Pengamat Sebut Eri Cahyadi Masih Sulit Tandingi Tri Rismaharini
- Penulis : Ade Resty
- | Rabu, 01 Apr 2026 15:50 WIB
selalu.id - Pakar politik Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Ken Bimo Sultoni menilai meningkatnya aktivitas publik Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menjadi bagian dari strategi membangun elektabilitas menuju kontestasi politik Jawa Timur 2029.
Menurutnya, kemunculan Eri dalam berbagai kegiatan, termasuk event olahraga seperti turnamen sepak bola usia muda Soekarno Cup U-17, dapat dibaca sebagai upaya memperluas basis dukungan, khususnya di kalangan pemilih muda dan komunitas akar rumput.
Baca Juga: Pengamat Tanggapi Poster Rini-Fikser: Masih Fase Coba-coba!
“Langkah Pak Eri ini relevan dalam konteks politik elektoral modern, di mana figur tidak hanya mengandalkan popularitas lama, tetapi juga menghadirkan narasi baru dan regenerasi kepemimpinan,” jelas Bimo kepada selalu.id, Rabu (1/4/2026).
Meski demikian, ia menegaskan bahwa posisi Tri Rismaharini atau Risma masih sangat kuat di Jawa Timur.
Selain memiliki tingkat keterkenalan tinggi, Risma juga ditopang rekam jejak kepemimpinan yang teruji serta basis loyalis yang solid.
Dalam peta persaingan internal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Bimo menilai langkah Eri belum cukup untuk menyaingi dominasi figur senior dalam waktu dekat.
“Elektabilitas tidak hanya dibentuk oleh intensitas kegiatan, tetapi juga akumulasi persepsi publik dalam jangka panjang. Karena itu, langkah Pak Eri lebih tepat dilihat sebagai investasi politik jangka menengah,” papar Bimo.
Baca Juga: Beredar Poster Bacakada Surabaya-Jatim, Pengamat: Ini Instrumen Cek Ombak!
Ia juga menyoroti bahwa dalam struktur PDIP yang cenderung terpusat, keputusan strategis seperti pencalonan kepala daerah sangat dipengaruhi oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP), termasuk figur sentral seperti Megawati Soekarnoputri.
Dalam konteks ini, elektabilitas di tingkat publik saja dinilai belum cukup. Faktor lain seperti loyalitas ideologis, kedekatan dengan struktur partai, serta persepsi di kalangan elite menjadi variabel penting.
Di sisi lain, Risma dinilai memiliki keunggulan karena telah lama membangun relasi politik di tingkat pusat, sehingga daya tawarnya di hadapan DPP relatif lebih stabil.
Bimo menambahkan, strategi paling rasional bagi Risma saat ini adalah menjaga posisinya sebagai figur senior yang merangkul kader potensial, bukan terlibat dalam kompetisi terbuka.
Baca Juga: DPRD Minta Plh Wali Kota Surabaya tak Boleh Lambat Layani Masyarakat
“Dalam banyak kasus, figur senior justru memperkuat legitimasi dengan mengorkestrasi kader di bawahnya. Ini penting untuk menjaga soliditas partai dan memastikan regenerasi berjalan tanpa friksi,” katanya.
Dengan demikian, Bimo menyimpulkan bahwa pertarungan menuju Jawa Timur 2029 tidak hanya ditentukan oleh popularitas di ruang publik, tetapi juga kemampuan mengonsolidasikan dukungan di internal partai.
“Di PDIP, titik temu antara arena elektoral dan arena elite partai itulah yang pada akhirnya menentukan keputusan politik,” tandasnya.
Editor : Zein MuhammadURL : https://selalu.id/news-13024-pengamat-sebut-eri-cahyadi-masih-sulit-tandingi-tri-rismaharini
