Minggu, 19 Jul 2026 20:23 WIB

Eri Cahyadi Murka Lihat TPS di Surabaya Semrawut hingga Jadi Parkir Gerobak

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 01 Apr 2026 17:29 WIB
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat sidak di TPS Kecamatan Genteng. (Dok. Diskominfo Surabaya).
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat sidak di TPS Kecamatan Genteng. (Dok. Diskominfo Surabaya).

selalu.id - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menemukan sejumlah Tempat Penampungan Sementara (TPS) dalam kondisi tidak sesuai standar operasional prosedur (SOP) saat melakukan inspeksi di beberapa lokasi, Rabu (1/4/2026).

Dalam peninjauan di TPS Rangkah dan TPS Simpang Dukuh, ditemukan tumpukan sampah yang meluber.

Baca Juga: Demi Target 250 Emas Porprov Jatim 2027, KONI Kota Surabaya Gelar Tes Narkoba

Kondisi tersebut dipicu oleh keberadaan gerobak milik warga dan pemulung yang diparkir di area TPS, sehingga menghambat proses pengangkutan sampah.

“TPS itu tempat pembuangan sementara untuk sampah rumah tangga, bukan gudang gerobak. Mulai besok, tidak boleh ada gerobak atau gledek yang parkir di TPS,” tegas Eri.

Selain itu, ia juga menemukan praktik pembuangan sampah yang tidak sesuai ketentuan, termasuk sampah berukuran besar seperti perabot rumah tangga yang seharusnya tidak dibuang ke TPS.

“Yang dibuang di TPS itu sampah rumah tangga, seperti sisa makanan, kertas dan lain sebagainya. Bukan barang-barang besar seperti kasur, kayu, kursi dan lain sebagainya,” jelasnya.

Dalam sidak tersebut, Eri menginstruksikan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk menerapkan pengaturan jadwal pembuangan sampah di tingkat RW, serta menempatkan petugas di setiap TPS untuk melakukan pengawasan.

“Saya minta setiap RW memiliki jam khusus untuk membuang sampah di TPS. Di luar jam tersebut, petugas akan menolak sampah yang datang,” paparnya.

Baca Juga: Gara-gara ini, Rumah Makan AG Ny Suharti Harus Berurusan dengan Bapenda Surabaya

Eri menambahkan bahwa pelaku usaha seperti kafe, restoran, dan pusat perbelanjaan tidak diperbolehkan membuang sampah ke TPS, melainkan harus memiliki sistem pengangkutan mandiri atau bekerja sama dengan pihak ketiga.

“Mal, kafe atau restoran harus memiliki angkutan sendiri atau bekerja sama dengan swasta yang direkomendasikan Pemkot, supaya sampahnya tidak dibuang ke TPS,” ujarnya.

Selain persoalan di TPS, ditemukan pula adanya truk pengangkut sampah dari pihak swasta yang membuang sampah di pinggir jalan.

“Kemarin ada pihak ketiga dari mal yang ketangkap buang sampah di pinggir jalan. Saya minta DLH tindak tegas,” tegas Eri.

Baca Juga: Polisi Gagalkan Tawuran Dua Kelompok Remaja di Surabaya, Amankan 7 Orang dan Sita Sajam

Sebagai tindak lanjut, Pemkot Surabaya menyiapkan fasilitas pencucian truk sampah di kawasan Tanjungsari dan TPA Benowo yang ditargetkan selesai pada April 2026.

Eri menyebut akan ada evaluasi terhadap kinerja jajaran terkait apabila kondisi TPS tidak segera dibenahi.

“Kalau dalam beberapa hari ke depan TPS kembali kotor dan tidak sesuai SOP, maka akan ada sanksi tegas bagi pejabat terkait,” pungkasnya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Hukum Pidana Tanpa Kasta: Menepis Hak Istimewa di Hadapan Hukum

Hukum tunduk pada pembuktian, bukan pada jabatan. Kewenangan negara pun dibatasi oleh UU, dan bukan oleh hierarki kekuasaan.

Bisnis Keterampilan Rajut dari Candipari, Perjalanan Ernawati Menembus Pasar Internasional

Meski telah menjangkau pasar internasional, Ernawati tetap mempertahankan prinsip yang sama sejak awal merintis usaha, yakni bekerja dengan sabar dan telaten.

Demi Tambahan Penghasilan, Perempuan Penjual Roti di Surabaya Kasus Narkoba Lagi

Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan sembilan paket sabu dengan berat total 96,884 gram serta 10 butir ekstasi seberat 4,274 gram.

Biaya Makam Rp5 Juta untuk Warga Baru Disetop, Pemkot Surabaya: Tak Boleh Dipaksa

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan iuran makam tidak boleh dijadikan syarat dalam pengurusan adminduk.

Nobar Final Piala Dunia 2026 di Mojokerto Bakal Digelar di GOR Seni Majapahit

Ika Puspitasari, menyampaikan bahwa penyelenggaraan nobar merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Mojokerto menghadirkan ruang publik yang positif.

Krisis Air Bersih, Warga Kunjorowesi Mojokerto Bergantung Sisa Air Hujan

Akibat krisis air bersih ini, warga Dusun Kandangan harus bergantung pada sisa air hujan yang disimpan di kolam penampungan air atau tandon.