Kamis, 03 Sep 2026 11:24 WIB

Dinkes Surabaya Ungkap Menu Penyebab Keracunan Massal Meski Sampel Tak Lagi Ada

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 05 Apr 2026 16:32 WIB
Suasana pasca korban keracunan dibawa ke rumah sakit (dok. Istimewa)
Suasana pasca korban keracunan dibawa ke rumah sakit (dok. Istimewa)

selalu.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya mengungkap jenis makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan massal usai acara hajatan di Sidokapasan, Kecamatan Simokerto. 

Namun, hingga kini petugas tidak menemukan sampel makanan untuk diuji karena kejadian baru dilaporkan beberapa hari setelah konsumsi.

Baca Juga: Ini Nama Dapur SPPG yang Diduga Bikin Ratusan Santri di Sidoarjo Keracunan MBG

Kepala Dinkes Surabaya, Billy Daniel Messakh, menyebut makanan yang dikonsumsi warga berupa nasi berkat dengan menu nasi putih, tumis buncis, ayam bumbu merah, mie bihun goreng, dan acar.

“Jenis makanannya kita tahu, tapi sampelnya tidak ada karena dimakan tanggal 31 dan gejala baru muncul belakangan,” ujar Billy, saat dihubungi selalu.id, Minggu (5/4/2026).

Ia menjelaskan, makanan tersebut dimasak secara mandiri oleh keluarga yang menggelar hajatan, bukan dari jasa katering. Bahan baku dibeli dari pasar lalu diolah sendiri oleh warga. “Mereka beli dari pasar, bahan mentah, lalu diolah sendiri di rumah,” jelasnya.

Dari hasil pendataan sementara, total 21 warga mengalami gejala keracunan. Sebanyak 17 orang menjalani rawat jalan, sementara 4 lainnya harus dirawat inap di rumah sakit.

“Update-nya masih dirawat ada 4 orang, 2 di RSUD dr soewandhie, 1 orang di Al Irsyad dan satu orang di PHC,” ungkapnya.

Baca Juga: Ratusan Santri Sidoarjo Keracunan MBG Dirawat di 7 Rumah Sakit, Ini Daftarnya

Lebih lanjut Billy menyebut gejala mereka yang keracunan muncul rata rata-rata mual, muntah, diare, pusing, dan lemas.

Sebelumnya, kasus ini terjadi setelah warga menghadiri acara tahlilan pada Selasa (31/3/2026) malam. Gejala keracunan mulai dirasakan sehari setelahnya, namun laporan baru masuk ke pihak berwenang pada Sabtu (4/4/2026).

Kapolsek Simokerto, Zainur Rofik, mengatakan pihaknya telah turun ke lokasi untuk melakukan penyelidikan dan mengumpulkan keterangan.

Baca Juga: Santri Keracunan MBG di Ponpes Manba'ul Hikam Sidoarjo Bertambah, Kini Tembus 367

“Masih kita lidik dari apa makannya, nanti kita koordinasikan dengan rumah sakit dan pihak terkait,” ujarnya.

Berdasarkan data kepolisian, sekitar 70 orang menghadiri acara tersebut. Dari jumlah itu, puluhan warga dilaporkan mengalami gejala keracunan, dengan sebagian harus mendapatkan perawatan di sejumlah rumah sakit.

 

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Hingga 28 Agustus 2026, dari total pagu anggaran mencapai Rp1,9 triliun, BPKAD baru merealisasikan anggaran sebesar Rp11 miliar.

Pengumuman Beasiswa Cinta Bergema Jember, 7.566 Mahasiswa Lolos Administrasi

Pemkab Jember nantinya hanya akan menyaring sekitar 4.200 mahasiswa sesuai batas kuota yang tersedia.

Potensi Pendapatan PDAM Hilang, DPRD Surabaya Bakal Panggil Pengelola Air Mandiri di Perumahan Elit

Machmud membeberkan, sejumlah pengelola kawasan perumahan elit memproduksi air sendiri dan menetapkan tarif secara sepihak kepada para penghuninya.

Sering Bikin Bahaya, Arus Lalu Lintas Embong Gayam dan Embong Sawo Surabaya Kini Dibalik

Selama masa uji coba, Dishub Surabaya tidak hanya memfokuskan pemantauan pada Jalan Basuki Rahmat, tetapi juga mengevaluasi kawasan sekitarnya secara berkala.

‎Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai Probolinggo Targetkan Penerimaan Rp1,4 Triliun

Selain pemberantasan rokok ilegal, Bea Cukai Probolinggo juga memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait aturan barang bawaan penumpang dari luar negeri.

Ternyata, Ada 21 SPPG MBG di Sidoarjo Belum Berizin

Imbas keracunan massal santri, Pemkab Sidoarjo mendesak agar pengawasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada program MBG benar-benar diperketat.