Minggu, 19 Jul 2026 20:25 WIB

Dinkes Surabaya Ungkap Menu Penyebab Keracunan Massal Meski Sampel Tak Lagi Ada

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 05 Apr 2026 16:32 WIB
Suasana pasca korban keracunan dibawa ke rumah sakit (dok. Istimewa)
Suasana pasca korban keracunan dibawa ke rumah sakit (dok. Istimewa)

selalu.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya mengungkap jenis makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan massal usai acara hajatan di Sidokapasan, Kecamatan Simokerto. 

Namun, hingga kini petugas tidak menemukan sampel makanan untuk diuji karena kejadian baru dilaporkan beberapa hari setelah konsumsi.

Baca Juga: Demi Target 250 Emas Porprov Jatim 2027, KONI Kota Surabaya Gelar Tes Narkoba

Kepala Dinkes Surabaya, Billy Daniel Messakh, menyebut makanan yang dikonsumsi warga berupa nasi berkat dengan menu nasi putih, tumis buncis, ayam bumbu merah, mie bihun goreng, dan acar.

“Jenis makanannya kita tahu, tapi sampelnya tidak ada karena dimakan tanggal 31 dan gejala baru muncul belakangan,” ujar Billy, saat dihubungi selalu.id, Minggu (5/4/2026).

Ia menjelaskan, makanan tersebut dimasak secara mandiri oleh keluarga yang menggelar hajatan, bukan dari jasa katering. Bahan baku dibeli dari pasar lalu diolah sendiri oleh warga. “Mereka beli dari pasar, bahan mentah, lalu diolah sendiri di rumah,” jelasnya.

Dari hasil pendataan sementara, total 21 warga mengalami gejala keracunan. Sebanyak 17 orang menjalani rawat jalan, sementara 4 lainnya harus dirawat inap di rumah sakit.

“Update-nya masih dirawat ada 4 orang, 2 di RSUD dr soewandhie, 1 orang di Al Irsyad dan satu orang di PHC,” ungkapnya.

Baca Juga: Gara-gara ini, Rumah Makan AG Ny Suharti Harus Berurusan dengan Bapenda Surabaya

Lebih lanjut Billy menyebut gejala mereka yang keracunan muncul rata rata-rata mual, muntah, diare, pusing, dan lemas.

Sebelumnya, kasus ini terjadi setelah warga menghadiri acara tahlilan pada Selasa (31/3/2026) malam. Gejala keracunan mulai dirasakan sehari setelahnya, namun laporan baru masuk ke pihak berwenang pada Sabtu (4/4/2026).

Kapolsek Simokerto, Zainur Rofik, mengatakan pihaknya telah turun ke lokasi untuk melakukan penyelidikan dan mengumpulkan keterangan.

Baca Juga: Polisi Gagalkan Tawuran Dua Kelompok Remaja di Surabaya, Amankan 7 Orang dan Sita Sajam

“Masih kita lidik dari apa makannya, nanti kita koordinasikan dengan rumah sakit dan pihak terkait,” ujarnya.

Berdasarkan data kepolisian, sekitar 70 orang menghadiri acara tersebut. Dari jumlah itu, puluhan warga dilaporkan mengalami gejala keracunan, dengan sebagian harus mendapatkan perawatan di sejumlah rumah sakit.

 

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Hukum Pidana Tanpa Kasta: Menepis Hak Istimewa di Hadapan Hukum

Hukum tunduk pada pembuktian, bukan pada jabatan. Kewenangan negara pun dibatasi oleh UU, dan bukan oleh hierarki kekuasaan.

Bisnis Keterampilan Rajut dari Candipari, Perjalanan Ernawati Menembus Pasar Internasional

Meski telah menjangkau pasar internasional, Ernawati tetap mempertahankan prinsip yang sama sejak awal merintis usaha, yakni bekerja dengan sabar dan telaten.

Demi Tambahan Penghasilan, Perempuan Penjual Roti di Surabaya Kasus Narkoba Lagi

Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan sembilan paket sabu dengan berat total 96,884 gram serta 10 butir ekstasi seberat 4,274 gram.

Biaya Makam Rp5 Juta untuk Warga Baru Disetop, Pemkot Surabaya: Tak Boleh Dipaksa

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan iuran makam tidak boleh dijadikan syarat dalam pengurusan adminduk.

Nobar Final Piala Dunia 2026 di Mojokerto Bakal Digelar di GOR Seni Majapahit

Ika Puspitasari, menyampaikan bahwa penyelenggaraan nobar merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Mojokerto menghadirkan ruang publik yang positif.

Krisis Air Bersih, Warga Kunjorowesi Mojokerto Bergantung Sisa Air Hujan

Akibat krisis air bersih ini, warga Dusun Kandangan harus bergantung pada sisa air hujan yang disimpan di kolam penampungan air atau tandon.