Kamis, 04 Jun 2026 05:42 WIB

Pengamat Sebut Eri Cahyadi Masih Sulit Tandingi Tri Rismaharini

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 01 Apr 2026 15:50 WIB
Eri Cahyadi dan Tri Rismaharini. (Dok. selalu.id).
Eri Cahyadi dan Tri Rismaharini. (Dok. selalu.id).

selalu.id - Pakar politik Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Ken Bimo Sultoni menilai meningkatnya aktivitas publik Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menjadi bagian dari strategi membangun elektabilitas menuju kontestasi politik Jawa Timur 2029.

Menurutnya, kemunculan Eri dalam berbagai kegiatan, termasuk event olahraga seperti turnamen sepak bola usia muda Soekarno Cup U-17, dapat dibaca sebagai upaya memperluas basis dukungan, khususnya di kalangan pemilih muda dan komunitas akar rumput.

Baca Juga: Pengamat Tanggapi Poster Rini-Fikser: Masih Fase Coba-coba!

“Langkah Pak Eri ini relevan dalam konteks politik elektoral modern, di mana figur tidak hanya mengandalkan popularitas lama, tetapi juga menghadirkan narasi baru dan regenerasi kepemimpinan,” jelas Bimo kepada selalu.id, Rabu (1/4/2026).

Meski demikian, ia menegaskan bahwa posisi Tri Rismaharini atau Risma masih sangat kuat di Jawa Timur.

Selain memiliki tingkat keterkenalan tinggi, Risma juga ditopang rekam jejak kepemimpinan yang teruji serta basis loyalis yang solid.

Dalam peta persaingan internal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Bimo menilai langkah Eri belum cukup untuk menyaingi dominasi figur senior dalam waktu dekat.

“Elektabilitas tidak hanya dibentuk oleh intensitas kegiatan, tetapi juga akumulasi persepsi publik dalam jangka panjang. Karena itu, langkah Pak Eri lebih tepat dilihat sebagai investasi politik jangka menengah,” papar Bimo.

Baca Juga: Beredar Poster Bacakada Surabaya-Jatim, Pengamat: Ini Instrumen Cek Ombak!

Ia juga menyoroti bahwa dalam struktur PDIP yang cenderung terpusat, keputusan strategis seperti pencalonan kepala daerah sangat dipengaruhi oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP), termasuk figur sentral seperti Megawati Soekarnoputri.

Dalam konteks ini, elektabilitas di tingkat publik saja dinilai belum cukup. Faktor lain seperti loyalitas ideologis, kedekatan dengan struktur partai, serta persepsi di kalangan elite menjadi variabel penting.

Di sisi lain, Risma dinilai memiliki keunggulan karena telah lama membangun relasi politik di tingkat pusat, sehingga daya tawarnya di hadapan DPP relatif lebih stabil.

Bimo menambahkan, strategi paling rasional bagi Risma saat ini adalah menjaga posisinya sebagai figur senior yang merangkul kader potensial, bukan terlibat dalam kompetisi terbuka.

Baca Juga: DPRD Minta Plh Wali Kota Surabaya tak Boleh Lambat Layani Masyarakat

“Dalam banyak kasus, figur senior justru memperkuat legitimasi dengan mengorkestrasi kader di bawahnya. Ini penting untuk menjaga soliditas partai dan memastikan regenerasi berjalan tanpa friksi,” katanya.

Dengan demikian, Bimo menyimpulkan bahwa pertarungan menuju Jawa Timur 2029 tidak hanya ditentukan oleh popularitas di ruang publik, tetapi juga kemampuan mengonsolidasikan dukungan di internal partai.

“Di PDIP, titik temu antara arena elektoral dan arena elite partai itulah yang pada akhirnya menentukan keputusan politik,” tandasnya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Camat Sukolilo Surabaya, M Aries Hilmi mengatakan telah meminta klarifikasi kepada pengembang terkait status lahan yang dipersoalkan warga. Hasilnya begini.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Plt Direktur Utama PT SIER, Lussi Erniawati, mengatakan bahwa pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun masa depan generasi muda.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.