Minggu, 01 Nov 2026 12:54 WIB

90 Persen Angkot di Surabaya Tak Beroperasi, Sulitnya Izin KIR dan Trayek Jadi Penyebab

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 07 Apr 2026 15:33 WIB
Mediasi Dishub bersama pemilik angkot TIJ di Surabaya. (Dok. Diskominfo Surabaya).
Mediasi Dishub bersama pemilik angkot TIJ di Surabaya. (Dok. Diskominfo Surabaya).

selalu.id - Krisis operasional angkutan kota (angkot) terjadi di Surabaya. Sekitar 90 persen armada lyn dilaporkan tidak beroperasi akibat terkendala administrasi, khususnya uji KIR dan izin trayek.

Kondisi ini mencuat dalam mediasi antara Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Perhubungan (Dishub) dengan perwakilan pemilik angkot di Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ), Senin (6/4/2026) kemarin.

Baca Juga: Melihat dari Dekat Pasar Induk Surabaya: Fasilitas Lengkap, Bebas Biaya Sewa Lapak

Pembina Angkutan Kota Surabaya, Ahmad Basori mengatakan lumpuhnya operasional angkot dipicu sulitnya pengurusan perizinan.

“Hampir 90 persen angkot di Surabaya mati semua terkait KIR dan trayeknya,” ungkapnya.

Menurut Basori, kendala utama berasal dari tidak berfungsinya koperasi yang selama ini menjadi wadah pengurusan administrasi angkutan umum.

Akibatnya, para pemilik kendaraan kesulitan memperpanjang izin operasional.

Menanggapi hal itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dishub Surabaya, Trio Wahyu Bowo menegaskan penertiban tetap dilakukan sesuai aturan yang berlaku.

Ia menyebut, setiap angkutan umum wajib memiliki dokumen lengkap, seperti izin trayek, kartu pengawasan, STNK, dan bukti lulus uji KIR.

Baca Juga: Pelaku yang Loncat ke Sungai Usai Bacok Pemobil di Surabaya Belum Ditemukan

“Penertiban ini sesuai regulasi. Tapi kami juga memahami kendala di lapangan,” kata Trio.

Sebagai langkah solusi, Pemkot Surabaya melalui Dishub bersama Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah serta Perdagangan (Dinkopumdag) akan memberikan pendampingan kepada pemilik angkot untuk mengurus perizinan.

Dishub juga memberikan tenggat waktu selama satu minggu agar para pemilik segera melengkapi dokumen yang dibutuhkan. Namun demikian, operasi penertiban tetap berjalan selama proses tersebut.

Sejak penertiban dimulai awal April 2026, Dishub mencatat sedikitnya 17 unit angkot telah dikenai sanksi administratif, termasuk penggembokan kendaraan.

Baca Juga: Cekcok Berujung Pembacokan di Surabaya, 1 Pelaku Belum Ditemukan usai Lompat Sungai

“Kendaraan bisa kembali beroperasi jika seluruh izin sudah dilengkapi,” tegas Trio.

Sementara itu, Ketua Angkot Lyn D Surabaya, Kasian mengatakan bahwa akan ada pertemuan lanjutan dengan Dishub dan Dinkopumdag untuk mempercepat penyelesaian administrasi.

“Nanti akan dibantu Dishub untuk melancarkan pengurusannya,” jelasnya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Jika Surat Penyetaraan Tidak Sah, Masih Lengkapkah Syarat Pencalonan Gibran?

Pada titik ini perlu dibuat batas yang tegas. Tidak sahnya Surat Keterangan tersebut tidak otomatis berarti Gibran berhenti sebagai Wakil Presiden.

Harga Emas Antam Hari Ini: Jual dan Beli Turun Bunda, Ini Rinciannya 

Pergerakan harga emas Antam Logam Mulia umumnya dipengaruhi oleh harga emas global serta nilai tukar rupiah.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Waspada Orang Kedua, Tapi Keberuntungan dan Uang Masih Oke

Ramalan zodiak hari ini meliputi seputar percintaan, keuangan dan karier bisa menjadi prediksi peruntungan di masa depan.

Sah! Hairul Syapril Sholeh Nahkoda Baru IKAPMII Jember 2026–2031

Kepengurusan baru ini diharapkan menjadi momentum memperkuat soliditas alumni sekaligus meningkatkan peran IKAPMII dalam kehidupan sosial dan pembangunan daerah

Bantu Pemulihan Pasokan Air Bersih, SIER Salurkan Dua Tandon Air bagi Warga Terdampak Kebakaran Gunung Arjuno

selalu.id - PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) terus menunjukkan kepeduliannya terhadap kebutuhan dasar masyarakat melalui program Tanggung Jawab

Bupati Jember Gus Fawait Turun Gunung Sosialisasikan Layanan Bunga Desaku

Gus Fawait menegaskan bahwa pengurusan administrasi kependudukan, khususnya Kartu Tanda Penduduk (KTP), tidak dipungut biaya.