Senin, 19 Okt 2026 14:06 WIB

Dinkes Surabaya Ungkap Menu Penyebab Keracunan Massal Meski Sampel Tak Lagi Ada

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 05 Apr 2026 16:32 WIB
Suasana pasca korban keracunan dibawa ke rumah sakit (dok. Istimewa)
Suasana pasca korban keracunan dibawa ke rumah sakit (dok. Istimewa)

selalu.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya mengungkap jenis makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan massal usai acara hajatan di Sidokapasan, Kecamatan Simokerto. 

Namun, hingga kini petugas tidak menemukan sampel makanan untuk diuji karena kejadian baru dilaporkan beberapa hari setelah konsumsi.

Baca Juga: Kuota Haji Jatim Tetap, Kemenhaj: Jemaah Harus Sehat untuk Dapat Surat Istithaah

Kepala Dinkes Surabaya, Billy Daniel Messakh, menyebut makanan yang dikonsumsi warga berupa nasi berkat dengan menu nasi putih, tumis buncis, ayam bumbu merah, mie bihun goreng, dan acar.

“Jenis makanannya kita tahu, tapi sampelnya tidak ada karena dimakan tanggal 31 dan gejala baru muncul belakangan,” ujar Billy, saat dihubungi selalu.id, Minggu (5/4/2026).

Ia menjelaskan, makanan tersebut dimasak secara mandiri oleh keluarga yang menggelar hajatan, bukan dari jasa katering. Bahan baku dibeli dari pasar lalu diolah sendiri oleh warga. “Mereka beli dari pasar, bahan mentah, lalu diolah sendiri di rumah,” jelasnya.

Dari hasil pendataan sementara, total 21 warga mengalami gejala keracunan. Sebanyak 17 orang menjalani rawat jalan, sementara 4 lainnya harus dirawat inap di rumah sakit.

“Update-nya masih dirawat ada 4 orang, 2 di RSUD dr soewandhie, 1 orang di Al Irsyad dan satu orang di PHC,” ungkapnya.

Baca Juga: Hari jadi Humas Polri ke-75, Polda Jatim Jalin Sinergi Komunitas Ojol Jaga Kamtibmas

Lebih lanjut Billy menyebut gejala mereka yang keracunan muncul rata rata-rata mual, muntah, diare, pusing, dan lemas.

Sebelumnya, kasus ini terjadi setelah warga menghadiri acara tahlilan pada Selasa (31/3/2026) malam. Gejala keracunan mulai dirasakan sehari setelahnya, namun laporan baru masuk ke pihak berwenang pada Sabtu (4/4/2026).

Kapolsek Simokerto, Zainur Rofik, mengatakan pihaknya telah turun ke lokasi untuk melakukan penyelidikan dan mengumpulkan keterangan.

Baca Juga: Geliat Budaya dan Ekonomi Warga Surabaya dari Panggung Fasum Perumahan

“Masih kita lidik dari apa makannya, nanti kita koordinasikan dengan rumah sakit dan pihak terkait,” ujarnya.

Berdasarkan data kepolisian, sekitar 70 orang menghadiri acara tersebut. Dari jumlah itu, puluhan warga dilaporkan mengalami gejala keracunan, dengan sebagian harus mendapatkan perawatan di sejumlah rumah sakit.

 

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

RSD Soebandi Jember Gelar Skrining Gratis, Target 10 Ribu Peserta Jember Cinta Kesehatan

Masyarakat dari kabupaten lain di Jawa Timur yang membutuhkan penanganan medis juga dipersilakan ikut.

5 Tahun Beroperasi, Pabrik Kosmetik Ilegal Rp 16 Miliar di Mojokerto Dibongkar BPOM

Dalam penggerebekan pada 8 Oktober 2026, BPOM menyita barang bukti senilai Rp 16 miliar.

Tinjau Pustu Klatakan, Gus Fawait Targetkan Puskesmas Jember Berstandar ISO 2000

Agenda tersebut juga dirangkai dengan persiapan peluncuran program Home Care di Desa Darungan.

Top 5 Berita: KDKMP hingga Target PDI Perjuangan

Berita yang banyak dicari sangat bervariatif.

Hasil MU vs Leeds 1-1, Suporter The Red Devils Desak Carrick Out

Kondisi ini kian memojokkan posisi Michael Carrick di kursi kepelatihan. Suporter mulai kehilangan kesabaran dan meminta dia out atau dipecat.

Pendakian Horor Gunung Anjasmoro, Terjebak di Hutan Keramat dan Desa Terkutuk

Warga setempat meyakini barang siapa yang memasuki Desa Mahkota Prabu dan belum keluar sampai pagi menjelang, besar kemungkinan akan tinggal selamanya di sana.