektivitas pengamanan dan pengaturan lalu lintas selama masa arus mudik dan balik.
“Tahun ini kami mencatat penurunan kuantitas kecelakaan sebesar 42,86 persen dan yang paling krusial adalah penurunan fatalitas korban. Pada Operasi Ketupat 2026, jumlah korban meninggal dunia nihil, sementara pada 2025 lalu terdapat 3 korban meninggal dunia,” sebut Suroto, Selasa (7/4/2026).
Selain itu, jumlah korban luka ringan juga mengalami penurunan dari 12 orang pada tahun 2025 menjadi 6 orang pada tahun 2026. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan keselamatan pengguna jalan di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Perak.
Menurutnya, selama pelaksanaan operasi, kondisi arus lalu lintas terpantau lancar tanpa adanya kepadatan yang berarti.
Kelancaran ini tidak lepas dari upaya preemtif dan preventif yang dilakukan oleh petugas di lapangan.
Baca Juga: Gara-gara ini, Rumah Makan AG Ny Suharti Harus Berurusan dengan Bapenda Surabaya
Selain pengaturan lalu lintas, kepolisian juga tetap melakukan penegakan hukum secara tegas namun humanis. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas.
Tercatat sebanyak 12 pelanggar terjaring melalui sistem tilang elektronik atau ETLE. Sementara itu, sebanyak 148 pengendara lainnya diberikan teguran simpatik sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat.
Di sisi lain, volume penumpang dan kendaraan yang melintasi Pelabuhan Tanjung Perak selama masa operasi juga terpantau cukup tinggi. Data menunjukkan mobilitas masyarakat tetap berlangsung dengan intensitas tinggi.
Jumlah kendaraan roda dua yang masuk tercatat sebanyak 2.091 unit, kendaraan roda empat 3.187 unit, serta bus dan truk sebanyak 2.798 unit. Total penumpang yang masuk mencapai 82.406 orang.
Baca Juga: Polisi Gagalkan Tawuran Dua Kelompok Remaja di Surabaya, Amankan 7 Orang dan Sita Sajam
Sementara itu, untuk arus keluar dari Jawa Timur, tercatat total penumpang sebanyak 17.378 orang. Kendaraan roda dua yang keluar sebanyak 1.015 unit, roda empat 985 unit, serta bus dan truk sebanyak 1.481 unit.
“Kami berterima kasih kepada masyarakat dan para pemudik yang telah tertib berlalu lintas serta mengikuti arahan petugas di lapangan,” jelas Suroto.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan menekan angka kecelakaan ini merupakan hasil sinergi antara aparat kepolisian dan masyarakat dalam menciptakan situasi mudik yang aman dan kondusif.
Editor : Zein Muhammad